Waroeng Jamboe, tak bole maloe ...

Para laskar karung KPC memang sudah biasa dengan malu. Kalo tidak pastilah mereka tak akan berani turun ke Ciliwung untuk ambil sampahnya. Setiap hari minggu mereka pun jadi bahan tontonan, bahkan mungkin ejekan dari warga sekitar. Ngapain coba berkotor dan berbasah ria di Ciliwung yang bau dan keruh itu. "Koq gak malu sih?" begitu kira2 komentar mereka.

Tapi dasar laskar karung, tak ada kamus malu dalam menegakkan kebenaran ... [hehehe kaya komentar superhero aja]. Yaa begitulah ... mereka dengan sukarela mencoba membersihkan sungai kotor sambil mengajak serta setiap warga kota yang bersedia ikut. Semua dilakukan dengan tulus ikhlas laksana turun berperang melawan penjajah kumpeni. Mulung terus-menerus tanpa henti setiap hari minggu.

Ada kalanya badan terasa capek, otot2 meregang dan perlu dilemaskan. Bila timbul gejala ini, maka obatnya pun tak perlu mahal. Bukan di apotik atau toko obat mencarinya. Untunglah KPC selalu siap sedia melayani ... tak hanya warga bantaran Ciliwung, namun juga para anggota laskar karung. Solusinya adalah bergoyang dangdut. Tak perlu lagi malu untuk bergoyang. Mulung aja gak malu.

Berikut dua buah foto untuk menambah illustrasi suasana para laskar karung yang sedang mengobati rasa capek karena mulung. Mereka bergoyang dangdut tadi malam di Pasar Warung Jambu.



Previous
Next Post »

3 Komentar

Click here for Komentar
Ruby
admin
9 Juni 2009 15.40 ×

hmmm begitoe rupanja de Agoeng...kan emang tiap hari dianter abang poelang naik mobil dinas tjipta karja & tata roeang....hehehehe...Si Agung udah liat ini blum ya...????....hehehehe

Reply
avatar
Berang
admin
9 Juni 2009 17.39 ×

Saya malu bang tiap malam dianter mobil bak sampah. Mobil dinas lagi bang... Ehhmm... ehhmm gimana sih abang...

Reply
avatar
agungpsiko
admin
10 Juni 2009 14.01 ×

++ dhe sudah punja patar belom..? nanti abang antar pulang ke rumah jaa?
-- jangan bang, anak-laki aje udah nunggu di rumeh, gha enak diliet tetanje..

Reply
avatar