Kota Bogor BEBAS SAMPAH

Wujudkan komitmen untuk membuat Sungai Ciliwung di Kota Bogor BEBAS SAMPAH

Warga Bogor tidak Buang Sampah lagi ke Sungai CIliwung
Satukan Gerak Langkah Warga - Ciliwung

Lokasi Kegiatan dan Acara:

Lapangan Lebak Kantin

SEMPUR - BOGOR

Minggu 14 Maret 2010
Semangat Pantang KenduRRR
oleh Anak Peri pada 28 Oktober 2009

Biar saja keadaan Ciliwung sekarang ini menjadi musuh bersama, karena mungkin hanya itulah cara untuk menjaga semangat tetap hot dan tindakan tetap seirama untuk memerdekakan diri bersama-sama. Ciliwung bersih akan menjadi budaya. Budaya yang memerdekakan orang beserta keturunannya dari bencana dan nasib buruk lainnya. Mari Merdeka ....

Logo komunitas Peduli Ciliwung
KompetiSi CiliwunG BersiH
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Juli - 25 - 2009

Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-64, sejumlah warga Bogor yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) akan menyelenggarakan kegiatan pembersihan sampah Ciliwung di Kota Bogor. Kegiatan ini berjudul Kompetisi Pemulungan Sampah Ciliwung Antar Kelurahan dengan tema “Ciliwung Bersih, Warga Merdeka”. ...

Ciliwung Bersih Warga Merdeka
Tjiliwoeng ber-Gojang
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Juni - 2 - 2009

“Ayoo Mang … jangan malu2. Kang Dadaaang … paling cakep, hayu goyang bareng saya. Jangan lupa mari kita goyang untuk Ciliwung tercinta …”

Orkes Melayu Gerobak Dorong
Impian Anda dan Kami
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 31 - 2009

'Sungai yang indah, berair bening dan sejuk bukanlah hal tidak bisa didapatkan'. Apalagi jika dihias pepohonan rindang dan pokok bambu di tepiannya. Bukankah ini mimpi yang kita dambakan ? ...

Mari turut dalam Aksi Ciliwung Bersih
Selamat Hari Air Sedunia
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 22 - 2009

Sungguh indah bisa meluangkan waktu, walau hanya beberapa saat, mengotori diri kita dari pagi hingga siang. Hanya ini lah yang dapat kami lakukan, melihat yang terjadi dan mencoba turut menganyunkan lengan, membuka jemari kita, dan meraih apa yang telah kita buang tuk tempatkan kembali ke tempatnya dengan baik.

Mari turut dalam Aksi Ciliwung Bersih
AKSI Pertama - Bersih Ciliwung
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 15 - 2009

Pada hari minggu 15 Maret 2009, kita telah turun membersihkan Sungai Ciliwung di beberapa titik. Acara dimulai dari jam 06:30 s/d 13:00 WIB, di sekitar lapangan sempur. Aksi bersih dan mulung sampah Ciliwung ini di dihadiri oleh lebih kurang 80 orang, yang terdiri atas bebrapa kelompok, tersebutlah Komunitas Kampoeng Bogor, Telapak, Gekko, Lawalata, Forest Watch Indonesia dan teman-teman dari TN Gunung Gede Pangrango dan kawan dari Kebun Raya Bogor. Sukes untuk kita semua, ....

Ciliwung Rusak - Hirup Balangsak
TJILIWOENG DREAMS
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Feb - 22 - 2009

wadah bagi upaya Mewujudkan Mimpi-Mimpi Warga tentang Sungai Ciliwung. Mimpi akan sungai yang indah, berair bening dan sejuk. Dihias rindang pepohonan dan pokok bambu di tepiannya. Ditingkah aktivitas warga yang memancing ikan, mandi dan mencuci. Tanpa tumpukan sampah kotor dan limpahan air coklat penyebab banjir di hilirnya

About Tjiliwoeng Dreams
Dari Katulampa hingga Pasar Bogor
Posted by Tjiliwoeng Dreams On March - 3 - 2009

Beberapa waktu lalu saya iseng2 mencoba menyusuri Ciliwung dari Katulampa sampai Pasar Bogor. Sebelumnya saya pernah bermimpi tentang Tjiliwoeng Tempo Doeloe yang asri, indah, airnya bening, banyak anak kecil yang mandi dan bermain di sungai, serta ibu2 yang asik mencuci pakaian di tepiannya. Penyusuran yang saya lakukan kali ini bukanlah mimpi, namun kenyataan sesungguhnya yang saya temukan. Tujuan saya kala itu hanya satu, ingin tahu darimana asal tumpukan sampah di Ciliwung (Kota Bogor) dan apa penyebab sulitnya memancing ikan di sana.

