RILIS PERS: Lomba Mulung Sampah Sungai Ciliwung Berhasil Pecahkan Rekor MURI



Bogor, 7 Juni 2013- Komunitas Peduli Ciliwung Bogor (KPC Bogor) akhirnya tercatat di Museum Rekor Dunia-Indonesia setelah mengadakan kegiatan Lomba Mulung Sampah Antar Kelurahan Se-Kota Bogor ke-5. MURI memberikan piagam penghargaan kepada KPC Bogor atas rekor “Lomba Memulung Sampah Sungai Oleh Peserta Terbanyak”. Sejumlah 2,458 warga Bogor turun ke Sungai Ciliwung pada Sabtu lalu (1/06) untuk ikut aksi dalam membersihkan Sungai Ciliwung. Mereka memungut sampah yang mengalir di sungai juga yang terdapat di bantaran. Sebanyak 2,678 karung berisi sampah anorganik berhasil diangkat oleh warga Kota Bogor dari Sungai Ciliwung.

Setelah selama lima tahun KPC Bogor menginisiasi kegiatan Lomba Mulung Sampah Ciliwung antar Kelurahan se-Kota Bogor, tahun ini adalah tahun yang sangat spesial bagi KPC Bogor dan Pemerintah Kota Bogor. Selain kegiatan lomba mulung sampah Ciliwung sudah menjadi agenda resmi Pemerintah Kota Bogor, kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari banyak pihak. KPC Bogor dan Pemerintah Kota Bogor secara konsisten melaksanakan sebuah kegiatan tahunan yang bertujuan untuk pelestarian Sungai Ciliwung. Sepanjang lima tahun terakhir, Lomba Mulung Sampah Ciliwung di Kota Bogor telah diikuti oleh 6136 warga dan telah berhasil mengangkat sampah anorganik sebanyak 9346 karung ukuran 25 kg serta dinilai oleh 480 orang juri.

Ngadri yang mewakili Museum Rekor Dunia-Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan yang diinisiasi KPC Bogor layak untuk mendapatkan penghargaan Rekor Indonesia. Kontinuitas dan keterlibatan berbagai pihak serta warga sendiri dalam melakukan aksi bersih sungai merupakan ide yang sangat menarik. “Awalnya kami harus melihat dan melakukan pengecekan terlebih dahulu di data yang kami punya, apakah kegiatan seperti ini sudah dilakukan atau belum. Kegiatan KPC Bogor awalnya kami kira sama seperti yang dilakukan masyarakat di sekitar Sungai Cikapundung, Bandung yang sudah mendapatkan Rekor MURI dalam aksi bersih Sungai Cikapundung. Tapi ternyata ini berbeda, di Cikapundung masyarakatnya menggunakan ban dalam atau kukuyaan dalam membersihkan Sungai Cikapundung. Lomba mulung sampah Ciliwung ternyata melibatkan lebih banyak peserta yaitu warga bantaran dan berkelanjutan” ungkap Ngadri. 

KPC Bogor secara resmi akan mempublikasikan Rekor MURI pada Jumat malam tanggal 7 Juni 2013 di Kedai Telapak, Gedung Alumni IPB, Jalan Pajajaran Bogor pada pukul 19.00-21.00 WIB. Publikasi Rekor MURI ini sekaligus ajang kumpul bersama KPC Bogor dengan para relawan yang sudah membantu dan menyukseskan kegiatan lomba mulung sampah di Sungai Ciliwung. 

Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung, Een Irawan Putra menyampaikan bahwa tercatatnya lomba mulung sampah Ciliwung di Museum Rekor Dunia-Indonesia menunjukkan semangat kebersamaan warga bantaran Sungai Ciliwung dengan Pemerintah Kota Bogor dalam menyelamatkan Sungai Ciliwung sudah tumbuh dengan baik. Hal ini juga dibuktikan dengan banyaknya relawan yang terlibat pada saat kegiatan berlangsung. “Banyak pihak yang bergabung menjadi relawan untuk mendampingi warga membersihkan Sungai Ciliwung. Warga juga sangat antusias menyambut kegiatan lomba mulung yang dilakukan setiap tahun ini. Semoga tahun berikutnya menjadi semakin meriah, menjadi ikon baru untuk Kota Bogor dalam peringatan Hari Jadi Bogor serta menjadi sebuah pesta rakyat. Warga menjaga dan merawat Sungai Ciliwung dalam suasana riang gembira” kata Een. 

Walikota Bogor Diani Budiarto menyambut baik apa yang sudah diinisiasi oleh Komunitas Peduli Ciliwung Bogor. Pemerintah Kota Bogor tetap terus mendukung inisiatif warga Kota Bogor yang tergabung dalam komunitas untuk menjaga dan melestarikan Sungai Ciliwung yang mengalir disepanjang Kota Bogor. “Rekor Dunia-Indonesia yang diberikan oleh MURI membuktikan bahwa Pemerintah Kota Bogor memiliki komitmen yang tinggi terhadap upaya penyelamatan Sungai Ciliwung. Lomba mulung sampah Ciliwung sudah menjadi sebuah agenda resmi dalam salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor” ungkap Diani. 

