Warga Sempur Belajar Budidaya


Datang pagi2 ke kantor kelurahan rasanya seperti sedang mengurus KTP aja. Namun kali ini orang tidak datang untuk urusan data kependudukan. Sabtu pagi itu, sekitar 20-an orang datang satu per satu tanpa ada rencana apa pun soal KTP maupun urusan surat keterangan. Mereka datang karena ada acara Pelatihan Budidaya Ikan di Kantor Kelurahan Sempur, Bogor. Mereka adalah para warga dari kelurahan yang berada di tepian Sungai Ciliwung tersebut.

Dengan gaya hampir berbeda, ada juga segerombolan kecil orang dengan gaya lebih santai mendatangi kelurahan yang sama. Menilik dari kendaraan yang mereka bawa, sebuah motor gerobak roda tiga, mereka adalah gerombolan laskar karung KPC Bogor. Mereka berenam rupanya yang punya gawe bikin pelatihan ini. Menurut mereka pelatihan ini adalah bagian dari proyek bantuan CSR (corporate social responsibility) Bank BNI. Walau acara ini hanya diselenggarakan sendiri oleh KPC Bogor, namun proyek bantuan ini sebenarnya juga didukung dalam bentuk kerjasama dengan Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD) dan Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN).

Belajar mengembangbiakkan ikan lokal adalah judul sederhana di acara ini. Para peserta diajarkan untuk lebih mengembangkan keahliannya dalam pemeliharaan ikan lokal. Para warga Sempur yang tadinya hanya mahir dalam pembesaran ikan di karamba, diajak untuk mulai membenihkan ikan. Mereka diajarkan melalui ulasan teori secara sederhana (materi kelas) dan setelahnya diajak serta mempraktekkan teori itu secara langsung pada ikan hidup.

Sekalipun terkesan sederhana, namun gerombolan laskar karung KPC Bogor tampaknya berusaha untuk memberikan yang terbaik. Sebuah kolam kecil di halaman belakang kantor kelurahan, sebuah bak plastik berisi 6 ekor ikan Lele Dumbo (Clarias sp.), seperangkat alat suntik (syringe) dan hormon perangsang sel pembiakan, ijuk untuk tempat meletakkan telur, dan alat timbang disediakan untuk praktek ini. Ruby dan Rinal, dua orang anggota KPC Bogor yang juga tenaga ahli perikanan dan peneliti di Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi pengajar dan pelatihnya. Sementara acara ini sendiri juga dipandu oleh seorang fasilitator dari Desa Cipeuteuy – Sukabumi, yaitu Kosar. Di akhir acara pelatihan, masing2 peserta yang hadir selanjutnya mendapat kenang2an 15 ekor ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) secara gratis ... tis tis tiis!!

Pelatihan singkat ini akhirnya diakhir selepas tengah hari.  Walau singkat, wajah2 para peserta terlihat begitu sumringah. Mereka merasakan sendiri bagaimana menghitung takaran hormon perangsang, menyuntikkan hormon ke tubuh ikan dan kemudian melepasnya ke kolam pembiakan. Beberapa dari mereka bahkan masih ada yang terus saja mendiskusikan tentang budidaya ikan bersama para pelatihnya. Para peserta terlihat begitu bersemangat sejak awal hingga akhir.

Semoga saja pelatihan ini tidak hilang begitu saja.  Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari pelatihan ini bisa ditularkan meluas ke warga yang lain. Lalu semoga pula Sungai Ciliwung dapat menjadi berkah meningkatkan perekonomian warga sekitarnya. Dan pada akhirnya Ciliwung tak jadi Ruksak, sehingga Hirup pun tak jadi Balangsak. Amiiin ...

Previous
Next Post »