Debit air dari Bendungan Katulampa
Susur Ciliwung ... Asik
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Jan - 28 - 2009

Untuk kesekian kalinya saya bersama segerombolan kecil teman2 (tanpa nama) kembali turun kali Ciliwung. Masih dengan semangat membara menuju Ciliwung baik dan bersih, walau harus dilakukan sendiri. Kami memotret lokasi2 penumpukan sampahdi sepanjang Ciliwung dan sekaligus mencoba memetakannya secara sederhana. Tidak muluk2, hanya di seputar kota Bogor. Dari bendungan Katulampa, hingga ke perbatasan dengan Cilebut.

Ngapain tuh mbuntutin orang ...

[Rilis Pers] Ngariung Ciliwung: Ngurus Ciliwung Mesti Bareng-Bareng

Pengirim Tjiliwoeng Dreams On Minggu, Desember 29, 2013 1 Komentar
Bojong, 29 Desember 2013- 21 Komunitas Ciliwung mulai dari Puncak, Bogor sampai dengan Muara, Jakarta mendorong dan mengajak masyarakat di sepanjang Ciliwung dan pemerintah daerah di Jawa Barat untuk mendukung restorasi ekosistem di Jawa Barat yang merupakan kawasan tengah dan hulu Sungai Ciliwung. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Komunitas Ciliwung di akhir tahun 2013 ini adalah mengadakan kegiatan “Ngariung Ciliwung” yang mengundang Gubernur Jawa Barat, Walikota Bogor, Bupati Bogor dan Walikota Depok yang dilakukan di Kampung Glonggong, Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Komunitas Ciliwung mengajak semua pihak baik dari Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Kementerian Lingkungan Hidup, BPDAS Citarum Ciliwung dan pihak swasta, serta masyarakat luas untuk berkumpul bersama dan membangun komitmen bersama untuk restorasi Ciliwung.

Muhamad Muslich dari Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, yang juga Koordinator Kegiatan Ngariung Ciliwung mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mempertemukan ide-ide lokal untuk mendukung restorasi Sungai Ciliwung. “Komunitas Ciliwung di berbagai titik telah memberikan contoh nyata dengan kegiatan-kegiatan yang unik untuk mendukung pemulihan sungai. Meski sifatnya sangat lokal namun kegiatan mereka dapat berdampak luas. Ini potensi yang harus didukung baik oleh pemerintah daerah ataupun sektor swasta” tegasnya. 

Erna Witoelar, Ketua Gerakan Ciliwung Bersih yang sekaligus sebagai pemandu kegiatan Ngariung Ciliwung menyampaikan bahwa setelah acara ngariung diadakan oleh komunitas ciliwung, semoga akan ada kegiatan ngariung yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Jawa Barat yang mengundang 21 komunitas ciliwung yang saat ini sudah hadir. “Didalam ngariung ini kita mendapatkan banyak ide-ide kreatif upaya restorasi Ciliwung. Semangat komunitas ciliwung ini sangat bagus” ungkap Erna Witoelar. 

Walikota Depok, Nur Mahmudi Is’mail yang hadir didalam acara ngariung Ciliwung mengatakan bahwa kita perlu pemahaman bersama tentang konsep restorasi Sungai Ciliwung mulai dari hulu sampai dengan hilir. Pemerintah pusat silahkan menetapkan berapa meter untuk garis sepadan sungai di hulu sampai dengan hilir Ciliwung, sehingga kami pemerintah daerah bisa memperkuat melalui peraturan daerah. “Setelah disepakati garis sepadan sungainya, mari kita terapkan aturan-aturan yang sudah ada tentang pengelolaan sampah, limbah dan bantaran sungai. Untuk mengurangi jumlah air hujan dan sekaligus memanfaatkan air hujan, kita bisa membuat sumur resapan, membuat instalasi pengelolaan air limbah dan memperbesar atau mempercepat tampungan air hujan dengan metode sumur imbuhan. Depok sudah lama membangun sumur imbuhan, yaitu aliran air hujan yang langsung masuk ke perut bumi. 

