Tindak Lanjut Menjaga Tjiliwoeng


KPC di Sukamulya, Bogor

Pada mulung sampah angeda mingguan KPC kali ini, KPC rupanya serasa dapat mempermalukan orang-orang yang ha ho' ha hooo' akan lingkungan di sekitarnya. Sekaligus KPC seperti naik daun dengan datangnya beberapa relawan yang saat mulung sampah pada tanggal 18/06/2011.  Kurang lebih seratus orang dari Mapala dan Sispala Kota Bogor. Mulung sampah yang ini memang gak kayak mulung sampah seperti biasanya, yang dihadiri oleh beberapa orang saja, bahkan juga pernah satu orang.

Bagi KPC mulung sampah ini mungkin yang paling berhasil karna hampir semua sampah anorganik yang ada di bantaran tjiliwoeng terangkut, sampai-sampai karung yang dibawa oleh KPC berjumlah kurang lebih 300 sak terisi semua. Serunya lagi bukan hanya anggota KPC saja dan para relawan ini yang ikutan terjun.  Ada sebagian warga sukamulya yang ikutan mulung bersama-sama KPC untuk kebersihan Tjiliwoeng.

Agenda mulung kali ini bukan hanya mulung sampah saja, tapi juga melakukan penanaman pohon Beringin dan Nyamplung.  Walaupun kondisi tanah di daerah Sukamulya ini bukan tanah biasa melainkan cadas, anggota KPC dan para relawan pantang menyerah terus semangat menggali lobang.

Dalam kegiatan ini pun KPC kedatangan tamu dari Kementerian Kehutanan, Bidang Bina Cinta Alam (BCA). Alhamdulillah ternyata Kemenhut juga peduli bukan hanya ha hoo' ha hooo' doang.  Mereka mencoba membantu KPC menggerakkan para relawan dari Mapala dan Sispala Kota Bogor.




Setelah selesai kegiatan mulung sampah dan penanaman pohon, kumendan KPC dan Kumendan susur Tjiliwoeng, menghampiri para warga yang ikutan mulung. KPC mencoba bersosialisasi dengan obrolan ringan, KPC juga menawarkan program nongkrongin Tjiliwoeng.

Awal dari obrolan

KPC:  "Haloo pak perkenalkan nama saya Hapsoro saya Kumendan KPC dan ini teman saya kumendan susur Tjiliwoeng namanya Hari Kikuk".

Warga: "Oh yaa mas saya udah kenal dengan sampean-sampean ini Karna memang sampean dan kawan sampean ini sering datang ke Sukamulya kalau waktu jadwal berkegiatan di sini".

KPC: "Iyaa saya lupa pak? kan bapak-bapak ini yang sering nongkrong di sini yaaa.... hehehe hehe"

KPC:  "Gini Pak, gimana kalau saya dan kawan-kawan KPC menawarkan suatu ide di tempat nongkrong bapak-bapak sekalian biar nongkrongnya gak percuma?"


Warga: "Apa itu Mas? bolehlah kalau memang ada manfaatnya buat lingkungan dan Tjiliweong Mas?"

KPC:  "Di sini kan buanyak empang/kolam-kolam yang dianggurin.  Gimana kalau bapak-bapak dan warga di sini mengisi empang/kolam ini dengan ikan lokal atau ikan asli Tjiliwoeng, Pak?"

Warga:  "Wahhh boleh tu Mas!! Daripada empang kami kosong begini lebih baik dimanfaatkan, lumayan kalau ikan-ikan itu nantinya bisa memberi penghasilan pada kami-kami ini Mas?"

KPC:  "Maksudnya begitu Pak.  Tapi kita cari sama-sama pasarnya, karna KPC juga belum tau ikan itu nantinya mau dijual ke mana? Tapi akan kami coba tawarkan ke KPC-KPC yang lain dari hulu sampai hilir.  Barangkali kalau memang kawan-kawan KPC membuat acara, ada yang bikin acara pelepasan ikan lokal".

Warga:  "Waaahhh kalau begitu mas-mas ini bisa bantu gak kalau ide ini kami setujui?"

KPC:  "Insya Allah Pak! Yang jelas kalau di Tjiliwoeng semakin banyak yang beraktifitas seperti ide ini, kami rasa Tjiliwoeng akan terjaga dengan sendirinya".

Warga:  "Wah kalau memang bisa mengembalikan Tjiliwoeng kayak dulu kenapa tidak ide ini kita jalani bersama-sama mas?"

Warga:  "Jadi kapan Mas ide ini akan dilakukan?"

KPC:  "Wahhh kalau begitu bapak-bapak ini kami anggap setuju dengan ide ini, kalau begitu mari kita sama-sama bikin perencanaannya mulai dari sekarang!"

KPC:  "Kita bikin anggaran pendanaannya berapa yang kira-kira diperlukan untuk satu kolam Pak? Bisa gak bapak-bapak ini bantu KPC menyusunnya?"

Warga:  "OK Mas akan coba kami susun anggarannya bersama Pak RT.  Sabtu depan yaaa Mas datang ke sini?"

KPC:  "OK Pak kami akan datang ke sini setelah kami mulung bibit Beringin dan Nyamplung.  Deal yaaa?"

Warga: "Sip!!!"

Demikianlah obrolan tindak lanjut yang akan KPC dan warga Sukamulya lakukan untuk kelestarian Tjiliwoeng.
Previous
Next Post »