Terapi Aer di Soengeij Tjiliwoeng

Air mengalir sampai jauhhhhh .... sebait lagu dari Bengawan Solo oleh Gesang
Mungkin itu yang cocok juga kita dendangkan bagi Ciliwung yang membelah kota Bogor, Jakarta, dan berujung di Muara Angke sono [hehehe ... kalo ngga salah].

“Dingin, kotor, bau dengan warna kaya susu coklat” serta penuh batu-batu segede kerbau, memenuhi beberapa bagian sungai Ciliwung. Di beberapa batu-batu lainnya, sampah juga ngga mau kalah gedenya, ada yang “segede gaban”.

Rendamlah kaki, tangan serta badan..mungkin itu bisa menghilangkan keruwetan dan penuhnya otak di kepala kita selama enam (6) hari sekali untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hanya beberapa menit kita melonggarkan sendi dan gerakan tungkai-tungkai tangan dan kaki untuk mencoba celupkan diri di air Ciliwung.


Dua kali sudah, aku dengan teman-teman (yang sok jago ini) yang menamakan diri Komunitas Ciliwung, pamer dan unjuk kekuatan dengan merendamkan kaki dan tangan di Ciliwung. Orang mungkin mikir, ini orang-orang sinting ato ngga punya kerjaan, masa mungut sampah aja ngajak-ngajak dan sok jago lagi, tiap minggu dan bawa-bawa spanduk dan ngajak-ngajak orang lagi.

“Kenapa ngga ajak pemerintah aja yang turun ke sungai Ciliwung, dengan segala fasilitas dan kemudahan yang mereka miliki, kenapa juga mesti masyarakat atawa orang susah yang bersih-bersih atawa ambil sampah di Ciliwung, bah ... kaya orang ngga ada kerjaan aja!!” kira-kira begitu kometar orang terhadap aku dengan konco-konco yang melakukan terapi air di Ciliwung ini.

Tapi banyak orang ngga nyadar kali, bahwa meluangkan waktu dengan sedikit menyentuh dan nyelupin air di Ciliwung membuat rasa kebersamaan dan rasa kesadaran kita menjadi lebih peka. Coba tengok, ada teman2 ku yang membawa anak bininya dan ada juga yang mbawa pacar dan ada juga yang mbawa isterinya ..... karena mereka tahu, air merupakan tempat paling bagus untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan kepedulian.

Dan coba kita liat, air juga mengisi kehidupan kita ini. Kalo kita dulu belajar biologi di masa-masa ES DE, kita dikasih tau ama guru bahwa 70 persen bumi ini merupakan air. Naah coba bayangkan kalo kita ngga ada air. Bagi yang suka ngopi dan begadang, ngga kebayang deh .... Coba tengok anak2 baru lahir juga udah dimandiin, malah sekarang ada yang ngelahirin dalam air. Pokoknya air merupakan obat penyembuh yang paling ampuh dan murah meriah yang telah disediakan oleh alam kepada kita. Manusia aja tanpa air mati lebih cepat daripada ngga makan ... gimana? gerindra ... ehh maksudnya ngeri ngga?????

Sebetulnya “Terapi Air”, merupakan obat ampuh untuk mengembalikan kesadaran kita, kesadaran tuk tidak membuang sesuatu ke dalam aliran Ciliwung. Tuk membuang sumpah-serapah kepada yang peduli kepada Ciliwung. Tuk sadar kepada yang memiliki niat baik terhadap Ciliwung. Dan tuk selalu menyadarkan kita untuk saling menyadari dan saling mengingatkan bahwa Ciliwung perlu untuk kepedulian kita kepada sesama.

Dan tidak pernah bosan-bosannya seperti air yang mengalir di Ciliwung, kami orang-orang yang sok jago ini, mengajak kepada siapa saja yang peduli atao yang tidak peduli untuk turun bareng dan bergandengan tangan kita melakukan terapi air di Tjiliwoeng nan Ampoeh Aernja. Ini adalah bagian dari rasa kepedulian dan kesadaran kita terhadap alam. Mari bergabung dengan kami Komunitas Ciliwung.

Salam sayang, Ejhonski
Previous
Next Post »