Melalui kegiatan Ngariung Ciliwung Muslich yang mewakili Komunitas Ciliwung lainnya berharap pemerintah daerah bisa mendukung usulan-usulan kegiatan komunitas ciliwung yang berdasarkan hasil ngariung Ciliwung. Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Eddy I.M Nasution berjanji akan menyampaikan secara lengkap hasil pertemuan komunitas Ciliwung dengan pemerintah ke Gubernur Jawa Barat. “Secara singkat sudah saya sampaikan langsung rumusan dari kegiatan ngariung ciliwung kepada Gubernur Jawa barat. Kegiatan ngairung ini sangat bagus sekali. Komunitas Ciliwung sangat kompak dan bisa berkumpul semua dari hulu sampai hilir. Gubernur Jawa Barat harus melihat kekompakan dan kerjasama antar komunitas ini” katanya. 

Walikota Depok menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Depok akan berkomitmen dalam upaya restorasi Sungai Ciliwung dan mendukung kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan komunitas Ciliwung. 

KONTAK 

M. Muslich, Koordinator Kegiatan “Ngariung Ciliwung” mobile phone: 0813 812 34648, e-mail: muslich.ecology@gmail.com 

Leoni Rahmawati, permintaan video dan dokumentasi mobile phone: 0821 243 82000, e-mail: leonirahmawati@gmail.com 

CATATAN UNTUK EDITOR: 

• Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 119 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi DKI Jakarta. 

• Kegiatan Ngariung Ciliwung diinisiasi oleh Komunitas Ciliwung mulai dari Puncak, Gadog, Bogor, Cilebut, Bojong Gede, Depok, dan Condet. Berkolaborasi dengan Mapala Universitas Indonesia, Ciliwung Institute, Forum Pengurangan Resiko Bencana Kabupaten Bogor, Greeneration Indonesia, Green Teacher Indonesia, Urban Studies Universitas Indonesia, P4W IPB, BPDAS Citarum Ciliwung, Gerakan Ciliwung Bersih, Dana Mitra Lingkungan, Danone Aqua, dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. 

• Komunitas Ciliwung adalah individu, kelompok, organisasi berbadan hukum, dan masyarakat lokal di sepanjang Sungai Ciliwung yang peduli terhadap kelestarian Sungai Ciliwung. Saat ini sudah ada 21 Komunitas Ciliwung mulai dari Puncak, Bogor sampai dengan Muara Ciliwung, Jakarta. 

• Restorasi ekosistem sungai merupakan upaya untuk mengembalikan fungsi dan struktur sungai seperti sedia kala. Fungsi sungai yang menjadi prioritas untuk dipulihkan adalah kualitas air. Kementerian Lingkungan Hidup (2011) menyatakan bahwa sebagian besar parameter Kriteria Mutu Air (KMA) Sungai Ciliwung tidak memenuhi kelas air yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Daya tampung air Sungai Ciliwung juga perlu dipullihkan untuk dapat menampung volume air pada saat musim hujan. Pemullihan sungai dilakukan berdasarkan pendekatan ekosistem, dimana pertimbangan ekologi diprioritaskan untuk menjaga kelestarian sungai. Vegetasi di kanan-kiri sungai (disebut riparian) merupakan vegetasi yang perlu dipertahankan keberadaanya, dipulihkan, dan ditingkatkan kualitas dan kauntitasnya di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
Tags : , ,
Links: | edit post Bookmark and Share
Bogor, 27 Desember 2013- Seperti biasa, menjelang akhir tahun warga Jakarta akan mulai dihantui banjir yang berasal dari luapan Sungai Ciliwung. Untuk mengantisipasi banjir yang melanda ibu kota negara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan menggandeng banyak pihak melakukan upaya pemulihan Sungai Ciliwung di Jakarta. Upaya pengerukan, penguatan tebing sungai, tanggul, penyodetan Kali Ciliwung dan relokasi ribuan warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung terus dilakukan. Upaya tersebut merupakan bagian dari restorasi ekosistem Sungai Ciliwung yang mestinya dilakukan dari hulu sampai hilir.

