Sambil nyusur, sambil check beringin kita ...

Acara susur Ciliwung kali ini agak menyimpang jadwalnya. Semestinya kegiatan ini dilakukan minggu yg lalu. Alasan berhemat tenaga karena keesokan harinya harus menghadiri acara Ciliwung lain di Jakarta (Condet) membuat KPC menunda jadwal susur-nya. Maklum kelompok Condet kan masih saudara kita juga para pecinta Ciliwung. Kan gak lucu kalau terpaksa gak hadir ke Condet hanya gara2 KPC pada kecapekan setelah sehari sebelumnya susur sungai.

Sabtu pagi, 11 Juni 2011, sama spt umumnya hari2 Sabtu lainnya di tepian Ciliwung di Bogor. Sejumlah orang berkumpul, nongkrong sembari sarapan, setelah sebelumnya berolahraga pagi. Sebagian orang lain (terutama ibu2) sibuk mencuci pakaian di tepi sungai. Ada juga beberapa ibu rumah tangga yg sibuk menenteng kantong2 plastik yg berisi sampah. Mereka mengantarkan kantong2 tsb ke tempat pembuangannya masing2, sesuai keinginan dan kesadaran para ibu2 tsb. Ada yg buang ke tempat pengumpulan sampah. Namun masih saja ada yg pagi2 sudah memulai olahraga “bowling” melemparkan kantong plastik berisi sampah itu ke Ciliwung tercinta ... hmmm teteup wae iyeuh!!


Sementara itu para relawan KPC juga berkumpul di tepian Ciliwung utk memulai aktivitas rutin “susur ciliwung” mereka. Saat susur dimulai, tercatat 4 orang laskar KPC yg terlibat, termasuk Sang Kumendan susur Hari Kikuk tentunya. Bendung Cibagoloh di Kelurahan Bantarjati adalah titik mulainya. Pada menit2 awal para relawan KPC mendata dan memeriksa pohon2 beringin dan nyamplung yg telah mereka tanam di tempat ini seminggu sebelumnya. Alhamdulillah ... dari 21 individu yang ditanam masih ada dan tumbuh normal. Hanya satu saja individu yg telah hilang karena dicabut orang. Lalu para relawan KPC memetakan individu2 tersebut dengan GPS. Harapannya nanti dapat diketahui titik koordinat pasti dari beringin dan nyamplung yg telah ditanam tersebut. Semoga ...

Lalu dua orang relawan KPC lain datang bergabung dengan tim susur ini. Mereka adalah Yoyon si Anak Peri dan Ruby.

Banyak hal dijumpai para relawan KPC dalam susur ini. Setelah bendung Cibagoloh dan lokasi penanaman, mereka juga mencatat dan mendokumentasikan sejumlah hal menarik seperti bendungan, jembatan, pipa air bersih dari mata air, mata air, bak penampungan mata air, kolam pemancingan ikan, karamba ikan, lapangan bola kecil, tumpukan sampah, selokan pembuangan, longsoran tebing sungai, inlet Sungai Cipakancilan, intake PDAM Tirta Kahuripan, lintasan pipa PDAM, tempat pengumpulan sampah daur ulang para pemulung, makam, tempat penjemuran ikan, serta daerah luas yg ditumbuhi rumpun bambu.



Para relawan juga menemukan sejumlah rumah dan bahkan dinding tembok real estate yang menutup sempadan sungai. Beberapa real estate bermasalah ini adalah My Residence di Kelurahan Bantarjati, Perumahan Kedung Badak Baru, Sukaresmi Grande, dan Vila Bogor Indah III.

Memang, jika kita berusaha mengamati dengan baik, maka banyak hal2 yang dapat ditemukan. Dan Ciliwung adalah sungai yg menyediakan segala hal yg ingin kita temui. Jika semua hal tersebut dituliskan, saya yakin seluruh halaman dalam blog ini tidak akan pernah cukup.

Susur Ciliwung kali ini akhirnya diakhiri di Desa Cilebut, Kabupaten Bogor. Usai sudah para relawan KPC melintasi Kota Bogor. Kegiatan susur selanjutnya tentunya akan dilanjutkan di wilayah administrasi Kabupaten Bogor ... terus hingga ke hilirnya di Jakarta.

terima kasih buat Oom Sudirman Asun yg masih setia ikut serta dalam setiap susur Ciliwung


 
Previous
Next Post »