Anak kecil joega tahu….

Sejumlah fasilitator dari Komunitas Peduli Ciliwung Bogor secara rutin, setiap Sabtu, melakukan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di Sekolah Dasar Negeri Kampung Rambutan, Kelurahan Sempur, Kota Bogor. PLH dimaksudkan untuk memberikan penyadaran dan kecintaan lingkungan kepada anak-anak, khususnya yang langsung berinteraksi dengan Ciliwung.

Saya, yang jadi guru dadakan pada kesempatan ini, tidak ambil pusing untuk memulai belajar lingkungan pada Sabtu ini. Pada intinya metode pengajaran yang kita terapkan adalah bermain sambil belajar sehingga tidak membebani murid. Sabtu ini kami belajar mengenai pentingnya air dan sungai Ciliwung. Murid-murid antusias saat diminta untuk menggambarkan letak rumah mereka terhadap sungai Ciliwung. Ternyata sebagaian besar murid bertempat tinggal dekat dengan Ciliwung. Mereka kemudian menyampaikan pendapatnya mengenai fungsi Ciliwung dalam kehidupan sehari-hari.
"Coba sebutkan manfaat Sungai Ciliwung buat kehidupan sehari-hari?" Aku melempar pertanyaan dan memancing murid-murid untuk berpendapat. Tidak lama mereka berebut menjawab pertanyaanku. "Buat mandi dan cuci pakaian, Kak", kata Iis dari pojok kelas. "Tempat buang air besar", jawab Sugih dan murid laki-laki lainnya dari bagian kanan kelas. Mereka memang menjadi saksi keseharian bagi aktivitas sejumlah warga yang menggunakan Ciliwung untuk mandi, cuci, dan kakus.

Berbeda dengan Novi, dia berpendapat kalau Ciliwung adalah tempat buang sampah. "Buat buang sampah ke sungai!" seru Novi polos. Jawaban Novi sontak membuat murid-murid lainnya tidak sependapat. Menurut mereka, kita tidak boleh membuang sampah ke dalam sungai. "Nanti banjir, Kak", Sugih menimpali. Akhirnya diskusi singkat terjadi diantara mereka, murid-murid pun berjanji untuk tidak membuang sampah ke dalam sungai.

Kami berharap murid-murid dapat menjadi penyampai pesan, setidaknya kepada ayah, ibu, dan keluarga di sekitarnya untuk peduli lingkungan. Oleh karena itu kesabaran dan ketekunan fasilitator merupakan faktor penting dalam keberhasilan memberikan penyadaran lingkungan sejak dini.


Pengirim:
M. Muslich
Previous
Next Post »

3 Komentar

Click here for Komentar
Dwi Lesmana
admin
30 Maret 2009 10.49 ×

Hehehe, ...
Pak Moeslih, keren toeh, palagi kalo goeru2 ma sekolah laennya bisa ikoetan. Boekan hanya Ciliwung dan sekitaran Bogor. Soengaij lain di wilayah laennya joega bisa turut cara nyang sama.

Reply
avatar
Moes Jum
admin
30 Maret 2009 13.51 ×

Iya yaa ... kalo para orang tua (orang dewasa) masih buang sampah ke sungai, tidak sepintar anak sekolah dong ... hehehehehe

Reply
avatar
agungpsiko
admin
31 Maret 2009 01.32 ×

hebat yaa anak-anak itu..dan hebat juga guru nya..sukses om Muslich !..

Reply
avatar