KONTAK 

Een Irawan Putra, Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung Bogor mobile phone: 0813 88041414, e-mail: irawanputra@gmail.com 

Ngadri, Museum Rekor Dunia Indonesia mobile: 081381899979 

Anggit Saranta, Permintaan dokumentasi foto mobile phone: 0813 88227270, e-mail: anggitworld@gmail.com 

CATATAN UNTUK EDITOR: 

• Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 117 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi DKI Jakarta. 

 • Terdapat 12 kelurahan yang menjadi peserta Lomba Mulung Ciliwung tahun ini yaitu Kelurahan Tajur, Kelurahan Sindang Rasa, Kelurahan Katulampa, Kelurahan Sukasari, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Cibuluh, Kelurahan Kedung Halang dan Kelurahan Tanah Sareal. 

 • Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) adalah sebuah komunitas warga yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung. Komunitas ini berbasis di Bogor. Informasi lebih detil tentang kompetisi dan komunitas ini dapat diperoleh di www.tjiliwoeng.blogspot.com 

------------------------------------

English Version

PRESS RELEASE 
Picking up Trash from Ciliwung River break MURI

June 7, 2013 – Ciliwung River Care Community (Komunitas Peduli Ciliwung/KPC) Bogor is finally recognized by Indonesia - World Record Museum (MURI) for its fifth picking up trash competition, as the “Picking up trash competition with the most participants”. As much as 2,458 people from Bogor went down to the river last Saturday, June 1st, to clean up the river. They scavenged garbage from the stream and also on the riverbanks, and collected 2,678 sacks of inorganic garbage. 

After five years consistently doing this activity, this year has become a special year for KPC Bogor and Bogor government. There has been 6,163 participants and 9,346 25kg-sacks of inorganic garbage collected, and assessed by 480 judges.

Ngadri, representing MURI, conveys that the activity initiated by KPC Bogor deserves an award record. The continuity and involvement of various parties as well as the residents in cleaning the river is a very interesting idea. “First, we must check in advance on the data we have, whether such activity has already been carried out or not. We thought KPC Bogor’s activity was the same as the community around Cikapundung river’s in Bandung, that had gotten a MURI record. But it is in fact different. People there used tubes or kukuyaan in cleaning the Cikapundung. The one in Ciliwung turns out involving more participants who are the residents living on the riverbanks and more sustainable”, said Ngadri. 

KPC Bogor will officially publish MURI record on Friday night (7-8 pm), June 7th, 2013, in Kedai Telapak, Gedung Alumni IPB, on Jalan Pajajaran Bogor. This will also be a gathering between KPC Bogor and the volunteers helped supporting this competition. 

KPC coordinator, Een Irawan Putra, said that the record awarded for this competition shows the spirit of togetherness between the residents on the Ciliwung riverbanks and the Bogor city government in saving the Ciliwung River has grown well. This is also showed by the increasing number of volunteers involved in the activity. “Many parties volunteered to clean Ciliwung river. Residents are also waiting enthusiastically for this yearly competition. Hopefully, it will be merrier next year and become a new icon for Bogor city in celebrating its anniversary. Let people care for Ciliwung river happily”, he said. 

The mayor of Bogor, Diani Budiarto, welcomes very well what has KPC Bogor been initiated. Bogor government will keep supporting KPC’s initiative to guard and preserve Ciliwung river flowing along Bogor city. “The MURI record given proved that Bogor city government has a high commitment to safe Ciliwung river. This competition is now an official agenda adjacent to Bogor’s anniversary”, Diani stated. 

CONTACT 
Een Irawan Putra, Komunitas Peduli Ciliwung Bogor Coordinator. mobile phone: 0813 88041414, e-mail: irawanputra@gmail.com 

Ngadri, Indonesia World Record Museum. mobile: 081381899979 

Anggit Saranta, Documentation and photo request. mobile phone: 0813 88227270, e-mail: anggitworld@gmail.com 

NOTE FOR EDITOR: 

• Ciliwung river flows 117 km from Telaga Warna Conservatory in Puncak to Jakarta Bay. This river flows through Bogor regency, Bogor city, Depok city, and DKI Jakarta. 

• There are 12 villages participated in this year Picking up trash competition. Those villages are Tajur, Sindang Rasa, Katulampa, Sukasari, Babakan Pasar, Baranangsiang, Sempur, Bantarjati, Kedung Badak, Cibuluh, Kedung Halang, and Tanah Sareal. 

• Ciliwung Care Community or Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) is a voluntary community that cares for Ciliwung river sanitation and preservation. This community is based in Bogor. More detailed information about this community and competition can be seen in www.tjiliwoeng.blogspot.com
Previous
Next Post »