Tidak ingin melihat warga Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjuang sendiri dalam upaya restorasi Sungai Ciliwung, berbagai Komunitas Ciliwung mulai dari Puncak sampai dengan Jakarta turut mendorong dan mengajak masyarakat di sepanjang Ciliwung dan pemerintah daerah untuk mendukung restorasi ekosistem di Jawa Barat yang merupakan kawasan tengah dan hulu sungai Ciliwung.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Komunitas Ciliwung di akhir tahun 2013 ini adalah mengadakan kegiatan “Ngariung Ciliwung” yang mengundang Gubernur Jawa Barat, Walikota Bogor, Bupati Bogor dan Walikota Depok. Kegiatan Ngariung (berkumpul) ini akan dilakukan pada Minggu pagi, tanggal 29 Desember 2013 di Kampung Glonggong, Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Komunitas Ciliwung mengajak semua pihak baik dari Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Kementerian Lingkungan Hidup, BPDAS Citarum Ciliwung dan pihak swasta, serta masyarakat luas untuk berkumpul bersama di Bojong. 

Muhamad Muslich dari Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, yang juga Koordinator Kegiatan Ngariung Ciliwung mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mempertemukan ide-ide lokal untuk mendukung restorasi Sungai Ciliwung. “Tidak mudah merestorasi sungai. Kita belum punya contoh. Untuk itu perlu dilakukan secara bersama-sama. Komunitas Ciliwung di berbagai titik telah memberikan contoh nyata dengan kegiatan-kegiatan yang unik untuk mendukung pemulihan sungai. Meski sifatnya sangat lokal namun kegiatan mereka dapat berdampak luas. Ini potensi yang harus didukung” tegasnya. 

Muslich yang mewakili Komunitas Ciliwung lainnya berharap Gubernur Jawa Barat, Walikota Bogor, Bupati Bogor dan Walikota Depok bisa hadir dalam acara Ngariung Ciliwung nantinya. “Surat undangan sudah kami berikan langsung kepada para pemimpin daerah ini. Semoga saja mereka berkenan hadir. Mulai tahun depan di 2014 kita bisa bersama-sama merestorasi Sungai Ciliwung. Indonesia butuh model pengelolaan sungai yang lebih baik. Saya pikir para pemimpin kita perlu menularkan semangat pemulihan tersebut kepada masyarakat luas” ungkap Muslich. 

KONTAK 
M. Muslich, Koordinator Kegiatan “Ngariung Ciliwung” mobile phone: 0813 812 34648, e-mail: muslich.ecology@gmail.com 

Leoni Rahmawati, permintaan video dan dokumentasi mobile phone: 0821 243 82000, e-mail: leonirahmawati@gmail.com 

CATATAN UNTUK EDITOR: 
• Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 119 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi DKI Jakarta.

• Kegiatan Ngariung Ciliwung diinisiasi oleh Komunitas Ciliwung mulai dari Puncak, Gadog, Bogor, Cilebut, Bojong Gede, Depok, dan Condet. Berkolaborasi dengan Mapala Universitas Indonesia, Ciliwung Institute, Forum Pengurangan Resiko Bencana Kabupaten Bogor, Greeneration Indonesia, Green Teacher Indonesia, Urban Studies Universitas Indonesia, P4W IPB, BPDAS Citarum Ciliwung, Gerakan Ciliwung Bersih, Dana Mitra Lingkungan, Danone Aqua, dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. 

• Komunitas Ciliwung adalah individu, kelompok, organisasi berbadan hukum, dan masyarakat lokal di sepanjang Sungai Ciliwung yang peduli terhadap kelestarian Sungai Ciliwung. Saat ini sudah ada 21 Komunitas Ciliwung mulai dari Puncak, Bogor sampai dengan Muara Ciliwung, Jakarta. 

• Restorasi ekosistem sungai merupakan upaya untuk mengembalikan fungsi dan struktur sungai seperti sedia kala. Fungsi sungai yang menjadi prioritas untuk dipulihkan adalah kualitas air. Kementerian Lingkungan Hidup (2011) menyatakan bahwa sebagian besar parameter Kriteria Mutu Air (KMA) Sungai Ciliwung tidak memenuhi kelas air yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Daya tampung air Sungai Ciliwung juga perlu dipullihkan untuk dapat menampung volume air pada saat musim hujan. Pemullihan sungai dilakukan berdasarkan pendekatan ekosistem, dimana pertimbangan ekologi diprioritaskan untuk menjaga kelestarian sungai. Vegetasi di kanan-kiri sungai (disebut riparian) merupakan vegetasi yang perlu dipertahankan keberadaanya, dipulihkan, dan ditingkatkan kualitas dan kauntitasnya di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
Tags : ,
Links: | edit post Bookmark and Share

