Menjelang Mulung

Tulisan bersambung "Aksi Mulung ke-sebelas" - 1

Menjelang aksi mulung yang ke sebelas, diriku terkejut dengan adanya SMS dari seseorang yang mana tepat jam 21:09 malam. Hape kue berbunyi tingtong bertanda suara dering sms dari hape kue , berlahan ku ambil hape kue dari kamar tidurku , ku buka hape dengan seksama ku baca pelan pelan. Lirik dalam hapekue teryata ada seseorang yang bernama dita serasa berkenalan, memperkenalkan nama nya. “Malam Mas Hari bunyi (smskue) saya Dita mas , besok saya mo numpang ikutan bersihin kali ciliwoeng yang di kedoeng badak boleh ya? Dalam hati pastinya boleh lah (lawong kali tjiliwoeng itu bukan milik kue dalam hati), kali tjiliwoeng kan milik orang bayak kok serasa aku tersenyum sendiri , walau pun orng dari Negara mana pun tentunya boleh ikutan dalam pikirkue, kalau memang orang tersebut memang perduli hi hi hi …..!

Tanpa ku sadari waktu telah berlalu dan sang malam pun mulai menampakan keheningan dan ke gelapan nya serasa mulai larut dan menyambut pergantian tanggal dalam kalender yang mana tangal yang aku lihat di kalender menujukan angka tanggal 23. Dan sang malam pun mulai mengeser angka kalender yang tadinya tanggal 23 menjadi tanggal 24 pertanda sang malam pun mau menyambut datangnya sang pagi. Terasa sudah diriku bergadang sampai pagi maklum malam minggu diriku dapat giliran ronda di kampoeng kue. Tak terasa sang pagi pun menampakan dirinya seolah tak berdosa pada sang malam, menandakan sang siang akan menjemput nya sembari sang waktu pun mendakan perubahan nya. Tak terasa sang pagi seolah membangunkan diriku yang masih terlelap dalam tidurku, ku kuk ruyuk sesekali ayam jago ber kokok pertanda siang menjemput. Tak terasa alaramkue sudah berkali-kali bordering membangunkan dirikue dengan nada yang berkokok ku ku ruyuk kiyuk kyu ……..! seperti ayam jago aja nada deringkue he he he.

HHHHHmmmmm hem tak terasa hari mulai siang menandakan munculnya sang surya. Aku pun bergegas seolah tak ada aktivitas yang akan ku kerjakan sesekali diri kue mengingat apa yang sebenarnya akan kue lakuekan hari minggu ini. Sesekali ku tengok hape kue dan ternyata dirikue tak sadar bahwasan nya dirikue hari minggu tanggal 24/05/2009 ada kegiatan mulung sampah di tjiliwoeng.

Dan dirikue pun bergegas sembari menyiapkan alat-alat logistik yang telah kue bawa dari sekertariat saung tepian tjiliwoeng ke rumahku. Tak terasa waktu sudah menunjukan persis jam 7 pagie dirikue dengan santainya menghidupkan anak Honda menuju ke lokasi pemulungan di Perum. kedung badak. Sesampainya dirikue di lokasi yang telah di sepakati teman-teman kue untuk kumpul aku raba kantongkue yang berisi hapeku ternyata ada satu pesan singkat yang di kirim Pak Korlap yaitu saudarakue Rubby , yang berbunyi “Mas aku udah nyampai di depan pintu masuk perumahan kedung badak”. Lalu kue tenggok kanan kiriekue mana katanya ada di sini ( kedung badak ) eh ternyata benar om gokong udah nyampai lokasi dengan kawan nya. Lalu dirikue panggil om gokong ( rubby ) om sini om kita kumpulnya di pingir jalan aja om kata kue ? Ok bos jawabnya sebentar ya aku ke kawankue dulu ya nanti aku kesini lagi tutur om gokong.
Previous
Next Post »

3 Komentar

Click here for Komentar
Moes Jum
admin
27 Mei 2009 09.34 ×

hehehe ... hebat, ada istilah baru atau trend gaul baru nih ... "aku = gua = guwe = gue = kue"

Reply
avatar
Ruby
admin
27 Mei 2009 11.26 ×

ko jadinya kue???? hehehehe

Hari aku kan Biksu Tong...Sun "Bo Kong" itu kan annas. gimana sih Hari!!!!....hehehe

Reply
avatar
Anonim
admin
27 Mei 2009 12.37 ×

siory pak karna kalau yang bawa tongkat sakti setau ku si kera yaitu gokong dan kalau yang bawa tongkat ada mahkotanya adalah biksu tong san cong alias cong kacong tak iyeh pak alias joko tole tel ontelan he he he he
kue maksudnya kemaren kita kedatangan tamu bule kuwetole ka kak kak hwa kak

Reply
avatar