Kota Bogor BEBAS SAMPAH

Wujudkan komitmen untuk membuat Sungai Ciliwung di Kota Bogor BEBAS SAMPAH

Warga Bogor tidak Buang Sampah lagi ke Sungai CIliwung
Satukan Gerak Langkah Warga - Ciliwung

Lokasi Kegiatan dan Acara:

Lapangan Lebak Kantin

SEMPUR - BOGOR

Minggu 14 Maret 2010
Semangat Pantang KenduRRR
oleh Anak Peri pada 28 Oktober 2009

Biar saja keadaan Ciliwung sekarang ini menjadi musuh bersama, karena mungkin hanya itulah cara untuk menjaga semangat tetap hot dan tindakan tetap seirama untuk memerdekakan diri bersama-sama. Ciliwung bersih akan menjadi budaya. Budaya yang memerdekakan orang beserta keturunannya dari bencana dan nasib buruk lainnya. Mari Merdeka ....

Logo komunitas Peduli Ciliwung
KompetiSi CiliwunG BersiH
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Juli - 25 - 2009

Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-64, sejumlah warga Bogor yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) akan menyelenggarakan kegiatan pembersihan sampah Ciliwung di Kota Bogor. Kegiatan ini berjudul Kompetisi Pemulungan Sampah Ciliwung Antar Kelurahan dengan tema “Ciliwung Bersih, Warga Merdeka”. ...

Ciliwung Bersih Warga Merdeka
Tjiliwoeng ber-Gojang
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Juni - 2 - 2009

“Ayoo Mang … jangan malu2. Kang Dadaaang … paling cakep, hayu goyang bareng saya. Jangan lupa mari kita goyang untuk Ciliwung tercinta …”

Orkes Melayu Gerobak Dorong
Impian Anda dan Kami
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 31 - 2009

'Sungai yang indah, berair bening dan sejuk bukanlah hal tidak bisa didapatkan'. Apalagi jika dihias pepohonan rindang dan pokok bambu di tepiannya. Bukankah ini mimpi yang kita dambakan ? ...

Mari turut dalam Aksi Ciliwung Bersih
Selamat Hari Air Sedunia
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 22 - 2009

Sungguh indah bisa meluangkan waktu, walau hanya beberapa saat, mengotori diri kita dari pagi hingga siang. Hanya ini lah yang dapat kami lakukan, melihat yang terjadi dan mencoba turut menganyunkan lengan, membuka jemari kita, dan meraih apa yang telah kita buang tuk tempatkan kembali ke tempatnya dengan baik.

Mari turut dalam Aksi Ciliwung Bersih
AKSI Pertama - Bersih Ciliwung
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 15 - 2009

Pada hari minggu 15 Maret 2009, kita telah turun membersihkan Sungai Ciliwung di beberapa titik. Acara dimulai dari jam 06:30 s/d 13:00 WIB, di sekitar lapangan sempur. Aksi bersih dan mulung sampah Ciliwung ini di dihadiri oleh lebih kurang 80 orang, yang terdiri atas bebrapa kelompok, tersebutlah Komunitas Kampoeng Bogor, Telapak, Gekko, Lawalata, Forest Watch Indonesia dan teman-teman dari TN Gunung Gede Pangrango dan kawan dari Kebun Raya Bogor. Sukes untuk kita semua, ....

