Peran Telapak pada sungai di Bogor

Masih lekat di ingatan saya tentang cap Kota Terjorok se-Indonesia bagi Bogor. Memang kejadian itu sudah sekitar 2 tahun yang lalu. Namun, rasa2nya cap jelek itu masih saja berputar2 di ruang fikir saya. Mungkin yang menyebabkan hal itu masih saja menganggu karena pemandangan sehari2 yang saya lihat ketika saya berada di Bogor. Mungkin juga karena saya lebih sering naik sepeda, sehingga saya masih sempat melihat berbagai kejadian dalam waktu yang relatif lebih lama dibanding jika saya menggunakan kendaraan bermotor.

Cap Kota Terjorok itu bagi saya terasa makin mengganggu ketika saya melihat dua buah sungai besar yang melintasi Kota Bogor. Yaa … Ciliwung dan Cisadane, yang telah dikenal luas. Keduanya dikenal karena alirannya melintasi Kota Jakarta (Ciliwung) dan pinggiran Jakarta/Tangerang (Cisadane). Keduanya telah berkontribusi besar pada banjirnya ibukota negara. Sebagai warga yang tinggal dekat dengan hulu kedua sungai itu, saya pun menjadi saksi langsung betapa kondisi kedua sungai tak jauh berbeda dengan kondisi keduanya ketika sudah di daerah hilir. Sama2 jelek, hanya kualitas jelek di Bogor masih lebih kurang dibandingkan di daerah hilirnya.


Lalu, saya pun berpikir tentang apa yang bisa dilakukan oleh Telapak? Bukankah Telapak memiliki sebuah program pengelolaan daerah aliran sungai yang terintegrasi dan berkeadilan? Bukankah Telapak banyak membantu teman2 aktivis LSM lain di daerah2 yang jauh untuk bisa mengimplementasikan ide daerah aliran sungai yang baik itu? Saya jadi teringat sebuah kalimat nakal dan (kadang) terasa menjengkelkan dari seorang kawan beberapa waktu yang lalu. Ketika itu memang kawan tersebut masih belum menjadi anggota Telapak. Ketika itu ia mengatakan, “Ayo lahh … ayo Telapak buat kegiatan di Bogor. Jangan hanya memikirkan tempat yang jauh dari Bogor. Jangan cuma bisa makan, minum, berak dan kencing di Bogor tapi tidak mau melakukan perbaikan di Bogor!” Ketus sekali memang ungkapan dia. Walau saya tahu ungkapannya tidak berarti ia membenci Telapak, namun saya rasa hal itu merupakan sebuah ungkapan yang tulus dan jujur.

Bila ungkapan kawan tersebut diramu bersama dengan program di Telapak, maka bukan tidak mungkin Telapak harus melakukan “sesuatu” yang bermuara pada tanggung jawab moral bagi kebersihan lingkungan Kota Bogor. Sesuatu tersebut mungkin berupa program tata kelola kawasan daerah aliran sungai Ciliwung-Cisadane.

Atau teman2 ada yang punya ide lain? Atau tak perlu lah kita semua memperdebatkan ide mana yang paling briliant, namun segera bertindak melakukannya. Sehingga Kota Bogor tak lagi jorok.

Foto di atas diambil dari laman ini
Previous
Next Post »