Lebih Jauh Tentang Si Penempel

Kehkel merupakan spesies ikan air tawar dari famili Sisoridae (sucking catfish) yang hidup di dasar sungai berarus deras, atau dalam istilah biologi, jenis organisme yang menyukai tipe habitat berarus deras ini dikenal dengan sebutan rheophilic . Karena sifatnya ini, di Ciliwung-pun, kehkel ditangkap di lokasi berarus deras (lihat ikan-ikan penghuni Ciliwung ).

Artikel ini akan membahas lebih jauh mengenai ikan kehkel
Sebagai upaya untuk bertahan dari dorongan arus, kehkel bersembunyi dan menempelkan dirinya pada batu di dasar sungai menggunakan organ tubuh yang disebut thoracic adhesive apparatus (gambar 2 - 4). Organ ini terbentuk dari lipatan kulit yang memanjang di bagian dada dan berada tepat diantara kedua sirip dada(pectoral)-nya (gambar 1 & 2). Perbedaan bentuk thoracic adhesive apparatus digunakan para ahli identifikasi ikan sebagai karakter pembeda antara spesies kehkel satu dengan spesies lainnya (gambar 2 - 4).

Selain pada batu, sebagai pengganti, kehkel Ciliwung sering menempelkan dirinya pada sampah-sampah plastik atau media lainnya yang tenggelam dan tersangkut di dasar perairan. Seperti halnya kehkel yang ditangkap Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) tanggal 8 Januari 2011 lalu di Desa Tugu Utara, Puncak, Bogor.

Klasifikasi dan distribusi

Dalam sistem klasifikasi, kehkel ditempatkan dalam genus Glyptothorax (Blyth, 1860). Sebelumnya, beberapa spesies kehkel juga pernah ditempatkan dalam genus Aglyptosternon (Bleeker, 1862); Euclyptosternum (Günther, 1864); Pteroglanis (Fowler, 1934a); Pteropsoglanis (Fowler, 1934b); Sundagagata (Boeseman, 1966); Paraglyptothorax (Li, 1986); dan Superglyptothorax (Li, 1986). Seiring revisi dan penemuan yang terus berlangsung, kini genus Glyptothorax memiliki anggota sebanyak 88 spesies yang tersebar mulai dari Turki, Irak, Iran, Syria, Afghanistan, Cina, India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, Vietnam, Myanmar, Laos, Kamboja, Thailand, Malaysia, sampai Indonesia. Di Indonesia sendiri, ikan dari genus Glyptothorax ini telah tercatat sebanyak 7 spesies yang menyebar mulai dari pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Spesies-spesies tersebut antara lain adalah: Glyptothorax exodon (Ng & Rachmatika, 2005), G. ketambe (Ng & Hadiaty, 2009), G. major (Boulenger, 1894), G. nieuwenhuisi (Vaillant, 1902), G. platypogon (Valenciennes, 1840), G. platypogonides (Bleeker, 1855), dan G. schmidti (Volz, 1904).

Kehkel Ciliwung

Pada tahun 1966, Boeseman melaporkan kehkel yang diperoleh di sungai dekat Buitenzorg (Kebun Raya Bogor), Jawa (Thomson & Page, 2006; Ferraris, 2007). Spesimen ini kemudian dideskripsi dan diberi nama Sundagagata robusta. Pada tahun 1993, spesimen Boeseman ini dianggap tidak normal dan dipertimbangkan sebagai sinonim (nama lain) dari Glyptothorax platypogon (Valenciennes, 1840) oleh Kottelat dkk. Berdasarkan informasi tersebut serta ditambah koleksi spesimen kehkel yang pernah diperoleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) dari Kebun Raya Bogor tanggal 13 Februari 2010 (lihat Ekspedisi Ikan-ikan Ciliwung ), maka dapat dipastikan bahwa kehkel Ciliwung berasal dari spesies yang sama dengan koleksi Boeseman, Glyptothorax platypogon (Valenciennes, 1840). Sedangkan nama kehkel sendiri merupakan sebutan lokal bagi masyarakat Sunda, khususnya di Bogor.

Pemanfaatan

Dari segi pemanfaatan, beberapa literatur menyatakan bahwa kehkel tidak digunakan untuk keperluan apapun. Namun, situs planetcatfish.com memberikan informasi singkat tentang pemeliharaan kehkel dalam akuarium sebagai ikan hias. Berbagai informasi mulai dari pakan hingga lingkungan tersedia dalam situs tersebut, namun informasi yang menyangkut perkembangbiakannya belum pernah dilaporkan. Planetcatfish.com juga menyarankan agar memelihara kehkel bersamaan dengan balitorine loach seperti Homaloptera, ikan-ikan cyprinid perenang cepat seperti Danio (ikan zebra) atau Barilius, serta ikan-ikan mastacembelid (berot) kecil.

Koleksi kehkel KPC

Dari serangkaian Ekspedisi Ikan-Ikan Ciliwung yang pernah dilakukan, KPC telah berhasil mengoleksi 5 ekor kehkel, 1 ekor berasal dari Ekspedisi Banjir Ciliwung; 3 ekor dari Ekspedisi Hulu-Hilir 1; sedangkan 1 ekor terakhir berasal dari Ekspedisi Hulu-Hilir 2. Ikan-ikan koleksi ini diawetkan dalam formalin (4 ekor) dan alkohol (1 ekor) yang disimpan di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Depok milik Kementerian Kelautan dan Perikanan.


RUBY VIDIA KUSUMAH
BALAI RISET BUDIDAYA IKAN HIAS
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Jl. Perikanan No. 13 Rt 1/ RW 2
Pancoran Mas, Kota Depok
JAWA BARAT, INDONESIA 16436
Telp. 62 21 75 20 48 2
Cell. 62 87 87 87 57 20 5
Email: kusumah_rv@yahoo.com


PustakaAnonim (2010a) Glyptothorax platypogon. http://www.planetcatfish.com/catelog/species.php?species_id=1554 [2/22/2010 6:57:45 PM]

Anonim (2010b) Glyptothorax. http://en.wikipedia.org/wiki/Glyptothorax [2/22/2010 7:36:29 PM]

Anonim (2011) Rheophile. http://en.wikipedia.org/wiki/Rheophilic [3/5/2011 10:11:39 AM]

Froese R, Pauly D (2010) Glyptothorax platypogon in Indonesia. http://fishbase.org/Country/CountrySpeciesSummary.cfm?c_code=360&id=23320 [2/22/2010 7:49:59 PM]

Froese R, Pauly D (2011) Glyptothorax. http://fishbase.org/NomenClature/ScientificNameSearchList.php?crit1_fieldname=SYNONYMS.SynGenus&crit1_fieldtype=CHAR&crit1_operator=EQUAL&crit1_value=glyptothorax&crit2_fieldname=SYNONYMS.SynSpecies&crit2_fieldtype=CHAR&crit2_operator=contains&crit2_value=&group=summary&backstep=-2&sortby=validname

Ferraris CJ (2007) Checklist of catfishes, recent and fossil (Osteichthyes, Siluriformes), and catalogue of siluriform primary types. Zootaxa 1418:1–628

Jiang W, Chen X, Yang J (2009) A new species of sisorid catfish genus Glypthorax (Teleostei: Sisoridae) from Salween drainage of Yunnan, China. Environ Biol Fish 87:125–133

Kottelat, M., Whitten, A.J, Kartikasari, S.N. & Wirjoatmodjo, S (1993) Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Editions, Hong Kong, 221 pp

Kusumah, RV (2011a) Ikan-Ikan Penghuni Ciliwung. http://www.tjiliwoeng.co.cc/2011/02/ikan-ikan-penghuni-ciliwung.html [2/1/2011 6:32:45 PM]

Kusumah, RV (2011b) Ekspedisi Ikan-Ikan Ciliwung. http://www.tjiliwoeng.co.cc/2011/02/ekspedisi-ikan-ikan-ciliwung_8173.html
[2/23/2011 3:21:35 PM]

Ng HH, Hadiaty RK (2009) Glyptothorax ketambe, a new catfish (Teleostei: Sisoridae) from northern Sumatra. Zootaxa 2085: 61–68

Ng HH, Kottelat M (2008) Glyptothorax rugimentum, a new species of catfish from Myanmar and Western Thailand (Teleostei: Sisoridae). Raff Bull Zool 56:129–134

Ng HH, Rachmatika I (2005) Glyptothorax exodon, a new species of rheophilic catfish from Borneo (Teleostei: Sisoridae). Raff Bull Zool 51:25–255

Tamang L, Chaudhry S (2011) Glyptothorax dikrongensis, a new species of catfish (Teleostei: Sisoridae) from Arunachal Pradesh, northeastern India. Ichthyol Res 58:1–9

Thomson AW, Page LM (2006) Genera of the Asian catfish families Sisoridae and Erethistidae (Teleostei: Siluriformes). Zootaxa 1345: 1–96
Previous
Next Post »

4 Komentar

Click here for Komentar
Moes Jum
admin
7 Maret 2011 09.27 ×

woooww uraian yang super duper lengkap tentang Kehkel "the sucking catfish". Tapi ngomong2 arti kata "sucking" kan bukan penempel yaa? Setahuku kata tsb artinya "penghisap". Hehehe jadi ngeri arti keseluruhannya.

Kehkel, sang ikan penghisap yang berkumis ... hihihiiii

Reply
avatar
Ruby
admin
7 Maret 2011 11.26 ×

Moes Jum. iya bener. tapi enakan si penempel ah...hehe. foto-fotonya baru upload skrg

Reply
avatar
7 Maret 2011 11.51 ×

kemaren waktu survey lokasi lomba mancing KPC juga mendapatkan ikan jenis baung dan berot, mudah mudahan jenis baung gak sama kayak kehkel si penghisap yang berkumis. eh ternyata berot bisa di pancing lhooooo. om rubby kapan yaa ikannya di ambil?

Reply
avatar
Ruby
admin
7 Maret 2011 11.58 ×

#hari the blacket: iya kapan ya???

Reply
avatar