RILIS PERS Lebih dari 2,500 Karung Sampah Diangkat dari Sungai Ciliwung




Warga Bogor Antusias mengikuti Lomba Mulung Sampah Ciliwung
Bogor, 1 Juni 2013- Sebanyak 2,678 karung berisi sampah anorganik berhasil diangkat oleh warga Kota Bogor dari Sungai Ciliwung. 2,458 warga Bogor turun ke Sungai Ciliwung pagi tadi. Mereka memungut sampah yang mengalir di sungai juga yang terdapat di bantaran. Hari ini Lomba Mulung Sampah Ciliwung antar-kelurahan se-Kota Bogor kembali dihelat oleh Komunitas Peduli Ciliwung dan Pemerintah Kota Bogor.

Ada yang tidak biasa Sabtu pagi ini di sepanjang Sungai Ciliwung di Kota Bogor. Sungai itu ramai dipenuhi orang-orang yang menenteng karung dan memungut sampah. Tak jarang beberapa dari mereka harus berdiri di tengah derasnya arus sungai dan berbasah-basahan untuk mengambil sampah yang menyangkut di bebatuan dan terbelit di dasar sungai. Mereka merupakan warga Bogor yang mengikuti Lomba Mulung Sampah Ciliwung antar Kelurahan se-Kota Bogor.

Lomba ini merupakan acara tahunan yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Ciliwung Bogor. Kelurahan yang terletak di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung ini berlomba untuk mendapatkan piala bergilir dari Walikota Bogor serta hadiah uang tunai puluhan juta rupiah. Kriteria penilaian dalam lomba adalah jumlah karung yang dikumpulkan, jumlah peserta yang ikut berpartisipasi dan kreativitas warga selama lomba. Dari penilaian tersebut setiap kelurahan mendapatkan poin yang kemudian dijumlah. Kelurahan yang mendapatkan poin tertinggi yang akan menjadi pemenang.

Sebanyak 2,678 karung berukuran 25 kilogram berisi sampah anorganik berhasil diangkat dari Sungai Ciliwung. Sampah ini kemudian akan diangkut oleh Dinas Kebersihan. Kebanyakan sampah didominasi oleh sampah plastik, sebagian adalah sampah yang sudah lama menumpuk sehingga menyangkut di bebatuan dan membentuk lilitan-biasa disebut “anakonda” oleh anggota Komunitas Peduli Ciliwung.
Setelah penghitungan poin, Kelurahan Tanah Sareal berhasil menyabet gelar juara dan mendapatkan piala bergilir Walikota Bogor, diikuti oleh Kelurahan Bantarjati dan Kelurahan Sempur. Piala dan hadiah akan diserahkan langsung oleh Walikota Bogor pada 3 Juni mendatang di Gedung DPRD pada saat puncak Hari Jadi Bogor.

Tahun ini merupakan tahun kelima acara lomba mulung diselenggarakan. Tahun kemarin acara ini resmi mendapat dukungan Pemerintah Kota Bogor dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Jadi Bogor. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, Daud Nedo Darenoh mengatakan, ”Kami memang berkomitmen mendukung pelestarian Ciliwung. Kami harap ini bisa berlangsung terus karena sangat positif. Masyarakat sudah tahu bahwa pada Hari Jadi Bogor ada kegiatan bersih Ciliwung. Semoga masyarakat sadar dan bisa terus menjaga Ciliwung tidak hanya pada saat Hari Jadi Bogor.”

Ketua Gerakan Ciliwung Bersih, Erna Witoelar dan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Setiawan juga menyatakan dukungannya agar kegiatan ini selanjutnya bisa dilakukan serentak dari Puncak hingga Jakarta.

Muslich menambahkan, “Kami juga berharap kota lain bisa mereplikasi kegiatan semacam ini. Bayangkan jika dari Bogor, Depok hingga Jakarta dari hulu ke hilir bisa diselenggarakan acara seperti ini, akan luar biasa sekali dampaknya terhadap kelestarian Sungai Ciliwung.”

KONTAK

Muhamad Muslich, Koordinator Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke-5
mobile phone: 0813 812 34648, e-mail: muhamad.muslich@ui.ac.id

Daud Nedo Darenoh, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor
mobile: 081316499494

Sheila Kartika, permintaan dokumentasi, foto
mobile phone: 0856 887 1996, e-mail: sheilakartika88@gmail.com


CATATAN UNTUK EDITOR:
•Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 117 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi DKI Jakarta.

• Terdapat 12 kelurahan yang menjadi peserta Lomba Mulung Ciliwung tahun ini yaitu Kelurahan Katulampa, Kelurahan Tajur, Kelurahan Sindang Rasa, Kelurahan Sukasari, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Cibuluh, Kelurahan Kedung Halang dan Kelurahan Tanah Sareal.

•Penilaian dalam kompetisi ini berdasarkan atas tiga kriteria, yaitu: (1) jumlah warga yang ikut berpartisipasi di setiap kelurahan (2) jumlah karung sampah berukuran 25 kg yang terkumpul, dan (3) dukungan dari warga masyarakat di setiap kelurahan (moril dan materiil) serta kreativitas warga.

•Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) adalah sebuah komunitas warga yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung. Komunitas ini berbasis di Bogor. Informasi lebih detil tentang kompetisi dan komunitas ini dapat diperoleh di www.tjiliwoeng.blogspot.com
Previous
Next Post »