NGARIUNG CILIWUNG "Ngurus Ciliwung Mesti Bareng-Bareng" 29 Desember 2013

Pengirim Tjiliwoeng Dreams On Kamis, Desember 26, 2013 0 Komentar
SILATURAHIM PARA PIHAK UNTUK MEMPERKUAT 
UPAYA PELESTARIAN DAN PEMULIHAN SUNGAI CILIWUNG 

Minggu 29 Desember 2013 

Lokasi
Tepian Sungai Ciliwung, Kampung Glonggong, Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor 

Acara Menarik dan Edukatif 
1. Arung Jeram Ciliwung (rute: Jembatan Cilebut Perumahan Bumi Pertiwi-Kampung Glonggong) 
2. Mulung Sampah Ciliwung 
3. Susur Hutan Bambu dan Kebun Buah di Sempadan Ciliwung 
4. Biotilik (pemantauan kualitas air sungai) 
5. Pameran Ikan Asli Ciliwung 6. Sarasehan Bersama Para Pihak 

Tujuan 
1.  Bertemu dan diskusi langsung dengan para pemimpin daerah Jawa Barat; Gubernur Jawa Barat, Walikota Bogor, Bupati Bogor dan Walikota Depok.
2. Mempertemukan ide-ide kreatif dan inisiatif unik yang dapat mendukung program program pemerintah daerah dalam upaya pelestarian dan pemulihan Sungai Ciliwung. 
3. Memperkuat kerjasama dan sinergisitas di antara kepala daerah pada wilayah administrasi yang dilintasi Sungai Ciliwung. 
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan pentingnya memulihkan dan melestarikan Sungai Ciliwung. 

Kontak 
M. Muslich 08138 1234 648 Email: muslich.ecology@gmail.com 
M. Ismatullah 0812 8059 8217 Email: mohammad.ismatullah@gmail.com 
Sudirman Asun 0812 1212 5108 Email: sudirmanasun@yahoo.com 

Akses 
1. Dari Jalan Raya PEMDA Karadenan, masuk melalui komplek perumahan GAPERI menuju Jembatan Pagersi 
2. Dari Jalan Raya BOJONG GEDE Masuk melalui Jl. Haji Wahid, Kampung Glonggong (akses Jalan Baru atau Jalan Tegar Beriman) 
3. Akses terdekat dari Stasiun Kereta Api Bojong Gede, naik Ojeg Rp. 7000 ke Kampung Glonggong 

Kepanitiaan oleh : 
Kolaborasi Komunitas Ciliwung 
Sekretariat Pusat Panitia Ngariung Ciliwung Gedung Pusgiwa Lantai 1 
Sekretariat Mapala UI Kampus UI Depok 

Untuk undangan dan peta silahkan klik disini atau disini
Tags : , ,
Links: | edit post Bookmark and Share

Free health service for Ciliwung riverbank residents in Bogor city

Pengirim Tjiliwoeng Dreams On Jumat, September 13, 2013 0 Komentar
River sanitation and hygiene are closely related to health. Some diseases, such as diarrhea and skin problems, can be caused by poor water sanitation and hygiene. These factors can also indirectly cause URTI. Therefore, preventive and curative approaches need to be done. Ciliwung Care Community (Komunitas Peduli Ciliwung / KPC) together with Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) held free health services for Ciliwung riverbank residents in Bogor city as the "Clean Ciliwung, Healthy People" campaign. In these free medical services, KPC also provided education about river health. If people are aware of this issue, they hopefully will no longer throw garbage to the river and this will preserve the water flow and quality, and will affect people's health and living improvement in overall.

On June, 9th, 2013, from 9am to 2pm, the first event was held for Sempur residents, one of the 12 villages in Bogor located on Ciliwung riverbank, involving 18 doctors and 50 volunteers. There were 423 people came that day for the free medical service. Upper respiratory tract infection (URTI), hypertension, and gastritis are the three most found illnesses during the service, followed by osteo-arthritis, skin disease, diarrhea, ear and eye disease. One doctor referred a child with suspected congenital heart disease to the local state health center. 

