Wajah Mbah Tjiliwoeng di Pulo Gelius (3)

Penghuni Perairan sungai di Pulau Geulis...

Selain karakteristik fisik diatas, kami juga melakukan pengamatan organisme yang merupakan organisme bioindikator kualitas air. Pada Lokasi 1. ditemukan organisme yang terdiri dari; Nimfa Lalat Batu, Nimfa Capung Jarum dan Capung Biasa, Larva Ulat Air, Belatung Ekor Tikus. Sedangkan Lokasi 2. ditemukan; Larva Ulat Air, Lintah, Nimfa Capung Jarum, dan Nimfa Capung Biasa.



Selain itu, Aku dan Ubo juga melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi jenis-jenis ikan yang pernah ditemukan warga di sungai ini. "Sep, Man, biasanya ikan apa saja yang ada di sini?" tanyaku pada 2 anak yang sedang bermain di sungai. "Biasanya mah Benteur, lele, Lauk Emas, Gabus, Sepat, Nila, Mujaer, amun belut mah jarang pisan", jawab mereka bergantian. Jenis-jenis ikan yang sama juga disebutkan seorang bapak yang kami wawancari tak jauh dari tempat kami ber-empat.

Dari analisis yang kami lakukan, berdasarkan Bioindikator, dapat di simpulkan bahwa kondisi kualitas air di sungai lokasi Pulo Geulis masih relatif baik. Dalam menganalisis kami menggunakan lembar panduan pengamatan Bioindikator yang dibuat LIPI dan juga Perikanan IPB.

(Rubi Vidia Kusumah / Tim Riset Kualitas Air)

Previous
Next Post »

1 Komentar:

Click here for Komentar
Moes Jum
admin
16 April 2009 19.00 ×

Beneran tuh kondisi airnya masih baik? Kalo masih baik berarti bisa diminum dong ... hoeekkkk (teringat kotoran manusia yang lalu lalang saat mulung)

Congrats bro Moes Jum you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar