Kota Bogor BEBAS SAMPAH

Wujudkan komitmen untuk membuat Sungai Ciliwung di Kota Bogor BEBAS SAMPAH

Warga Bogor tidak Buang Sampah lagi ke Sungai CIliwung
Satukan Gerak Langkah Warga - Ciliwung

Lokasi Kegiatan dan Acara:

Lapangan Lebak Kantin

SEMPUR - BOGOR

Minggu 14 Maret 2010
Semangat Pantang KenduRRR
oleh Anak Peri pada 28 Oktober 2009

Biar saja keadaan Ciliwung sekarang ini menjadi musuh bersama, karena mungkin hanya itulah cara untuk menjaga semangat tetap hot dan tindakan tetap seirama untuk memerdekakan diri bersama-sama. Ciliwung bersih akan menjadi budaya. Budaya yang memerdekakan orang beserta keturunannya dari bencana dan nasib buruk lainnya. Mari Merdeka ....

Logo komunitas Peduli Ciliwung
KompetiSi CiliwunG BersiH
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Juli - 25 - 2009

Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-64, sejumlah warga Bogor yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) akan menyelenggarakan kegiatan pembersihan sampah Ciliwung di Kota Bogor. Kegiatan ini berjudul Kompetisi Pemulungan Sampah Ciliwung Antar Kelurahan dengan tema “Ciliwung Bersih, Warga Merdeka”. ...

Ciliwung Bersih Warga Merdeka
Tjiliwoeng ber-Gojang
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Juni - 2 - 2009

“Ayoo Mang … jangan malu2. Kang Dadaaang … paling cakep, hayu goyang bareng saya. Jangan lupa mari kita goyang untuk Ciliwung tercinta …”

Orkes Melayu Gerobak Dorong
Impian Anda dan Kami
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 31 - 2009

'Sungai yang indah, berair bening dan sejuk bukanlah hal tidak bisa didapatkan'. Apalagi jika dihias pepohonan rindang dan pokok bambu di tepiannya. Bukankah ini mimpi yang kita dambakan ? ...

Mari turut dalam Aksi Ciliwung Bersih
Selamat Hari Air Sedunia
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 22 - 2009

Sungguh indah bisa meluangkan waktu, walau hanya beberapa saat, mengotori diri kita dari pagi hingga siang. Hanya ini lah yang dapat kami lakukan, melihat yang terjadi dan mencoba turut menganyunkan lengan, membuka jemari kita, dan meraih apa yang telah kita buang tuk tempatkan kembali ke tempatnya dengan baik.

Mari turut dalam Aksi Ciliwung Bersih
AKSI Pertama - Bersih Ciliwung
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 15 - 2009

Pada hari minggu 15 Maret 2009, kita telah turun membersihkan Sungai Ciliwung di beberapa titik. Acara dimulai dari jam 06:30 s/d 13:00 WIB, di sekitar lapangan sempur. Aksi bersih dan mulung sampah Ciliwung ini di dihadiri oleh lebih kurang 80 orang, yang terdiri atas bebrapa kelompok, tersebutlah Komunitas Kampoeng Bogor, Telapak, Gekko, Lawalata, Forest Watch Indonesia dan teman-teman dari TN Gunung Gede Pangrango dan kawan dari Kebun Raya Bogor. Sukes untuk kita semua, ....

Ciliwung Rusak - Hirup Balangsak
TJILIWOENG DREAMS
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Feb - 22 - 2009

wadah bagi upaya Mewujudkan Mimpi-Mimpi Warga tentang Sungai Ciliwung. Mimpi akan sungai yang indah, berair bening dan sejuk. Dihias rindang pepohonan dan pokok bambu di tepiannya. Ditingkah aktivitas warga yang memancing ikan, mandi dan mencuci. Tanpa tumpukan sampah kotor dan limpahan air coklat penyebab banjir di hilirnya

About Tjiliwoeng Dreams
Dari Katulampa hingga Pasar Bogor
Posted by Tjiliwoeng Dreams On March - 3 - 2009

Beberapa waktu lalu saya iseng2 mencoba menyusuri Ciliwung dari Katulampa sampai Pasar Bogor. Sebelumnya saya pernah bermimpi tentang Tjiliwoeng Tempo Doeloe yang asri, indah, airnya bening, banyak anak kecil yang mandi dan bermain di sungai, serta ibu2 yang asik mencuci pakaian di tepiannya. Penyusuran yang saya lakukan kali ini bukanlah mimpi, namun kenyataan sesungguhnya yang saya temukan. Tujuan saya kala itu hanya satu, ingin tahu darimana asal tumpukan sampah di Ciliwung (Kota Bogor) dan apa penyebab sulitnya memancing ikan di sana.

