Senin, Maret 28, 2011

Elo, Lowa atau Ara?

Share & Comment
Cukup lama saya bertanya2 tentang jenis pohon ini. Awalnya ketika KPC memperingati ultah-nya yang kedua di tepi Ciliwung daerah perumahan Kedung Badak Baru. Saat itu para laskar karung KPC kesulitan mencari pohon atau tebing sungai yang tinggi untuk memasang baliho. Setelah tengok kiri dan kanan, akhirnya baliho Ciliwung Ruksak Hirup Balangsak itu diputuskan untuk dipasang pada batang pohon besar tumbuh miring menjulur ke arah sungai.

Saya sempat bertanya2 apa nama pohon ini. Ukuran batangnya cukup besar, setidaknya memiliki garis tengah lebih dari 50 cm. Di batang utama dan cabang2nya ditumbuhi oleh berpuluh bahkan beratus buah sebesar bola bekel. Buah2 tersebut tumbuh bergerombol di sana-sini. Ada yang berwarna kuning, ada pula yang kemerahan. Tajuk pohon ini cukup rindang sehingga bisa menjadi peneduh bagi para laskar karung yang seharian menghabiskan waktu di tepi sungai. Dari beberapa cabangnya muncul akar yang menjulur2 ke bawah menyentuh bumi. Jika sudah sampai ke permukaan tanah, maka akar tersebut menjadi besar dan mengikat erat pada tanah dan batu2 di tepian Ciliwung. Dari sela2 akarnya di tepi sungai, mengalir aliran kecil air yang terlihat jernih sekali. Pohon ini memang khas sekali, dengan bentuk fisik yang hampir menyerupai sebatang pohon beringin (Ficus benjamina).



Beruntunglah Hari Kikuk lantas memberi tahu bahwa nama pohon besar itu adalah Pohon Elo. Aneh amat namanya? Singkat banget, elo atau gue? Atau ... nama penyanyi terkenal itu? pikir saya dalam hati sambil terus bertanya2.

Beberapa waktu kemudian, tepatnya kemarin (27/03/2011), saya kembali menjumpai pohon serupa di kawasan Tanjungan, Condet, Jakarta Timur. Kali ini bukan sebatang pohon, tapi berbatang2 dan semuanya terlihat jelas tumbuh alami di tepi Ciliwung. Saya pun kembali bertanya kepada Bang Jumari, sang kuncen KPC Tanjungan di sana. “Kalo di sini sih kite nyebutnya pu’un Lo”, jelas Bang Jumari. “Di sini ntuh pu’un biasanya ade penunggunye yang kagak keliatan”, tambahnya lagi. Berarti bener dong namanya. Benar2 sebuah nama yang singkat, terdiri atas 2-3 huruf saja. Dan cerita tambahan Bang Jumari ini pun ternyata sama dengan cerita Hari Kikuk soal penunggu pohon tersebut.

Ketika saya akhirnya dapat koneksi internet, maka kesempatan mencari lebih jauh soal pohon ini pun tidak saya lewatkan. Mbah Google, Paklik Wikipedia, serta Encyclopedia of Life pun saya tanya berulang2. Walhasil saya menemukan beberapa penjelasan spt ini:

Nama pohon: Lo/Elo (Jawa), Lowa/Loa (Sunda), Arah (Madura), Ara (Indonesia), Cluster Fig Tree atau Goolar Fig Tree (Inggris)

Nama ilmiah/latin: Ficus racemosa L., dengan nama sinonim (serupa) Ficus glomerata Roxb.

Distribusi alias penyebarannya: Pakistan, India, Sri Lanka, Bangladesh, Nepal, China Selatan dan Barat Daya (Yunnan), Burma, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia hingga Australia Utara.

Habitat alias tempat hidupnya: tempat2 yang lembab, tepian sungai dan anak sungai pada ketinggian tempat yang bervariasi antara 100-1.700 m di atas permukaan laut.

Kegunaan: buahnya seringkali menjadi makanan bagi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis). Di India pada jaman dahulu kala buahnya juga dimakan oleh manusia. Di negara kita, bagian2 pohon ini juga berkhasiat sebagai obat tradisional. Daun dan buah berkhasiat sebagai obat sakit diare. "Cukup rebus ±15 gram daun segar (telah dicuci sebelumnya) dengan 2 gelas air hingga airnya tinggal setengah gelas, lalu didinginkan dan disaring. Maka air saringan ini siap jadi obat dengan diminum dua kali sehari pagi dan sore".
Hmmm .... panjang lebar dan dalam juga rupanya jika kita mencoba mempelajari pohon ini. Bagi saya pengetahuan baru ini juga sekaligus memberi gambaran betapa kita perlu mencintai sungai di sekitar kita. Kalau saya coba ingat2 lagi, di Kota Bogor rasanya tidak semua orang paham akan kegunaan pohon ini. Maka tak ada salahnya jika para laskar karung KPC juga menanam jenis pohon ini di tepi Ciliwung. Insya Allah berkah ...
Tags: , ,

Komunitas Peduli Ciliwung Bogor berdiri sejak Maret 2009. Komunitas yang menginginkan adanya rasa kepedulian terhadap keberlangsungan sungai Ciliwung di Kota Bogor. 

19 Komentar:

hari the blacket mengatakan...

elo memang muantab sekali dan mungkin juga mantab kalau di sndingkan dengan pohon beringin dan nyamplung he heheh ayooooooo kita tanam juga elo di pingiran tjiliwoeng. elo pade, elo jawa, elo sunda, elo betawi , elo indsonesia, elo madura, pokok'e elo ( kamu semua ) pasti juga pengen nanam kan?

anakperi mengatakan...

sepertinya enak......

ritamustikasari mengatakan...

enak ranum tuh warnanya memerah begetu. kalo ada pohonnya kenapa monyetnya nggak ada yah. jadi khan nggak ada yg makanin tuh buah...

Bintang Saudara mengatakan...

Biasanya ini kalau liat di TV, ini biasa jadi makan burung Rangkong/HornBill

Anonim mengatakan...

Pohon ini pernah jadi obyek ramalan Jayabaya, suatu saat masyarakat akan melihat bunga dari pohon elo, bunganya sangat jarang dan yg melihat akan berbahagia. Tidak ada yg tahu arti ramalan Jayabaya, sampai akhirnya yg dimaksud bunga itu adalah LOtre di zaman modern ini. Boleh percaya boleh tidak.

Che relaut mengatakan...

Taon 80an,tukang rujak tumbuk diJakarta masih pake tuh buah Lo,rasenye sepet kyk Babal (buah Nangke yg masih pentil)sekarang kagak lg pake tuh buah Lo

Tani organik mengatakan...

Maksih penjelasannya, jadi begitulah rupa pohon lo atau elo ?? , :D sejak kecil sering dengar cerita dari embah tentang pohon lo , tapi baru kali ini lihat wujud aslinya. Lanjutkan kita tanam elo, elo dan elo hehehehehehehe

achmad mengatakan...

Elo = Tiin

Djoko Sableng mengatakan...

Elo tidak sama dg Tin walaupun sama sama satu genus "Ficus". Buah tin naa ilmiahnya Ficus carica.

MAKMUR MOTOR mengatakan...

Okeh demite wit ngono kui hihiiii..

Anonim mengatakan...

Ane juga penasaran banget dari dulu, akhir ny jadi ilang penasaranny sama po'on yg numbuh gede di pinggir kali..

Leny mengatakan...

Kulitnya obat batu ginjal ampuh

Dendi Nugraha mengatakan...

Harus tes laboratori ini mh, elo loa ara tin??

Nanang Hanif mengatakan...

Ini bisa dikembangkan pohon elonya, terutama untuk penghijauan dan perkebunan. Oh ya sebagai info, pohon elo ini ternyata bisa dijadikan root stock tanaman tin (ficus carica). Karena akarnya kuat dan tahan terhadap penyakit dan sangat cocok hidup di cuaca Indonesia. Pohon elo banyak dicari untuk dijadikan batang bawah pohon tin. Wah, pokoknya saya dukung usaha kalian, deh! jika butuh info tentang ini bisa hubungi saya di 085*777*213*978 (WA)

PROFILE mengatakan...

Dulu buah elo gw makanin sambil ngebak disungai. Kalau yg sudah merah rasanya enak juga ngilagin laper waktu ngebak. Kalau yg masih hijau rada sepet rasanya.

Bangun koesworo mengatakan...

Banyak di pinggir kali tuh di Jatim tempat saya,

Unknown mengatakan...

Ada ygvpunya bibitnya?

Unknown mengatakan...

Ada yg jual bibitnya?

Unknown mengatakan...

Dirumah sya ad,malah udah puluhan thun banget tpi kok belum ad buah nya ea..trus pohon nya jg gk terlalu besar,,dulu jga mujarab buat obat ibu sya yg sakit usus buntu

 

Artikel Populer

Tjiliwoeng on Facebook

Copyright © KOMUNITAS PEDULI CILIWUNG BOGOR | Designed by Templateism.com | Published by GooyaabiTemplates.com