Sabtu, Januari 09, 2010

Tinjuan Karakter Masyarakat Pemerhati Sungai Ciliwung (dari penerawangan)

Share & Comment
Berbagai rupa muka serta karakter penghuni kawasan sungai Ciliwung Bogor ternyata sungguh luar biasanya tidak biasa seperti pada umumnya (9/01/10). Tepatnya dibawah jembatan jalan Jalak Harupat di samping kawasan lapangan Sempur yang kerap menjadi titik lokasi pemulungan, beberapa aktivitas kegiatan masyarakat terpotret di sela-sela kegiatan pemulungan sampah dilakukan.

Seperti pada gambar pertama menunjukan seorang dengan asyiknya menghitung uang. Mulutnya berkomat-kamit melafalkan satu, ribu, lima, ratus , dua, dsb. Beliau saat itu sedang duduk di sisi tangga menuju jalan Jalak Harupat dari kampung Lebak Kantin duduk menghadap sungai Ciliwung yang sedang mengalir.


Setelah diperhatikan lebih dekat, ternyata beliau sedang menghitung uang - uangan, atau uang mainan dengan nominal ribuan dan puluhan ribuan. Uang yang sedang sepertinya dihitung tersebut ternyata bukan uang yang saat ini digunakan selayaknya sebagai alat tukar yang berlaku umum dimasyarakat Indonesia saat ini. (hiahahahahahahaha)


Akhirnya saya sambil bercanda, menarik kesimpulan saja bahwa orang tersebut sedang bingung menghitung uang untuk membantu dan menyumbang uangnya untuk pelestarian sungai Ciliwung dengan menghitung dahulu uang yang dimilikinya sebelum ia menyumbang, karena posisinya ia berada di depan sungai Ciliwung.

Beberapa saat kemudian saya turun ke sungai untuk memperhatikan kondisi air waktu itu dan tebaran sampah pelastik yang pasti telah tersedia untuk di pulung. Nampak seorang tua dengan peci sedang asik memegang tulisan dan terkadang memandang aliran sungai Ciliwung. Naah saya langsung tertarik untuk memperhatikan lebih dekat bapak itu. Potongan - potongan koran tersebar dijadikan alas, beliau duduk diatas beton penahan erosi yang sengaja dipasang di sungai.


Pak tua itu sama sekali tidak mempedulikan kegiatan pemulungan yang saat itu hanya ada tiga anggota KPC yang terlibat pemulungan.  Dari dekat nampak sepasang sepatunya di taruh di belakang dan terlihat pak tua tersebut menggunakan jaket dan baju daleman berwarna coklat. Sepertinya dia bukan warga sekitar, mungkin dari jauh. Terkadang tangannya bergerak - gerak seperti gerakan menggambar atau menulis sesuatu  diatas kertas.


Saya lihat lebih dekat pak tua tersebut, ternyata beliau sedang menulis angka - angka dengan garis-garis diatas kertas dengan spidol hitam sambil terkadang melihat aliran sungai Ciliwung.


Hahaha, ternyata dan dinyata beliau sedang menghitung rumus - rumus untuk memperhitungkan bagaimana perlakukuan teknik yang diperlukan  dan ukuran serta apa saja yang dibutuhkan (rumus bagunan dan gambar teknik). Seberapa banyak yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi sungai  Ciliwung yang saat ini semakin parah dan rusak, karena cucunya sudah menuntut para pendahulunya untuk turut serta bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan. Saya berpikir semoga saja hitungan dan kode - kode tersebut tepat, sehingga kerusakan sungai Ciliwung segera dapat dilakukan perbaikan.



Ditempat lain tepat dibelakang pak tua berbaju kuning yang sedang mengkode-kode hitungan dan angka - angka terawang tersebut telah nyenyak di siang hari pukul 10:00 wib sabtu tersebut seorang laki-laki tidur pulas beralas kain dan terpal tidur di pinggir sungai dibawah kolong jembatan jalan Jalak Harupat.   Hahahaha mungkin ini dia mandor dari itu semua dari beberapa karakter manusia yang ku temui siang itu di Ciliwung. Yang satu sedang menghitung duit proyek entah dengan satuan uang dari negara mana, diatas yang pertama. Kemudian tenaga teknik sipil yang sedang menghitung kebutuhan akan perbaikan kondisi lingkungan Ciliwung yang saat ini rusak parah, terutama teknis perbaikan-perbaikan moral penghuni serta masyarakat daerah tepian sungai.  Nah sedangkan karakter yang tidur tersebut adalah karakter koordinator atau bos dari beberapa karakter sebelumnya. Setelah memastikan tim mereka bekerja dan bergerak, kepala tim/bos/ koordianator tersebut cukup tidur di sela-sela pekerjaan sedang dilakukan, karena beliau sangat dekat dengan lokasi dan dapat memastikan timnya sedang bekerja. Sungguh nikmat sang koordinator ini, tidak memperhitungkan bahaya air besar yang dapat datang tiba-tiba terutama saat ini adalah musim hujan.

Tinjauan ini adalah hasil penerawangan yang dituliskan dan didukung gambaran awal fenomena yang terjadi, jauh dari nilai-nilai ilmiah dan kejelasan, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang prilaku masyarakat yang melakukan aktivitas sehari-hari di Ciliwung. Komunitas Peduli Ciliwung mengajak anda pakar peneliti sosial kemasyarakatan untuk bersama-sama melakukan kajian lebih mendalam tentang kehidupan dan prilaku masyarakat yang hidup pinggiran Ciliwung, karena semakin lama sampah kotoran rumah tangga dan manusia semakin banyak saja dibuang di sungai Ciliwung.
Tags:

Komunitas Peduli Ciliwung Bogor berdiri sejak Maret 2009. Komunitas yang menginginkan adanya rasa kepedulian terhadap keberlangsungan sungai Ciliwung di Kota Bogor. 

2 Komentar:

Moes Jum mengatakan...

Hahahaa ... hebat banget hasil penyelidikan dan penerawangan Ciliwung ini. Ternyata banyak hal yg bisa dilihat dan dimaknai dari Ciliwung. Sayangnya gak banyak orang yang tahu dan tertarik memperhatikannya ...

Unknown mengatakan...

Ya sebagai sajian fakta menarik tapi gak jelas soa yg ingin digali sebagai solusi pencemaran sampah di S.Ciliwung.Sungguh melegakan kalau kita bisa menggalang pemerhati Viliwung yang mempunyai obsesi untuk medumuskan pelestarian.Terpikir bagaimana kl kita gali kearifan lokal yg telah berbasil menbudi dayakan bambu ysng telah terbukti dapat menangkal gerusan aliran sungsi dan mengucurkan mata air dari akar2nya

 

Artikel Populer

Tjiliwoeng on Facebook

Copyright © KOMUNITAS PEDULI CILIWUNG BOGOR | Designed by Templateism.com | Published by GooyaabiTemplates.com