Debit air dari Bendungan Katulampa
Susur Ciliwung ... Asik
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Jan - 28 - 2009

Untuk kesekian kalinya saya bersama segerombolan kecil teman2 (tanpa nama) kembali turun kali Ciliwung. Masih dengan semangat membara menuju Ciliwung baik dan bersih, walau harus dilakukan sendiri. Kami memotret lokasi2 penumpukan sampahdi sepanjang Ciliwung dan sekaligus mencoba memetakannya secara sederhana. Tidak muluk2, hanya di seputar kota Bogor. Dari bendungan Katulampa, hingga ke perbatasan dengan Cilebut.

Ngapain tuh mbuntutin orang ...

Memahami Ciliwung melalui KPC Bogor

Pengirim rita mustikasari On Rabu, Juni 11, 2014 0 Komentar
Komunitas Peduli Ciliwung dan Sungai Ciliwung. Apa dan siapa mereka.
Tertarik mendengar berita tentang sekelompok orang yang bekerja agar Sungai Ciliwung menjadi bersih. Pengen tahu seperti apa mereka, apa yang mereka kerjakan, kenapa alasannya. Google dan mendapatkan info di twitter @tjiliwoeng. Telpon Pak Ntis untuk konfirmasi Hari Mulung Sabtu 7 Juni 2014


Ditulis oleh Inda. melindayunita95[at]rocketmail[dot]com

Sabtu pagi tanggal 7 Juni 2014, gue duduk di trotoar depan SD Sempur, Bogor, menikmati cireng dan memandangi anak-anak SD berseragam pada mondar-mandir jajan. Ngapain gue nongkrong di situ? Hmm sebenernya sih bukan untuk jajan cireng, tapi karena malem sebelumnya gue liat di twitter @tjiliwoeng yang bilang bahwa akan ada acara mulung sampah dan penanaman bibit bareng di Sungai Ciliwung Bogor. Na, ketemuannya ya di situ deket SD Sempur itu.

Sambil nunggu orang-orangnya ngumpul, gue ngobrol-ngobrol dulu seputar Ciliwung sama abang cireng di situ. Dapet twitter @tjiliwoeng pun itu karena gue googling "Kegiatan Sabtu pagi di Ciliwung Bogor".

Gue tertarik banget sama kegiatan-kegiatan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) karena menurut gue mereka adalah komunitas yang sangat terbuka pada orang-orang yang mau berpartisipasi dalam menjaga kelestarian Sungai Ciliwung. Gua sangat percaya bahwa kualitas lingkungan tempat gua hidup itu sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup gua sendiri.

Nah, yang gua tangkep waktu pertama kali baca-baca website Ciliwung Institute (Temennya Komunitas Peduli Ciliwung) yaitu mereka adalah salah satu jalan untuk gue mewujudkan impian gue: meningkatkan kualitas lingkungan hidup di negara gue.


Gue gak mau jadi orang yang bisanya marah-marah doang tiap kali banjir, gue maunya ikut jaga sungai supaya gak banjir. Kalau gue ikut bantu-bantu jaga sungai kan gua jadi merasa punya andil dalam menjaga alam, abisnya kan hidup gua juga bergantung sama alam, jadi timbal balik gitu loh. Masa alam mulu ngasih, gue juga mau ngasih sesuatu buat alam.

Terus banyak deh kegiatan-kegiatan Komunitas Ciliwung selain yang gue ikuti Sabtu pagi itu, yang menurut gue keren. Kayak penyuluhan/pemberian bimbingan pada masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, supaya mereka ngerti bahwa sungai tuh bukan tong sampah, bahwa mutu air di sungai itu penting untuk dijaga.

Gue juga ikutan merasa dikasih pengetahuan-pengetahuan baru setiap ikut kegiatan KPC, orang-orangnya baik deh, terbuka gitu gak pelit ilmu. Keterbukaan mereka jadi nilai plus sendiri buat gue, buktinya Sabtu itu kan gue dateng sendirian tuh ke depan SD Sempur, tapi mereka bikin supaya gue gak merasa gue asing di sana.

Pokoknya gue salut deh sama Komunitas Ciliwung, siap-siap aja terima gue yang akan bolak-balik muncul ikut kegiatan *nyengir*
Tags : , ,
Links: | edit post Bookmark and Share

Pengelolaan Ciliwung Cermin Pengelolaan Sungai di Indonesia

Pengirim Tjiliwoeng Dreams On Rabu, Juni 04, 2014 0 Komentar
Walikota Bogor Bima Arya menyerahkan piala bergilir lomba mulung sampah ciliwung ke-6 dan piagam
penghargaan kepada Lurah Tanah Saeral. Foto: Een Irawan Putra
Bogor|Kotahujan.com- Mengalir dari Puncak menuju Jakarta, melewati wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, keberadaan sungai Ciliwung saat ini seolah ada dan tiada. Meskipun di beberapa wilayah masih ada masyarakat yang memanfaatkan air sungai Ciliwung untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi kelestarian Sungai Ciliwung tidak diperhatikan dengan baik. Di sepanjang 117 km Sungai Ciliwung, masih banyak ditemui sampah plastik kresek, bekas makanan dan minuman, kain sisa-sia pabrik garmen, dan styrofoam. Bahkan kasur dan sofa kadang juga ikut mengalir sampai ke laut. Sampah ini yang kemudian menjadi bencana bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung. Menjadi masalah serius di Teluk Jakarta dan sebagian masyarakat di Kepulauan Seribu.

Ernan Rustiadi, Dekan Fakultas Pertanian IPB, yang ditemui di bantaran Sungai Ciliwung pada saat lomba mulung sampah ciluwung sabtu lalu (31/05) mengatakan bahwa Ciliwung adalah cerminan sungai-sungai di Indonesia secara keseluruhan. Hanya saja Ciliwung terlalu dekat dan terlalu terlihat oleh semua pihak yang mengambil keputusan terpenting di negara ini. “Yang terdekat dan terlihat saja oleh pimpinan negara, kementerian dan orang-orang penting di negeri ini tidak bisa diselesaikan apalagi sungai yang jauh yang ada di daerah-daerah. Ciliwung juga mencerminkan betapa kerjasama antar daerah dalam mengelola sungai itu tidak berjalan dengan baik. Kerjasama antara lembaga, antar kementerian berjalan dengan lambat” ujarnya. 

Ernan juga menambahkan bahwa selama ini ada yang salah dalam pandangan dan persepsi masyarakat terhadap Sungai Ciliwung. Sungai dianggap tempat sampah paling besar, cepat dan dekat dengan rumah. “Untuk memperbaiki sungai ciliwung, pertama kita harus mengubah cara pandang masyarakat terhadap sungainya, kedua mengubah perilakunya”, katanya. Disampaing itu, dia menjelaskan bahwa sungai yang bersih dan baik adalah sungai yang dapat menjalankan fungsinya sebagai bagian dari siklus perputaran air. 

Permasalahan Sungai Ciliwung yang pelik, menggugah kepedulian masyarakat dengan membentuk Komunitas Peduli Ciliwung (KPC). Saat ini sebanyak 21 komunitas telah terbentuk dari wilayah hulu di Puncak hingga hilir (Jakarta). Komunitas ini bergerak dalam pelestarian sungai Ciliwung dan mengembalikan Sungai Ciliwung menjadi sungai yang bersih, sehat, serta ekosistem yang ada bisa terjaga dengan baik. 

Salah satu upaya yang dilakukan KPC yang ada di Kota Bogor dalam menjaga kebersihan Sungai Ciliwung adalah menyelenggarakan “Lomba Mulung Sampah Ciliwung” setiap tahun. Tahun ini merupakan tahun ke-6 pelaksanaan lomba dan tahun ke-4 sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor. Lomba tersebut diselenggarakan bukan semata-mata mengangkut sampah dari Sungai Ciliwung, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan Sungai Ciliwung. Selain lomba tahunan, KPC Bogor juga melakukan kegiatan mulung sampah di Ciliwung setiap Hari Sabtu pagi. KPC Bogor berharap agar melalui kegiatan-kegiatan tersebut, semakin banyak masyarakat yang sadar dan mau terlibat dalam pelestarian Sungai Ciliwung. 

Menurut Een Irawan Putra, Kordinator KPC Bogor, okupasi bantaran sungai untuk pemukiman juga menjadi permasalahan yang harus diperhatikan dan ditangani dengan baik. Sungai Ciliwung yang memiliki kedalaman antara tiga sampai dua puluh meter ini seharusnya memiliki sempadan sungai yang jauh dari pemukiman. Dalam Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai tercantum bahwa sempadan sungai berfungsi sebagai ruang penyangga antara ekosistem sungai dan daratan, agar fungsi sungai dan kegiatan manusia tidak saling terganggu. Ciliwung termasuk dalam kategori sungai yang harus memiliki sempadan dengan lebar 15 meter dari sungai di wilayah perkotaan, dan 50 meter dari sungai di luar perkotaan. 

