Senin, Juni 25, 2012

Invasi Green Terror di Ciliwung

Share & Comment
Baru2 saja teman2 pegiat sungai dari Jawa Timur berkirim kabar melalui jejaring sosial terkemuka.  Secara umum pesannya adalah "STOP tebar lele dumbo, nila, mujair, dan ikan asing".  Menurut mereka ikan2 introduksi alias ikan asing itu telah jadi salah satu penyebab utama punahnya jenis-jenis ikan lokal di Kali Surabaya.

Beberapa bulan lalu, seorang teman gila di aliran Ciliwung bagian hilir juga giat menyampaikan pesan serupa.  Ia bahkan dengan sengaja memajang gambar ikan Sapu-sapu (Pterygoplichthys sp.) sebagai gambar T-Shirt untuk mengumpulkan donasi bagi kelestarian Sungai Ciliwung.  Pesan tertulis di kaos oblong itu begitu nyata dan garang "90% Population, Alien's Attack!!!".

Wah wah waaah jangan2 sungai2 di Indonesia sudah pada diinvasi oleh jenis2 ikan dari negara asing nih.  Berdasarkan pengalaman KPC selama ini, sempat beberapa kali para laskar karung menjumpai ada penampakan ikan yg "sepertinya" bukan asli Ciliwung.  Kalau jenis Sapu-sapu, rasanya sudah bukan hal aneh lagi.  Dan kalau hanya jenis itu, maka upaya perbaikannya juga tentu masih relatif lebih mudah.  Tapi bagaimana kalau sampai berbagai macam jenis??  Pengalaman para laskar karung KPC telah membuktikan adanya jenis2 yg bukan asli seperti nila, lele dumbo, ikan cecereh alias bungkreung, dan juga mujaer.





Kali lain seorang kenalan di Sempur datang ke Saoeng Tepijan Tjiliwoeng membawa ikan2 yg ditangkapnya dari Ciliwung.  Buanyaaak sekali dan semuanya hidup.  Ada ikan Beunteur (Puntius binotatus), ada ikan Senggal (Hemibagrus nemurus), ada ikan Jeler (Nemacheilus chrysolaimos), dan ikan Berot (Macrognathus maculatus).  Rupanya ia ingin meramaikan kolam ikan yg berada di beranda Saung KPC Bogor.  Tentu para laskar karung jadi senang, karena kolam ikan bisa terisi tanpa harus membeli ikannya. Jumlah totalnya pun mencapai puluhan ekor.

Namun, saat keesokan harinya diperhatikan.  Ternyata ada jenis ikan aneh yang dibawa oleh kenalan tersebut.  Ada dua ekor ikan yg rasa2nya tidak ada di perairan darat Nusantara ini.  Setelah ditanyakan apa sebutannya, dilihat ciri2 fisiknya ternyata kedua ekor ikan tersebut tergolong bukan jenis ikan lokal Ciliwung.  Bahkan bukan ikan asli Indonesia.

Ikan tersebut dikenal dengan sebutan ikan Golsom.  Nahh luu ... kumaha ieu caritana bisa kiyeu???
Dari sebuah forum diskusi berbasis internet, yaitu fishyforum disebutkan bahwa ikan ini sebenarnya bernama "Goldsoum atau Green Terror".  Ngeri amat ikan yg nama ilmiahnya Aequidens rivulatus ini.  Disebutkan juga bahwa ia makan hampir segala jenis makanan alias omnivora.  Gilee beneerr!!!

Jangan tanya asalnya, karena yg pasti bukan dari Indonesia.  Ikan ini berasal dari Amerika Selatan sana, di negara Peru dan Ekuador.  Bayangin letak ia aslinya berada di benua yang lain dengan negara kita, mencapai jarak ribuan kilometer.

Jadi inget saat beberapa waktu lalu sempat dapat ikan serupa juga di daerah Ciawi.  Kalau sekarang bisa dapat 2 di Sempur.  Jangan2 ada puluhan atau ratusan golsom yg hidup di Ciliwung, Bogor ini. Coba yaa ... kenapa sih ada yg iseng masukin ikan ini ke sungai.  Kalo liat gaya makannya, bisa2 semua jenis ikan lokal di Ciliwung bakal punah ...!!!

gambar ikan golsom diunduh dari sini
Tags: ,

Komunitas Peduli Ciliwung Bogor berdiri sejak Maret 2009. Komunitas yang menginginkan adanya rasa kepedulian terhadap keberlangsungan sungai Ciliwung di Kota Bogor. 

7 Komentar:

anakperi mengatakan...

Pakdhe, yang moncongnya panjang dan bibir kuning itu kelompoknya Hemichromis (gak tau yang fasciatus atawa elongatus...) atau banded jewelfish atau five-spot jewel cichlid atau five star general. Aslinya dari Afrika.

Tjiliwoeng Dreams mengatakan...

@anakperi: sepertinya sih memang begitu Oom ... makasih atas koreksinya

joe-Q mengatakan...

heran sih enggak.. Kalo di kawasan perkotaan itu mah maklum...
Pengalaman sy di plosok gunung lampung barat istri sy mancing di kolam bisa dapat ikan louhan ama blosom... Menurut anda gimana nih.. Sapa yg mau tanggung jawab kalo ikan cupang punah..

Harry's Blog mengatakan...

Pa ikan gorsom udah lama ada, sekitar 15 tahun lalu saya udah pernah liat ikan itu waktu sering maen ke sawah.. Kata orang tua saya juga waktu mereka masih kecil sering dapet ikan itu kalo lagi mancing/maen ke sawah..udah ga aneh pa

Dedi Delazt mengatakan...

Saya nemuin ikan golsom di selokan depan rumah. Jadi ikan ini memang udah ada di negara kita..

Unknown mengatakan...

Golsom,mujair,nila,lele... itu masih banyak di kembang biakan,bhkan penyebaran lele bukan hnya di africa saja,lele yg asalnua di indonesiapun ad,ikan mujair,juga bukan dri indo namun yg menemukan ikan itu orang indo,mujair adalah nama orang yg nemuin ikan ini,seluruh sungai jawabaratpun bnyak,termasuk golsom... itu tidak merubah ekosistem di perairan local,krna ikan local punah bukan gara gara ikan yg anda sebutkan,tpi krna penagkapan dalam sekala banyak,dan pencemaran air... yg tidak boleh ikan asing itu ialah,aligator,araipama,dragon fish .. itu tidak boleh dan di indonesiapun bnyak populasi ikan predator,yg asli indonesia,kehadiran predator perlu krna sebagai rantai kehidupan satwa fauna darat maupun air... ingat jangan ngambil ikan banyak bnyak krna saat ikan punah siapa yg mu anda salahkan

Anonim mengatakan...

Ia seh dulu ikan golsom alias si green teror passportnya WNA....tp dah lama ganti kewarganegaraan INA.....beranak pinak..bahasanya jg dah bahasa lokal...jadilah kita kenal dri goldsoum....jadi golsom si ikan teror hahaha

 

Artikel Populer

Tjiliwoeng on Facebook

Copyright © KOMUNITAS PEDULI CILIWUNG BOGOR | Designed by Templateism.com | Published by GooyaabiTemplates.com