Ciliwung Rusak - Hirup Balangsak
TJILIWOENG DREAMS
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Feb - 22 - 2009

wadah bagi upaya Mewujudkan Mimpi-Mimpi Warga tentang Sungai Ciliwung. Mimpi akan sungai yang indah, berair bening dan sejuk. Dihias rindang pepohonan dan pokok bambu di tepiannya. Ditingkah aktivitas warga yang memancing ikan, mandi dan mencuci. Tanpa tumpukan sampah kotor dan limpahan air coklat penyebab banjir di hilirnya

About Tjiliwoeng Dreams
Dari Katulampa hingga Pasar Bogor
Posted by Tjiliwoeng Dreams On March - 3 - 2009

Beberapa waktu lalu saya iseng2 mencoba menyusuri Ciliwung dari Katulampa sampai Pasar Bogor. Sebelumnya saya pernah bermimpi tentang Tjiliwoeng Tempo Doeloe yang asri, indah, airnya bening, banyak anak kecil yang mandi dan bermain di sungai, serta ibu2 yang asik mencuci pakaian di tepiannya. Penyusuran yang saya lakukan kali ini bukanlah mimpi, namun kenyataan sesungguhnya yang saya temukan. Tujuan saya kala itu hanya satu, ingin tahu darimana asal tumpukan sampah di Ciliwung (Kota Bogor) dan apa penyebab sulitnya memancing ikan di sana.

Debit air dari Bendungan Katulampa
Susur Ciliwung ... Asik
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Jan - 28 - 2009

Untuk kesekian kalinya saya bersama segerombolan kecil teman2 (tanpa nama) kembali turun kali Ciliwung. Masih dengan semangat membara menuju Ciliwung baik dan bersih, walau harus dilakukan sendiri. Kami memotret lokasi2 penumpukan sampahdi sepanjang Ciliwung dan sekaligus mencoba memetakannya secara sederhana. Tidak muluk2, hanya di seputar kota Bogor. Dari bendungan Katulampa, hingga ke perbatasan dengan Cilebut.

Ngapain tuh mbuntutin orang ...

Kota Bogor Siap Menggelar Lomba Mulung Sampah Ciliwung Ke-7

Pengirim Anggit Saranta On Selasa, Mei 26, 2015 0 Komentar
Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-533, Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) dan Pemerintah Kota Bogor kembali menggelar Lomba Mulung Sampah Ciliwung, Sabtu, 30 Mei 2015. Lomba tahun ini memasuki pelaksanaan ke-7 sejak digelar pertama tahun 2009. Ditargetkan 3000 warga turun ke sungai dan mengangkat 3000 karung sampah Ciliwung. Selama enam kali penyelenggaraan lomba mulung, ribuan warga Kota Bogor telah mengangkat sampah sebanyak 11.435 karung ukuran 25-50 Kg. Pada penyelenggaraan tahun 2014 kemarin, 1987 warga mengangkat 2089 karung berisi sampah anorganik dari Ciliwung.

"Grafik jumlah sampah, partisipan warga kelurahan, maupun panitia dan juri menunjukkan dinamika dari tahun ke tahun. Jumlah karung sampah yang terkumpul trennya menurun sejak 2012 meski partisipasi warga meningkat. Ini menunjukkan ada perubahan volume sampah dan tingkat kesadaran warga”, jelas Muhammad Muslich, Koordinator Lomba tahun ini.

KPC Bogor secara perlahan namun konsisten terus berupaya menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap Sungai Ciliwung. Meskipun belum diikuti oleh seluruh warga yang berada di bantaran Ciliwung, kompetisi ini telah menjadi momentum penting bagi Kota Bogor dan diharapkan dapat terus mendapatkan perhatian masyarakat luas. Muslich juga menambahkan Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke-5 yang dilaksanakan pada tahun 2013 telah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan lomba mulung sampah sungai dengan jumlah peserta terbanyak.

Pemerintah Kota Bogor mendukung penuh kegiatan lomba mulung ini. Walikota Bima Arya Sugiarto menekankan komitmen pembangunan Bogor kedepan, Bogor harus menjadi kota yang ramah lingkungan, menjadi model pembangunan yang melibatkan komunitas dan warga. Selain itu juga menekankan perubahan tidak hanya fisik, tetapi juga perubahan perilaku warganya.

“Saya ingin bersama-sama komunitas, bersama warga kita mengeroyok DAS Ciliwung ini. Tidak saja untuk meringankan beban warga Jakarta, tetapi faktor kesehatan dan keselamatan warga sekitar bantaran dan juga faktor keindahan kota,” ungkap Bima Arya pada lomba mulung tahun lalu.

Sungai Ciliwung merupakan sungai yang mengalir dengan panjang kurang lebih 120 kilometer. Sungai ini dibentuk dari penyatuan aliran puluhan sungai kecil di Kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, Jawa Barat. Ciliwung mempunyai peran yang sangat penting dalam sebuah ekosistem DAS untuk menopang kehidupan masyarakat, baik di hulu maupun hilir.

Lomba Mulung Sampah merupakan kegiatan positif yang sangat unik, berbeda, dan merupakan yang pertama dalam sejarah Kota Bogor. Warga secara serentak, dalam waktu yang sama, melakukan upaya perbaikan terhadap kondisi di sepanjang aliran Ciliwung yang penuh dengan sampah. Lomba Mulung Sampah Ciliwung antar kelurahan pada akhirnya menyediakan ruang bagi semangat kebersamaan dan gotong royong antar warga untuk memberi dampak positif bagi lingkungan hidup dan budaya bersih. Semangat inilah yang mendorong kegiatan lomba ini menjadi agenda tahunan di Kota Bogor dan sejak tahun 2012 resmi menjadi agenda Pemerintah Kota Bogor sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor. 

Sesuai dengan tema “Hayu Urang Koroyok Runtah Ciliwung”, diharapkan warga tergugah tak membuang sampah ke Sungai Ciliwung dan memperhatikan kebersihan lingkungan serta untuk menumbuhkan budaya gotong royong dan ajang silahturahmi antar warga. Lomba Mulung Sampah Ciliwung memperebutkan Piala Bergilir Ciliwung Bersih dari Wali Kota Bogor dan sejumlah hadiah menarik lainnya dari Komunitas Peduli Ciliwung dan lembaga pendukung. 

Kriteria penilaian dalam lomba ini adalah jumlah peserta yang ikut berpartisipasi, jumlah karung yang dikumpulkan dan kreativitas warga selama lomba. Dari penilaian tersebut setiap kelurahan mendapatkan poin yang kemudian dijumlah. Ada 13 Kelurahan yang ikut serta, yaitu: Kelurahan Katulampa, Kelurahan Tajur, Kelurahan Sindang Rasa, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Cibuluh, Kelurahan Kedung Halang, Kelurahan Sukaresmi, Kelurahan Tanah Sareal dan Kelurahan Sukasari.  

KONTAK 
 
Muhammad Muslich, Koordinator Lomba Mulung Sampah Ciliwung 7 mobile phone: 081381234648, e-mail: muslich.ecology@gmail.com 

FS Putri Cantika, permintaan dokumentasi dan konfirmasi peliputan mobile phone: 08567174888, e-mail: fs.putricantika@gmail.com 

Sheila Kartika, permintaan dokumentasi dan konfirmasi peliputan mobile phone: 0856 887 1996, e-mail: sheilakartika88@gmail.com 

Anggit Saranta, mobile phone: 081388227270, e-mail: anggitworld@gmail.com
Tags :
Links: | edit post Bookmark and Share
Ayo kawan kita kenali sungai sekitar kita, gali potesinya, siapa pemanfaatnya serta siapa yang menerima manfaatnya? Save River Save River Save River no River Site private, Yes a River go public mybe.

Pada tanggal 10-11 Januari 2015 Komunitas wilayah Ciliwung Cisadane (KWCC) bersama Recikal Tani lestari, Cisadane Institute, Badan teritorial Telapak Jawa bagian Barat (BTJabagbar), Pencinta Alam Institute Pertanian Bogor (Lawalata IPB), Ciliwung Institute (CI) dan para pihak yang memiliki konsen terhadap sungai akan melakukan susur anak sungai Cisadane. bagi anda yang ingin bergabung silakan kontak kami. berhubung kegiatan susur ini akan kami lakukan di tanggal !0 Januari jam 06.00WIB diharapkan para peserta datang atau berkumpul pada tanggal 9 Januari 2015. Para peserta yang akan ikutan susur akan panitia tempatkan dirumah Hari Keuhkel dan masyarakat kampung Ciketug Rt01/Rw04 untuk tempat menginap pada tanggal 9 malam. Kegiatan Susur ini mengikuti Jejak susur Ciliwung yang pertama kali dilakukan pada tanggal 8-9 Januari 2011, sehingga diharapkan bisa meyambungkan angkanya 8,9,10 dan 11 Januari di tahun yang berbeda.
Tags :
Links: | edit post Bookmark and Share

Memahami Ciliwung melalui KPC Bogor

Pengirim rita mustikasari On Rabu, Juni 11, 2014 0 Komentar
Komunitas Peduli Ciliwung dan Sungai Ciliwung. Apa dan siapa mereka.
Tertarik mendengar berita tentang sekelompok orang yang bekerja agar Sungai Ciliwung menjadi bersih. Pengen tahu seperti apa mereka, apa yang mereka kerjakan, kenapa alasannya. Google dan mendapatkan info di twitter @tjiliwoeng. Telpon Pak Ntis untuk konfirmasi Hari Mulung Sabtu 7 Juni 2014


Ditulis oleh Inda. melindayunita95[at]rocketmail[dot]com

Sabtu pagi tanggal 7 Juni 2014, gue duduk di trotoar depan SD Sempur, Bogor, menikmati cireng dan memandangi anak-anak SD berseragam pada mondar-mandir jajan. Ngapain gue nongkrong di situ? Hmm sebenernya sih bukan untuk jajan cireng, tapi karena malem sebelumnya gue liat di twitter @tjiliwoeng yang bilang bahwa akan ada acara mulung sampah dan penanaman bibit bareng di Sungai Ciliwung Bogor. Na, ketemuannya ya di situ deket SD Sempur itu.

Sambil nunggu orang-orangnya ngumpul, gue ngobrol-ngobrol dulu seputar Ciliwung sama abang cireng di situ. Dapet twitter @tjiliwoeng pun itu karena gue googling "Kegiatan Sabtu pagi di Ciliwung Bogor".

Gue tertarik banget sama kegiatan-kegiatan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) karena menurut gue mereka adalah komunitas yang sangat terbuka pada orang-orang yang mau berpartisipasi dalam menjaga kelestarian Sungai Ciliwung. Gua sangat percaya bahwa kualitas lingkungan tempat gua hidup itu sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup gua sendiri.

Nah, yang gua tangkep waktu pertama kali baca-baca website Ciliwung Institute (Temennya Komunitas Peduli Ciliwung) yaitu mereka adalah salah satu jalan untuk gue mewujudkan impian gue: meningkatkan kualitas lingkungan hidup di negara gue.


Gue gak mau jadi orang yang bisanya marah-marah doang tiap kali banjir, gue maunya ikut jaga sungai supaya gak banjir. Kalau gue ikut bantu-bantu jaga sungai kan gua jadi merasa punya andil dalam menjaga alam, abisnya kan hidup gua juga bergantung sama alam, jadi timbal balik gitu loh. Masa alam mulu ngasih, gue juga mau ngasih sesuatu buat alam.

Terus banyak deh kegiatan-kegiatan Komunitas Ciliwung selain yang gue ikuti Sabtu pagi itu, yang menurut gue keren. Kayak penyuluhan/pemberian bimbingan pada masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, supaya mereka ngerti bahwa sungai tuh bukan tong sampah, bahwa mutu air di sungai itu penting untuk dijaga.