The second service was at Tajur village on June 30th, 2013, with 12 doctors and 30 volunteers. As much as 228 people came and URTI, hypertension, gastritis, skin disease, and arthritis once again was the most found five illnesses. Patients with angina pectoris (heart attack), hernia inguinalis, and suspected urolithiasis were immediately referred to local state health center. 

The third free health service was held on September 1st, 2013, in Baranangsiang village. With 16 doctors and 40 volunteers, KPC and Basolia recorded as many as 367 people came for the free medical service. URTI, gastritis, hypertension, myalgia, and skin disease are the most found illnesses during this service. 

Baranangsiang village is located more downstream the Ciliwung river than the two villages before. More people with skin problems were treated in this village compare to the other two. We found 20 people with skin disease in Sempur village and 28 people Tajur village, while 32 people with skin problems were found in Baranangsiang village. The unhealthy use of the river water by residents such as washing dishes and clothes, taking shower and even defecate in the river, will increase the risk of skin problems for people living downstream. This, of course, will need further research and evidence in the other downstream villages.

Dr. Yenny Vandalita.

Bogor
Tags : , ,
Links: | edit post Bookmark and Share

Tjiliwoeng Dreams

Pengirim anakperi On Senin, September 02, 2013 0 Komentar
Setelah mandangi bendera, njur hormat, tiba-tiba makpleng saya langsung ndak tega mbengok MERDEKA...!
Lha piye...? apa ya tega kalok ternyata saya masih mbuwangi sampah sesuka saya.
Trus mbayangkan kalok nanti jamannya tiba, anak-anak saya yang harus mulunginya.
Mreka belum lahir pun saya sudah prentahkan, saya sudah suruh-suruh...  

Mungkin mreka kliatan gembira, tapi apa ya saya tega???

[#mbuangsampahsembaranganadalahPENJAJAHAN#] 

gambar dipulung cuma dari sini
Tags : , , ,
Links: | edit post Bookmark and Share

Menjadi Delegasi Indonesia, KPC Bogor Bertemu Walikota Bogor

Pengirim Tjiliwoeng Dreams On Rabu, Agustus 28, 2013 0 Komentar
Perwakilan KPC Bogor melakukan audiensi dengan Walikota Bogor
Selama lima tahun melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk membangun kepedulian warga dan mengajak warga Kota Bogor untuk peduli dan ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan Sungai Ciliwung, KPC Bogor mendapat banyak apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satu lembaga yang mengapresiasi aktivitas dan gerakan KPC Bogor adalah sebuah lembaga di Brisbane, Australia yaitu International River Foundation (IRF). IRF mengundang perwakilan KPC Bogor untuk menjadi salah satu pembicara dalam event International River Symposium yang akan dilaksanakan pada tanggal 23-26 September 2013 di Brisbane, Australia.

Berbagai kalangan seperti akademisi, peneliti, LSM, dunia usaha dan perwakilan pemerintah dari berbagai negara akan mengikuti symposium ini. KPC Bogor akan berbagi pengalaman KPC Bogor sebagai sebuah komunitas selama lima tahun mendorong warga Kota Bogor dan juga Pemerintah Kota Bogor untuk terlibat aktif dalam pengelolaan dan pelestarian Sungai Ciliwung yang ada di Kota Bogor. Pelibatan publik dan pendekatan langsung kepada masyarakat pengguna, penerima manfaat dan penerima dampak langsung dari Sungai Ciliwung adalah penting bagi KPC Bogor.

Berbagai kegiatan yang sudah dilakukan KPC Bogor adalah memulung sampah setiap minggu, menginisiasi dan sekaligus menjadi motor penggerak lomba mulung sampah ciliwung antar kelurahan se-Kota Bogor, menyemai bibit pohon, menanam pohon di sepanjang bantaran sungai, membuat model pengelolaan sampah plastik mandiri bersama masyarakat, melakukan riset sederhana bersama masyarakat dan melakukan pengobatan gratis untuk warga kurang mampu di bataran Sungai Ciliwung. KPC Bogor juga terlibat aktif dalam membangun komunikasi dengan berbagai komunitas ciliwung yang ada di hulu sampai hilir Sungai Ciliwung. 

