Festival Tjiliwoeng

Ciliwung merupakan sungai yang membentang dengan panjang lebih dari 100 kilometer dan dibentuk dari penyatuan aliran puluhan sungai kecil di Kawasan Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP), Jawa Barat. Ciliwung mengalir melalui wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok dan bermuara di Teluk Jakarta (Kompas, 18 Januari 2009). Orang-orang Belanda yang datang paling awal antara lain menulis, “Kota ini dibangun seperti kebanyakan kota-kota di Pulau Jawa. Sebuah sungai indah, berair jernih dan bersih, mengalir di tengah kota” (Hikayat Jakarta, 1988). Itulah Ciliwung pada awalnya.

”Dulu manusia memilih kawasan di sekitar Ciliwung untuk tempat tinggal dan mengembangkan budaya. Tingginya tingkat ketergantungan manusia terhadap sungai kala itu menyebabkan Ciliwung dihargai dan dijaga kelestariannya,” kata Dr. Restu Gunawan, staf Direktorat Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Ciliwung saat ini telah beralih peran dari sumber kehidupan menjadi sumber masalah.

Dalam upaya membantu membantu mengatasi permasalahan yang terjadi, Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) mencoba melakukan kegiatan turun langsung ke lokasi melalui kegiatan ”aksi bersih Ciliwung”. Aksi ini sudah berlangsung selama 7 (tujuh) minggu berturut-turut dan hasilnya cukup signifikan, hal ini ditandai dengan banyaknya animo masyarakat yang turun langsung pada saat aksi bersih dan diliput oleh banyak media massa. Peserta yang hadir berasal dari latar belakang yang beragam mulai dari, masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, akademisi, aktifis, pengusaha, komunitas, lsm, pekerja swasta, balai tanaman nasional, dsb. Kegiatan ini terus digalakan setiap minggu pagi di lokasi yang berbeda disekitar bantaran Ciliwung, untuk informasi kegiatan bisa dilihat di blog Ciliwung (http://www.tjiliwoeng.blogspot.co.id).

Upaya nyata yang dilakukan KPC tidak hanya melakukan aksi bersih, ada 3 (tiga) pilar kegiatan yang selama ini dilakukan, diantaranya melakukan
1)kajian ilmiah atau riset mengenai Ciliwung,
2) Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di Sekolah Dasar Kampung Rambutan-Kelurahan Sempur, dan
3) Festival Ciliwung Bogor.

Masing-masing kegiatan saling bersinergis dan saling mendukung untuk mewujudkan ”Ciliwung Impian”. Untuk mewujudkan sebuah harapan dan mendapatkan hasil yang optimal, maka kegiatan aksi harus ditopang dengan upaya penyadartahuan (public awarness) melalui kegiatan PLH dan pemutaran film (layar tancap) di pemukiman sekitar bantaran Ciliwung.

Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke 527 sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH), Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) akan menyelenggarakan Festival Ciliwung Bogor (FCB) dengan tema ”Ciliwung Bersih, Ciliwung Kita Bersama”. Beragam kegiatan akan diselenggarakan untuk memeriahkan acara ini, sekaligus menampilkan pilar kegiatan KPC yang selama ini dilakukan. Selain itu, publik akan diajak menyelami bagaimana potret kondisi Ciliwung saat ini, apa saja yang menjadi permasalahan, dan peran apa saja yang bisa dilakukan dalam upaya perbaikan.

FCB bisa menjadi media pembelajaran bagi publik sehingga timbul itikad baik dari setiap individu untuk memperbaiki serta melestarikannya. Belum ada kata terlambat untuk berbuat sesuatu, dengan semangat kebersamaan mari kita galakan ”Ciliwung Bersih, Ciliwung Kita Bersama”.
Previous
Next Post »