“Perlu dilakukan penataan kawasan sepadan sungai dan menerapkan aturan yang ada di Undang-Undang tentang sumber daya air dan peraturan pemerintah tentang sungai”, ujar Een. 

Memulai dari Kota Bogor 

Hari ini pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Bogor dalam rangka puncak perayaan Hari Jadi Bogor yang ke-532 tahun 2014, Walikota Bogor Bima Arya dan Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman memberikan piala bergilir lomba mulung sampah Ciliwung. Lurah Tanah Sareal Dandi Mulyana yang menjuarai lomba mulung sampah yang ke-6 menerima langsung piala dan piagam dari Walikota Bogor. 

Bima Arya mengaku bangga melihat semangat semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan lomba yang digagas oleh Komunitas Peduli Ciliwung Bogor (KPC Bogor) tersebut. Menurutnya, permasalahan Sungai Ciliwung harus diselesaikan bersama-sama, bukan hanya oleh pemerintah kota. Bima menantang untuk bersama-sama membuat Ciliwung menjadi bersih dalam beberapa tahun mendatang. Ia optimis hal tersebut dapat diwujudkan jika terdapat kerja sama yang baik antara semua pihak. melihat kegiatan lomba yang melibatkan ribuan warga tersebut sebagai kegiatan yang konkret dan bermanfaat. 

“Saya ingin bersama-sama komunitas dan warga mengeroyok DAS Ciliwung ini, tidak saja untuk meringankan beban warga jakarta, tapi juga untuk keselamatan warga yang tinggal di bantaran sungai. Ini juga untuk kebersihan dan keindahan kota”, tutur Bima. Kesungguhan Pemerintah Kota Bogor dalam bekerja sama mewujudkan lomba mulung tahun ini ditunjukkan dengan kehadiran Walikota Bogor, Wakil Walikota, sekretaris daerah, kepala dinas, dan perangkat kerja lainnya pada saat pelaksanaan lomba. Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman bergabung langsung dengan ratusan warga yang turun ke Sungai Ciliwung di Kelurahan Tanah Sareal. 

Penulis: Indri Guli 
Editor: Een Irawan Putra
Tags : ,
Links: | edit post Bookmark and Share

Bogor Harus Menjadi Kota Ramah Lingkungan

Pengirim Tjiliwoeng Dreams On Rabu, Juni 04, 2014 0 Komentar
Nita Sofiani, Miss Earth 2013 ikut bergabung dalam kegiatan Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke-6
yang dilaksanakan di Kota Bogor. Foto: M. Muslich
Bogor|Kotahujan.com- “Bogor harus menjadi kota yang ramah lingkungan.”

Kalimat tersebut disampaikan oleh Wali kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dalam pembukaan Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke-6, Sabtu (31 Mei) pagi di halaman Balaikota Bogor. Hal tersebut merupakan salah satu dari agenda utama yang menjadi komitmen Pemerintah Kota Bogor saat ini yang juga bertekad menjadikan Bogor sebagai model pembangunan yang melibatkan komunitas dan warga.

Bima Arya mengaku bangga melihat semangat semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan lomba yang digagas oleh Komunitas Peduli Ciliwung Bogor (KPC Bogor) tersebut. Menurutnya, permasalahan Sungai Ciliwung harus diselesaikan bersama-sama, bukan hanya oleh pemerintah kota. Bima menantang untuk bersama-sama membuat Ciliwung menjadi bersih dalam beberapa tahun mendatang. Ia optimis hal tersebut dapat diwujudkan jika terdapat kerja sama yang baik antara semua pihak. melihat kegiatan lomba yang melibatkan ribuan warga tersebut sebagai kegiatan yang konkret dan bermanfaat. 

“Saya ingin bersama-sama komunitas dan warga mengeroyok DAS Ciliwung ini, tidak saja untuk meringankan beban warga jakarta, tapi juga untuk keselamatan warga yang tinggal di bantaran sungai. Ini juga untuk kebersihan dan keindahan kota”, tutur Bima. 

