Menjadi Delegasi Indonesia, KPC Bogor Bertemu Walikota Bogor

Perwakilan KPC Bogor melakukan audiensi dengan Walikota Bogor
Selama lima tahun melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk membangun kepedulian warga dan mengajak warga Kota Bogor untuk peduli dan ikut berpartisipasi dalam menyelamatkan Sungai Ciliwung, KPC Bogor mendapat banyak apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satu lembaga yang mengapresiasi aktivitas dan gerakan KPC Bogor adalah sebuah lembaga di Brisbane, Australia yaitu International River Foundation (IRF). IRF mengundang perwakilan KPC Bogor untuk menjadi salah satu pembicara dalam event International River Symposium yang akan dilaksanakan pada tanggal 23-26 September 2013 di Brisbane, Australia.

Berbagai kalangan seperti akademisi, peneliti, LSM, dunia usaha dan perwakilan pemerintah dari berbagai negara akan mengikuti symposium ini. KPC Bogor akan berbagi pengalaman KPC Bogor sebagai sebuah komunitas selama lima tahun mendorong warga Kota Bogor dan juga Pemerintah Kota Bogor untuk terlibat aktif dalam pengelolaan dan pelestarian Sungai Ciliwung yang ada di Kota Bogor. Pelibatan publik dan pendekatan langsung kepada masyarakat pengguna, penerima manfaat dan penerima dampak langsung dari Sungai Ciliwung adalah penting bagi KPC Bogor.

Berbagai kegiatan yang sudah dilakukan KPC Bogor adalah memulung sampah setiap minggu, menginisiasi dan sekaligus menjadi motor penggerak lomba mulung sampah ciliwung antar kelurahan se-Kota Bogor, menyemai bibit pohon, menanam pohon di sepanjang bantaran sungai, membuat model pengelolaan sampah plastik mandiri bersama masyarakat, melakukan riset sederhana bersama masyarakat dan melakukan pengobatan gratis untuk warga kurang mampu di bataran Sungai Ciliwung. KPC Bogor juga terlibat aktif dalam membangun komunikasi dengan berbagai komunitas ciliwung yang ada di hulu sampai hilir Sungai Ciliwung. 

Aktivitas KPC Bogor selama lima tahun terakhir ini telah menginspirasi banyak kalangan masyarakat untuk terlibat dalam upaya pelestarian Sungai Ciliwung. Konsep dan gerakan yang dilakukan oleh KPC Bogor juga dinilai sebagai konsep yang unik dan efektif untuk mendukung partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai. “Sungai ini adalah sebuah DAS (Daerah Aliran Sungai), ada hulu, ada tengah, dan hilir. Jika kita hanya membersihkan satu titik saja, itu tidak efektif. Jika masyarakatnya tidak paham dan tidak peduli, yang dilakukan pemerintah selama ini yaitu terus menghimbau juga tidak akan efektif. Begitu ada berbagai kegiatan yang diprakarsai oleh Komunitas Peduli Ciliwung, saya sudah suka, kita bisa jadikan stakeholder untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat” ungkap Walikota Bogor Diani Budiarto. 

Diani Budiarto juga menyampaikan bahwa kegiatan yang berasal dari sebuah gerakan masyarakat akan bisa menjadi sebuah gerakan yang dilakukan tanpa rasa paksaan. Kegiatan masyarakat tersebut tidak dilakukan karena ada aparat pemerintah yang turun ke lapangan. “Tahun 1985 Kota Bogor mendapat Adipura karena seluruh masyarakatnya mendukung tentang kebersihan dan taat terhadap aturan tentang pembuangan sampah. Di era tahun 1990 an sampai sekarang budaya tersebut hilang karena dinamika politik dan pemerintahan. Mereka menganggap sudah membayar untuk biaya kebersihan” katanya. 

Koordinator KPC Bogor, Een Irawan Putra menyampaikan tentang persiapan KPC Bogor yang akan menjadi delegasi dari Indonesia untuk menghadiri symposium ini. Een juga menyampaikan kekhawatirannya apakah tahun 2014 ketika sudah ada Walikota baru kegiatan lomba mulung sampah ciliwung antar kelurahan se-Kota Bogor yang selama ini sudah menjadi agenda resmi pemerintah Kota Bogor akan tetap dilanjutkan. Tahun 2013 kegiatan lomba mulung sampah ciliwung tercatat di rekor MURI sebagai salah satu kegiatan mulung sampah dengan jumlah terbanyak. 2.458 orang warga Kota Bogor turun ke Sungai Ciliwung dalam waktu yang bersamaan untuk memulung sampah yang ada di sepanjang sungai. “Jangan sampai tahun ini kita sudah mendapat banyak apresiasi dan dukungan terkait dengan lomba mulung sampah ciliwung. Tahun depan ketika adanya Walikota Bogor yang baru kegiatan yang melibatkan publik ini malah ditiadakan karena adanya kebijakan walikota yang baru” ungkap Een. 

Walikota Bogor akan memastikan tahun depan kegiatan lomba mulung sampah ciliwung akan tetap dilakukan. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor Daud Nedo Darenoh menyampaikan bahwa untuk anggaran tahun 2014, kegiatan lomba mulung sampah ciliwung sudah dimasukan. Walikota Bogor Bersama dengan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor akan memastikan kegiatan ini bisa dilaksanakan. “Saya sangat mengapresiasi komunitas ini. Sebuah gerakan sukarelawan yang mengajak kepedulian masyarakat. Itu mangkanya saya sangat konsern dengan KPC Bogor. Sejak tahu kegiatan KPC Bogor saya sampaikan kepada Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor bahwa kita harus back up KPC Bogor” tegas Diani yang menjabat selama dua periode sebagai Walikota Bogor. (EN)
Previous
Next Post »