Aktivitas KPC Bogor selama lima tahun terakhir ini telah menginspirasi banyak kalangan masyarakat untuk terlibat dalam upaya pelestarian Sungai Ciliwung. Konsep dan gerakan yang dilakukan oleh KPC Bogor juga dinilai sebagai konsep yang unik dan efektif untuk mendukung partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai. “Sungai ini adalah sebuah DAS (Daerah Aliran Sungai), ada hulu, ada tengah, dan hilir. Jika kita hanya membersihkan satu titik saja, itu tidak efektif. Jika masyarakatnya tidak paham dan tidak peduli, yang dilakukan pemerintah selama ini yaitu terus menghimbau juga tidak akan efektif. Begitu ada berbagai kegiatan yang diprakarsai oleh Komunitas Peduli Ciliwung, saya sudah suka, kita bisa jadikan stakeholder untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat” ungkap Walikota Bogor Diani Budiarto. 

Diani Budiarto juga menyampaikan bahwa kegiatan yang berasal dari sebuah gerakan masyarakat akan bisa menjadi sebuah gerakan yang dilakukan tanpa rasa paksaan. Kegiatan masyarakat tersebut tidak dilakukan karena ada aparat pemerintah yang turun ke lapangan. “Tahun 1985 Kota Bogor mendapat Adipura karena seluruh masyarakatnya mendukung tentang kebersihan dan taat terhadap aturan tentang pembuangan sampah. Di era tahun 1990 an sampai sekarang budaya tersebut hilang karena dinamika politik dan pemerintahan. Mereka menganggap sudah membayar untuk biaya kebersihan” katanya. 

Koordinator KPC Bogor, Een Irawan Putra menyampaikan tentang persiapan KPC Bogor yang akan menjadi delegasi dari Indonesia untuk menghadiri symposium ini. Een juga menyampaikan kekhawatirannya apakah tahun 2014 ketika sudah ada Walikota baru kegiatan lomba mulung sampah ciliwung antar kelurahan se-Kota Bogor yang selama ini sudah menjadi agenda resmi pemerintah Kota Bogor akan tetap dilanjutkan. Tahun 2013 kegiatan lomba mulung sampah ciliwung tercatat di rekor MURI sebagai salah satu kegiatan mulung sampah dengan jumlah terbanyak. 2.458 orang warga Kota Bogor turun ke Sungai Ciliwung dalam waktu yang bersamaan untuk memulung sampah yang ada di sepanjang sungai. “Jangan sampai tahun ini kita sudah mendapat banyak apresiasi dan dukungan terkait dengan lomba mulung sampah ciliwung. Tahun depan ketika adanya Walikota Bogor yang baru kegiatan yang melibatkan publik ini malah ditiadakan karena adanya kebijakan walikota yang baru” ungkap Een. 

Walikota Bogor akan memastikan tahun depan kegiatan lomba mulung sampah ciliwung akan tetap dilakukan. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor Daud Nedo Darenoh menyampaikan bahwa untuk anggaran tahun 2014, kegiatan lomba mulung sampah ciliwung sudah dimasukan. Walikota Bogor Bersama dengan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor akan memastikan kegiatan ini bisa dilaksanakan. “Saya sangat mengapresiasi komunitas ini. Sebuah gerakan sukarelawan yang mengajak kepedulian masyarakat. Itu mangkanya saya sangat konsern dengan KPC Bogor. Sejak tahu kegiatan KPC Bogor saya sampaikan kepada Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor bahwa kita harus back up KPC Bogor” tegas Diani yang menjabat selama dua periode sebagai Walikota Bogor. (EN)
Tags : , ,
Links: | edit post Bookmark and Share

    Arsip2 Tjiliwoeng
    Label:
    Recent Posts

    Tjiliwoeng_Dreams

    -----------------------  Global Voice -----------------------
    Komoenitas Pedoeli Tjiliwoeng
    Saoeng Tepijan Soengaij Tjiliwoeng,
    Jalan Sempur Kaler No. 62,
    Kelurahan Sempur, Bogor
    Tel.0856 123 52 98
    +++ e-mail: tjiliwoeng@gmail.com
    +++
    kontak:
    • Hari Yanto (0856-1235298),
    • Ruby Vidia Kusumah (0878-78757205),
    • Een Irawan Putra (0815-9753580),
    • Hapsoro (0815-85719872)
    TopBottom