Kordinator KPC Bogor, Een Irawan Putra, mengakui kesungguhan Pemerintah Kota Bogor dalam bekerja sama mewujudkan lomba mulung tahun ini. Dukungan pemerintah ditunjukkan dengan kehadiran walikota, wakil walikota, sekretaris daerah, kepala dinas, dan perangkat kerja lainnya pada saat pelaksanaan lomba. Selain Pemerintah Kota Bogor, Een optimis bahwa masih banyak pihak yang percaya dengan program-program yang digagas oleh KPC Bogor. “Selama enam tahun melaksanakan lomba mulung, banyak pihak yang masih percaya pada KPC Bogor. 

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya instansi maupun individu yang mendukung dan mensponsori kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh KPC Bogor, salah satunya adalah lomba mulung sampah Ciliwung ini”, ujar Een. 

Lomba Mulung Sampah Ciliwung tahun ini berhasil melibatkan 2081 orang warga dan mampu mengangkut sebanyak 2089 karung sampah melebihi pencapaian lomba tahun lalu. Selain itu, ratusan relawan juga diturunkan sebagai tim penilai yang menyebar di 13 kelurahan peserta lomba. Sebagian besar relawan merupakan mahasiswa yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Biologi, Universitas Pakuan, Lawalata IPB, Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Nusa Bangsa, Semut Kecil, Himaqua IPB, FMSC IPB. Anggota Kodim 0606 Kota Bogor, staff dari PDAM Tirta Pakuan, staff BPDAS Citarum Ciliwung dan staff Dinas Kebersihan dan Pertmanan Kota Bogor juga ikut bersama dengan relawan lainnya. Keterlibatan mahasiswa dan pelajar tersebut dapat menumbuhkan dan menularkan jiwa peduli lingkungan di kalangan generasi muda. 

Penulis: Indri Guli
Tags : ,
Links: | edit post Bookmark and Share
Bogor|Kotahujan.com- 20 unit mobil pengangkut sampah dan puluhan petugas kebersihan siap diturunkan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk Lomba Mulung Sampah Ciliwung, Sabtu (31 Mei) nanti. Hal tersebut disampaikan oleh Uju Juyono, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor dalam rapat kordinasi antara Komunitas Peduli Ciliwung, DKP Kota Bogor, dan perwakilan kelurahan, Senin (26/05) kemarin. Rapat yang juga dihadiri perwakilan dari Kodim 0606 Kota Bogor ini merupakan rapat kordinasi terakhir yang membahas persiapan teknis penyelenggaraan lomba mulung sampah ciliwung antar kelurahan se Kota Bogor.

Selain DKP Kota Bogor, kepanitiaan (relawan) lomba yang termasuk rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) akan melibatkan perwakilan dari BPLH Kota Bogor, PDAM Tirta Pakuan Bogor, KODIM 0606 Kota Bogor, Jaringan KPC hulu-hilir, Mahasiswa Biologi UNPAK, Semut Kecil dan masyarakat umum. Tahun ini, Lomba Mulung Sampah Ciliwung memiliki target merangkul 3000 orang partisipan dan mampu mengangkut 3000 karung sampah di Sungai Ciliwung di Kota Bogor. 

Sebelum memulai lomba, para relawan yang berkumpul di Balaikota Bogor pada pukul 06.00 WIB akan dilepas langsung oleh Walikota Bogor Bima Arya. Ketua Gerakan Ciliwung Bersih yang juga mantan menteri pekerjaan umum Erna Witoelar, Miss Earth Indonesia 2013 Nita Sofiani dan Duta Lingkungan Elma Theana akan turun bersama Walikota Bogor ke Sungai Ciliwung. 

Kriteria penilaian lomba mulung sampah ini menekankan pada dua hal, yaitu jumlah peserta dan jumlah karung sampah yang dihasilkan di masing-masing kelurahan. Selain itu, kreativitas dan inisiatif warga juga menjadi salah satu poin yang akan mendapatkan penilaian. Namun Een Irawan Putra, Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, mengatakan bahwa tujuan lomba ini bukan semata-mata menjadi pemenang, melainkan menumbuhkan keakraban dan semangat gotong-royong di antara masyarakat.

“Jangan melihat dari nilainya, tetapi bagaimana mengajak warga untuk berpartisipasi. Momen ini adalah sebuah ajang untuk saling bekerjasama dalam menjaga Sungai Ciliwung di Kota Bogor. Dengan kerjasama yang baik, permasalahan yang ada di Sungai Ciliwung, terutama masalah sampah bisa temukan solusinya”, ujar Een. 

