CCROM/GIZ dan KPC

KPC kedatangan tamu di Hari Rabu 28 November 2012. Apa anehnya? Ya lah wong kita kan biasa beraktivitas hari Sabtu pagi untuk mulung Ciliwung atau bibit Nyamplung. Kali ini pengecualiaan.

Ini bukan kali pertama KPC kedatangan tamu. Meminta agar kita menceritakan bagaimana awal mula KPC dan kenapa memilih kegiatan mulung sebagai aktivitas utamanya. Kali ini kunjungan dari 20 orang peserta training Leadership kerjasama CCROM dan GIZ. Peserta berasal dari negara-negara Asean. Termasuk Timor Leste.




Ibu Lurah menerima rombongan dan bercerita dengan antusias soal kemenangan Kelurahan Sempur dan keterlibatan warganya menjaga Ciliwung. Juga harapan kedepannya agar sampah warga dari kelurahan ini bisa dikelola di mesin pencacah KPC. Harapan mulia semoga terwujud.

Hari Kikuk menjelaskan proses pencacahan sampah plastik di Gedung Mesin KPC T-002. Sambil menunjukkan potongan plastik sebelum dan sesudah proses pencacahan. Para peserta menyimak dengan baik. Mbak Cyntia menterjemahkan penjelasan si Kikuk.

Seorang peserta training dari Malaysia (cek lagi) mengatakan bahwa dia mensuplay mesin-mesin pencacah ke berbagai negara Asean. Jangan-jangan mesin KPC ini juga berasal dari perusahaannya? Seorang Ibu peserta dari KLH sangat antusias mendengarkan pengalaman Bu Lurah tentang keterlibatannya dengan program CSR BNI ini. Kebetulan tuh ibu bekerja di bidang kerjasama CSR, katanya. Si fasilitator yg berkebangsaan Jerman memandang kagum ruko (rumah toko) yg berdiri tepat di curamnya pinggiran Ciliwung.



Nanang si film-maker mendokumentasikan kunjungan lapang ini. Kami semua sempat membuat poto bersama di atas jembatan gantung Lebak Kantin. Ternyata beberapa peserta ada yg tidak berani melewati jembatan gantung lho.
Acara dilanjutkan dengan presentasi dan tanya-jawab di Kedai Telapak. Hilda dan Asep sudah menyiapkan makan siang ala vegetarian. Ada juga sih hidangan sih goreng ayam bagi yg suka.

Rita mengawali presentasi dengan welcoming dan latar-belakang KPC sebagai organisasi terbuka yg berbasis sukarela pesertanya. Organisation without organisation. organisation without structure kata seorang peserta dari Samarinda mencoba menyimpulkan KPC.


Kikuk melanjutkan presentasi lebih detil tentang KPC. Dan Ririn menutup dengan angka statistik dan keterangan terkait lomba mulung tahunan Ciliwung. Acara ditutup dengan tanya-jawab. Ada banyak peserta yg tidak sempat bertanya karena terkait waktu. Sayang juga gak bisa denger feedback mereka. Lain kali dengan pengaturan lebih baik.

Previous
Next Post »