Gue juga ikutan merasa dikasih pengetahuan-pengetahuan baru setiap ikut kegiatan KPC, orang-orangnya baik deh, terbuka gitu gak pelit ilmu. Keterbukaan mereka jadi nilai plus sendiri buat gue, buktinya Sabtu itu kan gue dateng sendirian tuh ke depan SD Sempur, tapi mereka bikin supaya gue gak merasa gue asing di sana.

Pokoknya gue salut deh sama Komunitas Ciliwung, siap-siap aja terima gue yang akan bolak-balik muncul ikut kegiatan *nyengir*
Tags : , ,
Links: | edit post Bookmark and Share

Pengelolaan Ciliwung Cermin Pengelolaan Sungai di Indonesia

Pengirim Tjiliwoeng Dreams On Rabu, Juni 04, 2014 0 Komentar
Walikota Bogor Bima Arya menyerahkan piala bergilir lomba mulung sampah ciliwung ke-6 dan piagam
penghargaan kepada Lurah Tanah Saeral. Foto: Een Irawan Putra
Bogor|Kotahujan.com- Mengalir dari Puncak menuju Jakarta, melewati wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, keberadaan sungai Ciliwung saat ini seolah ada dan tiada. Meskipun di beberapa wilayah masih ada masyarakat yang memanfaatkan air sungai Ciliwung untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi kelestarian Sungai Ciliwung tidak diperhatikan dengan baik. Di sepanjang 117 km Sungai Ciliwung, masih banyak ditemui sampah plastik kresek, bekas makanan dan minuman, kain sisa-sia pabrik garmen, dan styrofoam. Bahkan kasur dan sofa kadang juga ikut mengalir sampai ke laut. Sampah ini yang kemudian menjadi bencana bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung. Menjadi masalah serius di Teluk Jakarta dan sebagian masyarakat di Kepulauan Seribu.

Ernan Rustiadi, Dekan Fakultas Pertanian IPB, yang ditemui di bantaran Sungai Ciliwung pada saat lomba mulung sampah ciluwung sabtu lalu (31/05) mengatakan bahwa Ciliwung adalah cerminan sungai-sungai di Indonesia secara keseluruhan. Hanya saja Ciliwung terlalu dekat dan terlalu terlihat oleh semua pihak yang mengambil keputusan terpenting di negara ini. “Yang terdekat dan terlihat saja oleh pimpinan negara, kementerian dan orang-orang penting di negeri ini tidak bisa diselesaikan apalagi sungai yang jauh yang ada di daerah-daerah. Ciliwung juga mencerminkan betapa kerjasama antar daerah dalam mengelola sungai itu tidak berjalan dengan baik. Kerjasama antara lembaga, antar kementerian berjalan dengan lambat” ujarnya. 

Ernan juga menambahkan bahwa selama ini ada yang salah dalam pandangan dan persepsi masyarakat terhadap Sungai Ciliwung. Sungai dianggap tempat sampah paling besar, cepat dan dekat dengan rumah. “Untuk memperbaiki sungai ciliwung, pertama kita harus mengubah cara pandang masyarakat terhadap sungainya, kedua mengubah perilakunya”, katanya. Disampaing itu, dia menjelaskan bahwa sungai yang bersih dan baik adalah sungai yang dapat menjalankan fungsinya sebagai bagian dari siklus perputaran air. 

Permasalahan Sungai Ciliwung yang pelik, menggugah kepedulian masyarakat dengan membentuk Komunitas Peduli Ciliwung (KPC). Saat ini sebanyak 21 komunitas telah terbentuk dari wilayah hulu di Puncak hingga hilir (Jakarta). Komunitas ini bergerak dalam pelestarian sungai Ciliwung dan mengembalikan Sungai Ciliwung menjadi sungai yang bersih, sehat, serta ekosistem yang ada bisa terjaga dengan baik. 

Salah satu upaya yang dilakukan KPC yang ada di Kota Bogor dalam menjaga kebersihan Sungai Ciliwung adalah menyelenggarakan “Lomba Mulung Sampah Ciliwung” setiap tahun. Tahun ini merupakan tahun ke-6 pelaksanaan lomba dan tahun ke-4 sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor. Lomba tersebut diselenggarakan bukan semata-mata mengangkut sampah dari Sungai Ciliwung, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan Sungai Ciliwung. Selain lomba tahunan, KPC Bogor juga melakukan kegiatan mulung sampah di Ciliwung setiap Hari Sabtu pagi. KPC Bogor berharap agar melalui kegiatan-kegiatan tersebut, semakin banyak masyarakat yang sadar dan mau terlibat dalam pelestarian Sungai Ciliwung. 

Menurut Een Irawan Putra, Kordinator KPC Bogor, okupasi bantaran sungai untuk pemukiman juga menjadi permasalahan yang harus diperhatikan dan ditangani dengan baik. Sungai Ciliwung yang memiliki kedalaman antara tiga sampai dua puluh meter ini seharusnya memiliki sempadan sungai yang jauh dari pemukiman. Dalam Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai tercantum bahwa sempadan sungai berfungsi sebagai ruang penyangga antara ekosistem sungai dan daratan, agar fungsi sungai dan kegiatan manusia tidak saling terganggu. Ciliwung termasuk dalam kategori sungai yang harus memiliki sempadan dengan lebar 15 meter dari sungai di wilayah perkotaan, dan 50 meter dari sungai di luar perkotaan. 

“Perlu dilakukan penataan kawasan sepadan sungai dan menerapkan aturan yang ada di Undang-Undang tentang sumber daya air dan peraturan pemerintah tentang sungai”, ujar Een. 

Memulai dari Kota Bogor 

Hari ini pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Bogor dalam rangka puncak perayaan Hari Jadi Bogor yang ke-532 tahun 2014, Walikota Bogor Bima Arya dan Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman memberikan piala bergilir lomba mulung sampah Ciliwung. Lurah Tanah Sareal Dandi Mulyana yang menjuarai lomba mulung sampah yang ke-6 menerima langsung piala dan piagam dari Walikota Bogor. 

Bima Arya mengaku bangga melihat semangat semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan lomba yang digagas oleh Komunitas Peduli Ciliwung Bogor (KPC Bogor) tersebut. Menurutnya, permasalahan Sungai Ciliwung harus diselesaikan bersama-sama, bukan hanya oleh pemerintah kota. Bima menantang untuk bersama-sama membuat Ciliwung menjadi bersih dalam beberapa tahun mendatang. Ia optimis hal tersebut dapat diwujudkan jika terdapat kerja sama yang baik antara semua pihak. melihat kegiatan lomba yang melibatkan ribuan warga tersebut sebagai kegiatan yang konkret dan bermanfaat. 

“Saya ingin bersama-sama komunitas dan warga mengeroyok DAS Ciliwung ini, tidak saja untuk meringankan beban warga jakarta, tapi juga untuk keselamatan warga yang tinggal di bantaran sungai. Ini juga untuk kebersihan dan keindahan kota”, tutur Bima. Kesungguhan Pemerintah Kota Bogor dalam bekerja sama mewujudkan lomba mulung tahun ini ditunjukkan dengan kehadiran Walikota Bogor, Wakil Walikota, sekretaris daerah, kepala dinas, dan perangkat kerja lainnya pada saat pelaksanaan lomba. Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman bergabung langsung dengan ratusan warga yang turun ke Sungai Ciliwung di Kelurahan Tanah Sareal. 

Penulis: Indri Guli 
Editor: Een Irawan Putra
Tags : ,
Links: | edit post Bookmark and Share

Bogor Harus Menjadi Kota Ramah Lingkungan

Pengirim Tjiliwoeng Dreams On Rabu, Juni 04, 2014 0 Komentar
Nita Sofiani, Miss Earth 2013 ikut bergabung dalam kegiatan Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke-6
yang dilaksanakan di Kota Bogor. Foto: M. Muslich
Bogor|Kotahujan.com- “Bogor harus menjadi kota yang ramah lingkungan.”

Kalimat tersebut disampaikan oleh Wali kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dalam pembukaan Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke-6, Sabtu (31 Mei) pagi di halaman Balaikota Bogor. Hal tersebut merupakan salah satu dari agenda utama yang menjadi komitmen Pemerintah Kota Bogor saat ini yang juga bertekad menjadikan Bogor sebagai model pembangunan yang melibatkan komunitas dan warga.

Bima Arya mengaku bangga melihat semangat semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan lomba yang digagas oleh Komunitas Peduli Ciliwung Bogor (KPC Bogor) tersebut. Menurutnya, permasalahan Sungai Ciliwung harus diselesaikan bersama-sama, bukan hanya oleh pemerintah kota. Bima menantang untuk bersama-sama membuat Ciliwung menjadi bersih dalam beberapa tahun mendatang. Ia optimis hal tersebut dapat diwujudkan jika terdapat kerja sama yang baik antara semua pihak. melihat kegiatan lomba yang melibatkan ribuan warga tersebut sebagai kegiatan yang konkret dan bermanfaat. 

“Saya ingin bersama-sama komunitas dan warga mengeroyok DAS Ciliwung ini, tidak saja untuk meringankan beban warga jakarta, tapi juga untuk keselamatan warga yang tinggal di bantaran sungai. Ini juga untuk kebersihan dan keindahan kota”, tutur Bima. 

Kordinator KPC Bogor, Een Irawan Putra, mengakui kesungguhan Pemerintah Kota Bogor dalam bekerja sama mewujudkan lomba mulung tahun ini. Dukungan pemerintah ditunjukkan dengan kehadiran walikota, wakil walikota, sekretaris daerah, kepala dinas, dan perangkat kerja lainnya pada saat pelaksanaan lomba. Selain Pemerintah Kota Bogor, Een optimis bahwa masih banyak pihak yang percaya dengan program-program yang digagas oleh KPC Bogor. “Selama enam tahun melaksanakan lomba mulung, banyak pihak yang masih percaya pada KPC Bogor. 

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya instansi maupun individu yang mendukung dan mensponsori kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh KPC Bogor, salah satunya adalah lomba mulung sampah Ciliwung ini”, ujar Een. 

Lomba Mulung Sampah Ciliwung tahun ini berhasil melibatkan 2081 orang warga dan mampu mengangkut sebanyak 2089 karung sampah melebihi pencapaian lomba tahun lalu. Selain itu, ratusan relawan juga diturunkan sebagai tim penilai yang menyebar di 13 kelurahan peserta lomba. Sebagian besar relawan merupakan mahasiswa yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Biologi, Universitas Pakuan, Lawalata IPB, Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Nusa Bangsa, Semut Kecil, Himaqua IPB, FMSC IPB. Anggota Kodim 0606 Kota Bogor, staff dari PDAM Tirta Pakuan, staff BPDAS Citarum Ciliwung dan staff Dinas Kebersihan dan Pertmanan Kota Bogor juga ikut bersama dengan relawan lainnya. Keterlibatan mahasiswa dan pelajar tersebut dapat menumbuhkan dan menularkan jiwa peduli lingkungan di kalangan generasi muda. 

Penulis: Indri Guli
Tags : ,
Links: | edit post Bookmark and Share
Bogor|Kotahujan.com- 20 unit mobil pengangkut sampah dan puluhan petugas kebersihan siap diturunkan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk Lomba Mulung Sampah Ciliwung, Sabtu (31 Mei) nanti. Hal tersebut disampaikan oleh Uju Juyono, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor dalam rapat kordinasi antara Komunitas Peduli Ciliwung, DKP Kota Bogor, dan perwakilan kelurahan, Senin (26/05) kemarin. Rapat yang juga dihadiri perwakilan dari Kodim 0606 Kota Bogor ini merupakan rapat kordinasi terakhir yang membahas persiapan teknis penyelenggaraan lomba mulung sampah ciliwung antar kelurahan se Kota Bogor.