Pelaksanaan lomba yang menginjak tahun ke enam ini rupanya mendapat perhatian tidak hanya dari pemerintah dan masyarakat Kota Bogor, melainkan juga masyarakat luar Bogor. Tahun ini, Lomba Mulung Sampah Ciliwung akan dihadiri oleh 100 pegawai pemerintahan Kabupaten Pringsewu, Lampung yang tertarik terhadap konsep dan tujuan lomba. Bupati Kabupaten Pringsewu dikabarkan juga akan turut bergabung bersama Walikota Bogor. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, Daud Nedo Daneroh, optimis terhadap kegiatan tahunan ini akan menyebarkan semangat pelestarian ke berbagai daerah jika dilaksanakan dengan baik oleh semua pihak. 

“Saya berharap keterlibatan kelurahan dan kecamatan tahun ini maksimal”, ujar Daud. 

 Penulis: Indri Guli
Sumber: Kotahujan.com
Tags :
Links: | edit post Bookmark and Share

[Rilis Pers] Ngariung Ciliwung: Ngurus Ciliwung Mesti Bareng-Bareng

Pengirim Tjiliwoeng Dreams On Minggu, Desember 29, 2013 1 Komentar
Bojong, 29 Desember 2013- 21 Komunitas Ciliwung mulai dari Puncak, Bogor sampai dengan Muara, Jakarta mendorong dan mengajak masyarakat di sepanjang Ciliwung dan pemerintah daerah di Jawa Barat untuk mendukung restorasi ekosistem di Jawa Barat yang merupakan kawasan tengah dan hulu Sungai Ciliwung. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Komunitas Ciliwung di akhir tahun 2013 ini adalah mengadakan kegiatan “Ngariung Ciliwung” yang mengundang Gubernur Jawa Barat, Walikota Bogor, Bupati Bogor dan Walikota Depok yang dilakukan di Kampung Glonggong, Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Komunitas Ciliwung mengajak semua pihak baik dari Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Kementerian Lingkungan Hidup, BPDAS Citarum Ciliwung dan pihak swasta, serta masyarakat luas untuk berkumpul bersama dan membangun komitmen bersama untuk restorasi Ciliwung.

Muhamad Muslich dari Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, yang juga Koordinator Kegiatan Ngariung Ciliwung mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mempertemukan ide-ide lokal untuk mendukung restorasi Sungai Ciliwung. “Komunitas Ciliwung di berbagai titik telah memberikan contoh nyata dengan kegiatan-kegiatan yang unik untuk mendukung pemulihan sungai. Meski sifatnya sangat lokal namun kegiatan mereka dapat berdampak luas. Ini potensi yang harus didukung baik oleh pemerintah daerah ataupun sektor swasta” tegasnya. 

Erna Witoelar, Ketua Gerakan Ciliwung Bersih yang sekaligus sebagai pemandu kegiatan Ngariung Ciliwung menyampaikan bahwa setelah acara ngariung diadakan oleh komunitas ciliwung, semoga akan ada kegiatan ngariung yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Jawa Barat yang mengundang 21 komunitas ciliwung yang saat ini sudah hadir. “Didalam ngariung ini kita mendapatkan banyak ide-ide kreatif upaya restorasi Ciliwung. Semangat komunitas ciliwung ini sangat bagus” ungkap Erna Witoelar. 

Walikota Depok, Nur Mahmudi Is’mail yang hadir didalam acara ngariung Ciliwung mengatakan bahwa kita perlu pemahaman bersama tentang konsep restorasi Sungai Ciliwung mulai dari hulu sampai dengan hilir. Pemerintah pusat silahkan menetapkan berapa meter untuk garis sepadan sungai di hulu sampai dengan hilir Ciliwung, sehingga kami pemerintah daerah bisa memperkuat melalui peraturan daerah. “Setelah disepakati garis sepadan sungainya, mari kita terapkan aturan-aturan yang sudah ada tentang pengelolaan sampah, limbah dan bantaran sungai. Untuk mengurangi jumlah air hujan dan sekaligus memanfaatkan air hujan, kita bisa membuat sumur resapan, membuat instalasi pengelolaan air limbah dan memperbesar atau mempercepat tampungan air hujan dengan metode sumur imbuhan. Depok sudah lama membangun sumur imbuhan, yaitu aliran air hujan yang langsung masuk ke perut bumi. 

Melalui kegiatan Ngariung Ciliwung Muslich yang mewakili Komunitas Ciliwung lainnya berharap pemerintah daerah bisa mendukung usulan-usulan kegiatan komunitas ciliwung yang berdasarkan hasil ngariung Ciliwung. Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yaitu Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Eddy I.M Nasution berjanji akan menyampaikan secara lengkap hasil pertemuan komunitas Ciliwung dengan pemerintah ke Gubernur Jawa Barat. “Secara singkat sudah saya sampaikan langsung rumusan dari kegiatan ngariung ciliwung kepada Gubernur Jawa barat. Kegiatan ngairung ini sangat bagus sekali. Komunitas Ciliwung sangat kompak dan bisa berkumpul semua dari hulu sampai hilir. Gubernur Jawa Barat harus melihat kekompakan dan kerjasama antar komunitas ini” katanya. 

