Tjiliwoeng Bergojang




“Ayoo Mang … jangan malu2. Kang Dadaaang … paling cakep, hayu goyang bareng saya. Jangan lupa mari kita goyang untuk Ciliwung tercinta …”
Di mana kira2 kita bisa temukan komentar2 seperti itu? Yup … kalo anda pernah nonton panggung dangdut di kampung2, pastinya anda akan temukan komentar2 tersebut. Kenapa panggung2 seperti itu lebih sering kita jumpai di kampung? Jawabnya yaa sederhana saja … karena masyarakat umum di Indonesia itu adalah masyarakat yang tidak terbuka, penuh keakraban, dan ndeso (kampungan). Biasanya kalo kita sudah berada di kota, maka kita semakin jarang dan malu untuk menikmati musik dangdut beserta goyangnya.

Nahh …. berhubung komunitas kita ini selayaknya menjadi komunitas warga biasa-biasa, yang tidak mengenal kelas, maka mungkin wajar jika kita menyelenggarakan panggung dangdut. Tentu saja ini bukan panggung dangdut biasa. Ini adalah panggung dangdut dalam rangka merebut hati warga Bogor yang lain untuk mewujudkan mimpi Ciliwung.


Acaranya …
Panggung Dangdut Keliling “Tjiliwoeng Bergojang”
Akan dilakukan selama 7 malam berturut2 @ 2 jam per malam
Grup musik: OM GONDRONG (orkes melayu gerobak dorong)
Tempat: sekitar pemukiman di sepanjang bantaran Ciliwung
Mari teman2 … kita meriahkan acara tersebut. Karena tidak lain dan tidak bukan, panggung keliling ini dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Jadi Kota Bogor.

gambar "bergojang" diunduh dari sini


Tempat tayang ada pada link ini.

Previous
Next Post »

11 Komentar

Click here for Komentar
Berang
admin
2 Juni 2009 15.56 ×

Goyang mang...
Bapak..bapak.. ibu-ibu.. akang-akang... adek-adek.. jangan lupa ya setelah liat tante bergoyang besok hadir di aksi bersih ciliwung. Kita bergoyang di sungai ciliwung....

Btw, fotonya dapat dimana tuh hihihihihi... Seru fotonya, anak2 sampe bengong liat.....

Reply
avatar
Moes Jum
admin
3 Juni 2009 09.40 ×

Mang Beraaang ... jangan malu2 gitu atuh! Kalo mau goyang, gak usah kayak anak kecil itu (bengong dan ngiler ... Annas' style). Soal poto mah bisa dicari di dunia maya ini, lihat aja link-nya di bagian bawah postingan

Reply
avatar
annas240
admin
3 Juni 2009 10.44 ×

Huahahahaha,,,si berang kayaknya ngincer posisi anak kecil yang di pojok kanan bawah itu,,,Awas kelilipan lho.
Moes Jum,,,Masak gw selalu jadi kambing hitam urusan kayak gini. Enakan Kambing Guling or sate Kambing, or gulai kambing.
Jangan2 Moes Jum mau ikutan een ambil posisi. ehmmm,,,takut ketahuan nyonya,,,huahahahaha. Piss Bos

Reply
avatar
Berang
admin
3 Juni 2009 12.12 ×

Hemmm hemmmm....
Bagaimana pas malam dangdutan kita buktikan siapa yang akan mendapatkan posisi strategis itu waa qaq..qaq..qaq.. :)

Sepertinya yang tua akan mengalah deh :P
Tinggal kita berdua berarti nas hihihihi...

Reply
avatar
annas240
admin
3 Juni 2009 12.17 ×

Jangan salah Bos,,,Justru yang tua itu banyak pengalamannya. Hati-hati Boz,,,jangan meremehkan lawan.wkwkwkwkwkwk

Reply
avatar
Anonim
admin
3 Juni 2009 13.16 ×

waduh seru nih kalau udah berebut kayak ngitu seolah olah tjiliwoeng bergoyang jadi milik dua orang dan yang lain ngak kebagian tempat. lipat lipat layangan burung siap siap yang mau bergoyang tapi awas jagan rebutan yang pastinya pasti dapat tempat untuk berburu.

salam kapiten the kikuk van menner the koek

Reply
avatar
Anonim
admin
3 Juni 2009 14.56 ×

Jadi, yang dangdutan malem ini dimana tepatnya dan mulai jam berapa? ikuuttt.... trus kira2 ada tempat nginep gak yah?? :)

Reply
avatar
anakperi
admin
4 Juni 2009 14.01 ×

jangan lupa bawa nasi bungkus, lauk paha, tinggal mbrakot.

Reply
avatar
itok
admin
5 Juni 2009 14.38 ×

mbrakot tuh bahasa apa? yg artinya? tinggal ngambil bgitu.
pengakuan dosan nih. aku pernah ditanya bule, jaman dulu banget. apa tarian khas di indonesia. jawabku tidak ada. kelupaan soal om gondrong bgini. maafin.

Reply
avatar
bahtiar
admin
9 Juni 2009 09.50 ×

ga ikut bersih2 cuman ikut goyang boleh ... :)

Reply
avatar
Ruby
admin
9 Juni 2009 12.24 ×

NANYA TEMAN SAYA mbrakot NGGROGOT (gigit) BA ITOK

Reply
avatar