Selain DKP Kota Bogor, kepanitiaan (relawan) lomba yang termasuk rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) akan melibatkan perwakilan dari BPLH Kota Bogor, PDAM Tirta Pakuan Bogor, KODIM 0606 Kota Bogor, Jaringan KPC hulu-hilir, Mahasiswa Biologi UNPAK, Semut Kecil dan masyarakat umum. Tahun ini, Lomba Mulung Sampah Ciliwung memiliki target merangkul 3000 orang partisipan dan mampu mengangkut 3000 karung sampah di Sungai Ciliwung di Kota Bogor. 

Sebelum memulai lomba, para relawan yang berkumpul di Balaikota Bogor pada pukul 06.00 WIB akan dilepas langsung oleh Walikota Bogor Bima Arya. Ketua Gerakan Ciliwung Bersih yang juga mantan menteri pekerjaan umum Erna Witoelar, Miss Earth Indonesia 2013 Nita Sofiani dan Duta Lingkungan Elma Theana akan turun bersama Walikota Bogor ke Sungai Ciliwung. 

Kriteria penilaian lomba mulung sampah ini menekankan pada dua hal, yaitu jumlah peserta dan jumlah karung sampah yang dihasilkan di masing-masing kelurahan. Selain itu, kreativitas dan inisiatif warga juga menjadi salah satu poin yang akan mendapatkan penilaian. Namun Een Irawan Putra, Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, mengatakan bahwa tujuan lomba ini bukan semata-mata menjadi pemenang, melainkan menumbuhkan keakraban dan semangat gotong-royong di antara masyarakat.

“Jangan melihat dari nilainya, tetapi bagaimana mengajak warga untuk berpartisipasi. Momen ini adalah sebuah ajang untuk saling bekerjasama dalam menjaga Sungai Ciliwung di Kota Bogor. Dengan kerjasama yang baik, permasalahan yang ada di Sungai Ciliwung, terutama masalah sampah bisa temukan solusinya”, ujar Een. 

Pelaksanaan lomba yang menginjak tahun ke enam ini rupanya mendapat perhatian tidak hanya dari pemerintah dan masyarakat Kota Bogor, melainkan juga masyarakat luar Bogor. Tahun ini, Lomba Mulung Sampah Ciliwung akan dihadiri oleh 100 pegawai pemerintahan Kabupaten Pringsewu, Lampung yang tertarik terhadap konsep dan tujuan lomba. Bupati Kabupaten Pringsewu dikabarkan juga akan turut bergabung bersama Walikota Bogor. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, Daud Nedo Daneroh, optimis terhadap kegiatan tahunan ini akan menyebarkan semangat pelestarian ke berbagai daerah jika dilaksanakan dengan baik oleh semua pihak. 

“Saya berharap keterlibatan kelurahan dan kecamatan tahun ini maksimal”, ujar Daud. 

 Penulis: Indri Guli
Sumber: Kotahujan.com
Tags :
Links: | edit post Bookmark and Share

    Arsip2 Tjiliwoeng
    Label:
    Recent Posts

    Tjiliwoeng_Dreams

    -----------------------  Global Voice -----------------------
    Komoenitas Pedoeli Tjiliwoeng
    Saoeng Tepijan Soengaij Tjiliwoeng,
    Jalan Sempur Kaler No. 62,
    Kelurahan Sempur, Bogor
    Tel.0856 123 52 98
    +++ e-mail: tjiliwoeng@gmail.com
    +++
    kontak:
    • Hari Yanto (0856-1235298),
    • M Muslich (0813-81234648),
    • Een Irawan Putra (0813-88041414),
    TopBottom