Walikota Depok menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Depok akan berkomitmen dalam upaya restorasi Sungai Ciliwung dan mendukung kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan komunitas Ciliwung. 

KONTAK 

M. Muslich, Koordinator Kegiatan “Ngariung Ciliwung” mobile phone: 0813 812 34648, e-mail: muslich.ecology@gmail.com 

Leoni Rahmawati, permintaan video dan dokumentasi mobile phone: 0821 243 82000, e-mail: leonirahmawati@gmail.com 

CATATAN UNTUK EDITOR: 

• Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 119 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi DKI Jakarta. 

• Kegiatan Ngariung Ciliwung diinisiasi oleh Komunitas Ciliwung mulai dari Puncak, Gadog, Bogor, Cilebut, Bojong Gede, Depok, dan Condet. Berkolaborasi dengan Mapala Universitas Indonesia, Ciliwung Institute, Forum Pengurangan Resiko Bencana Kabupaten Bogor, Greeneration Indonesia, Green Teacher Indonesia, Urban Studies Universitas Indonesia, P4W IPB, BPDAS Citarum Ciliwung, Gerakan Ciliwung Bersih, Dana Mitra Lingkungan, Danone Aqua, dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. 

• Komunitas Ciliwung adalah individu, kelompok, organisasi berbadan hukum, dan masyarakat lokal di sepanjang Sungai Ciliwung yang peduli terhadap kelestarian Sungai Ciliwung. Saat ini sudah ada 21 Komunitas Ciliwung mulai dari Puncak, Bogor sampai dengan Muara Ciliwung, Jakarta. 

• Restorasi ekosistem sungai merupakan upaya untuk mengembalikan fungsi dan struktur sungai seperti sedia kala. Fungsi sungai yang menjadi prioritas untuk dipulihkan adalah kualitas air. Kementerian Lingkungan Hidup (2011) menyatakan bahwa sebagian besar parameter Kriteria Mutu Air (KMA) Sungai Ciliwung tidak memenuhi kelas air yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Daya tampung air Sungai Ciliwung juga perlu dipullihkan untuk dapat menampung volume air pada saat musim hujan. Pemullihan sungai dilakukan berdasarkan pendekatan ekosistem, dimana pertimbangan ekologi diprioritaskan untuk menjaga kelestarian sungai. Vegetasi di kanan-kiri sungai (disebut riparian) merupakan vegetasi yang perlu dipertahankan keberadaanya, dipulihkan, dan ditingkatkan kualitas dan kauntitasnya di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
Tags : , ,
Links: | edit post Bookmark and Share
Bogor, 27 Desember 2013- Seperti biasa, menjelang akhir tahun warga Jakarta akan mulai dihantui banjir yang berasal dari luapan Sungai Ciliwung. Untuk mengantisipasi banjir yang melanda ibu kota negara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan menggandeng banyak pihak melakukan upaya pemulihan Sungai Ciliwung di Jakarta. Upaya pengerukan, penguatan tebing sungai, tanggul, penyodetan Kali Ciliwung dan relokasi ribuan warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung terus dilakukan. Upaya tersebut merupakan bagian dari restorasi ekosistem Sungai Ciliwung yang mestinya dilakukan dari hulu sampai hilir.

Tidak ingin melihat warga Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjuang sendiri dalam upaya restorasi Sungai Ciliwung, berbagai Komunitas Ciliwung mulai dari Puncak sampai dengan Jakarta turut mendorong dan mengajak masyarakat di sepanjang Ciliwung dan pemerintah daerah untuk mendukung restorasi ekosistem di Jawa Barat yang merupakan kawasan tengah dan hulu sungai Ciliwung.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Komunitas Ciliwung di akhir tahun 2013 ini adalah mengadakan kegiatan “Ngariung Ciliwung” yang mengundang Gubernur Jawa Barat, Walikota Bogor, Bupati Bogor dan Walikota Depok. Kegiatan Ngariung (berkumpul) ini akan dilakukan pada Minggu pagi, tanggal 29 Desember 2013 di Kampung Glonggong, Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Komunitas Ciliwung mengajak semua pihak baik dari Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Kementerian Lingkungan Hidup, BPDAS Citarum Ciliwung dan pihak swasta, serta masyarakat luas untuk berkumpul bersama di Bojong. 

Muhamad Muslich dari Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, yang juga Koordinator Kegiatan Ngariung Ciliwung mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mempertemukan ide-ide lokal untuk mendukung restorasi Sungai Ciliwung. “Tidak mudah merestorasi sungai. Kita belum punya contoh. Untuk itu perlu dilakukan secara bersama-sama. Komunitas Ciliwung di berbagai titik telah memberikan contoh nyata dengan kegiatan-kegiatan yang unik untuk mendukung pemulihan sungai. Meski sifatnya sangat lokal namun kegiatan mereka dapat berdampak luas. Ini potensi yang harus didukung” tegasnya. 

Muslich yang mewakili Komunitas Ciliwung lainnya berharap Gubernur Jawa Barat, Walikota Bogor, Bupati Bogor dan Walikota Depok bisa hadir dalam acara Ngariung Ciliwung nantinya. “Surat undangan sudah kami berikan langsung kepada para pemimpin daerah ini. Semoga saja mereka berkenan hadir. Mulai tahun depan di 2014 kita bisa bersama-sama merestorasi Sungai Ciliwung. Indonesia butuh model pengelolaan sungai yang lebih baik. Saya pikir para pemimpin kita perlu menularkan semangat pemulihan tersebut kepada masyarakat luas” ungkap Muslich. 

KONTAK 
M. Muslich, Koordinator Kegiatan “Ngariung Ciliwung” mobile phone: 0813 812 34648, e-mail: muslich.ecology@gmail.com 

Leoni Rahmawati, permintaan video dan dokumentasi mobile phone: 0821 243 82000, e-mail: leonirahmawati@gmail.com 

CATATAN UNTUK EDITOR: 
• Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 119 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi DKI Jakarta.

• Kegiatan Ngariung Ciliwung diinisiasi oleh Komunitas Ciliwung mulai dari Puncak, Gadog, Bogor, Cilebut, Bojong Gede, Depok, dan Condet. Berkolaborasi dengan Mapala Universitas Indonesia, Ciliwung Institute, Forum Pengurangan Resiko Bencana Kabupaten Bogor, Greeneration Indonesia, Green Teacher Indonesia, Urban Studies Universitas Indonesia, P4W IPB, BPDAS Citarum Ciliwung, Gerakan Ciliwung Bersih, Dana Mitra Lingkungan, Danone Aqua, dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. 

• Komunitas Ciliwung adalah individu, kelompok, organisasi berbadan hukum, dan masyarakat lokal di sepanjang Sungai Ciliwung yang peduli terhadap kelestarian Sungai Ciliwung. Saat ini sudah ada 21 Komunitas Ciliwung mulai dari Puncak, Bogor sampai dengan Muara Ciliwung, Jakarta. 

• Restorasi ekosistem sungai merupakan upaya untuk mengembalikan fungsi dan struktur sungai seperti sedia kala. Fungsi sungai yang menjadi prioritas untuk dipulihkan adalah kualitas air. Kementerian Lingkungan Hidup (2011) menyatakan bahwa sebagian besar parameter Kriteria Mutu Air (KMA) Sungai Ciliwung tidak memenuhi kelas air yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Daya tampung air Sungai Ciliwung juga perlu dipullihkan untuk dapat menampung volume air pada saat musim hujan. Pemullihan sungai dilakukan berdasarkan pendekatan ekosistem, dimana pertimbangan ekologi diprioritaskan untuk menjaga kelestarian sungai. Vegetasi di kanan-kiri sungai (disebut riparian) merupakan vegetasi yang perlu dipertahankan keberadaanya, dipulihkan, dan ditingkatkan kualitas dan kauntitasnya di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
Tags : ,
Links: | edit post Bookmark and Share

    Arsip2 Tjiliwoeng
    Label:
    Recent Posts

    Tjiliwoeng_Dreams

    -----------------------  Global Voice -----------------------
    Komoenitas Pedoeli Tjiliwoeng
    Saoeng Tepijan Soengaij Tjiliwoeng,
    Jalan Sempur Kaler No. 62,
    Kelurahan Sempur, Bogor
    Tel.0856 123 52 98
    +++ e-mail: tjiliwoeng@gmail.com
    +++
    kontak:
    • Hari Yanto (0856-1235298),
    • M Muslich (0813-81234648),
    • Een Irawan Putra (0813-88041414),
    • Hapsoro (0815-85719872)
    TopBottom