RILIS PERS Lomba Mulung Demi Ciliwung Bebas Sampah Pada 2020


Simbolis penyerahan karung kepada relawan sebagai tanda dimulainya Lomba Mulung Ciliwung ke-9


Bogor, 20 Mei 2017. Tekad menuju Indonesia Bebas Sampah 2020 ternyata tidak main-main. Warga Kota Bogor Sabtu ini telah membuktikan dengan berbondong-bondong memadati bantaran Ciliwung sejak pukul 08.00 WIB untuk memulung sampah Ciliwung secara massal. Tak sampai dua jam, 2.386 warga Bogor berhasil mengangkat sampah anorganik sebanyak 1.648 karung ukuran 25 kilogram dari Sungai Ciliwung.

Aksi mulung sampah massal ini merupakan bagian dari Lomba Mulung Sampah Ciliwung (LMSC) ke-9 yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup dan melibatkan 286 orang relawan. Wali kota Bogor Bima Arya hadir membuka kegiatan lomba ini.  Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan para relawan dan peserta lomba mulung sampah ini.

“Terima kasih kepada komunitas dan relawan, ini kekuatan yang paling tulus, yang paling ikhlas. Kita semua berharap bisa berkolaborasi. Karena apa yang kita lakukan sekarang, akan dirasakan tidak saja oleh warga Bogor tapi juga warga sekeliling Jakarta dan sekitarnya dan akan dirasakan masa depan. [Tahun] 2020 bukan tidak mungkin kita bebas dari sampah kalau kita bersama dan saya minta kepada para lurah untuk mendukung semua relawan-relawan ini di titik masing-masing berkolaborasi dan tolong dijaga juga agar semuanya selamat,” kata Bima pada pembukaan acara di area Gedung IPB Baranangsiang, Bogor.

Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno juga turut hadir dalam pembukaan LMSC ke-9. Dalam sambutannya, Sandiaga memaparkan harapannya untuk bisa berkolaborasi dan berkoordinasi dengan warga Jakarta dalam kegiatan mulung serupa.

“LMSC ini berhubungan dengan Jakarta. Ciliwung bebas sampah itu yang nikmatin bukan hanya warga Bogor tapi justru warga Jakarta secara mayoritas. Jadi, hatur nuhun pisan. Tahun depan berarti kalau ada kegiatan ini, kita akan kerjasama,“ kata Sandiaga.

Lomba Mulung Sampah Ciliwung ini diikuti oleh warga dari 13 kelurahan di Kota Bogor yang dilintasi Ciliwung dan melibatkan 270 relawan dari berbagai kalangan. Tersedia piala dan hadiah untuk pemenang lomba mulung ini. Piala Ciliwung Bersih ini akan akan diserahkan secara resmi oleh Walikota Bogor.

Kegiatan ini dilakukan di 13 kelurahan Kota Bogor, yaitu Katulampa, Tajur, Sindang Rasa, Babakan Pasar, Baranangsiang, Sempur, Bantarjati, Kedung Badak, Cibuluh, Kedung Halang, Sukaresmi, Tanah Sareal dan Sukasari.

Grafik jumlah sampah, partisipan warga kelurahan, maupun relawan juri menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan tahun 2016 jumlah sampah anorganik yang telah berhasil diangkat dari sungai Ciliwung sebanyak 2.161 karung dengan keterlibatan warga mencapai 2.183 orang. Pada penyelenggaraan tahun 2015 melibatkan 1969 warga. Secara keseluruhan, penyelenggaraan lomba mulung pertama hingga ke-delapan, jumlah keterlibatan warga mencapai 12.275 orang. Adapun total sampah anorganik yang telah berhasil diangkat dari Sungai Ciliwung sebanyak 15.939 karung ukuran 25 kilogram.

Lomba mulung sampah merupakan kegiatan positif yang sangat unik, berbeda, dan merupakan yang pertama dalam sejarah Kota Bogor. Warga secara serentak, dalam waktu yang sama, melakukan upaya perbaikan terhadap kondisi di sepanjang aliran Ciliwung yang penuh dengan sampah. Sejak tahun 2012, kegiatan ini resmi menjadi agenda Pemerintah Kota Bogor sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor.

Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke-5 yang dilaksanakan pada tahun 2013 telah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan lomba mulung sampah sungai dengan jumlah peserta terbanyak. Meski sudah ribuan karung sampah yang diangkat dari Sungai Ciliwung, namun upaya ini belum cukup untuk mewujudkan Sungai Ciliwung yang bersih dan lestari. Perlu adanya peningkatan kesadaran dan kepedulian dari berbagai pihak untuk tidak menjadikan Sungai Ciliwung sebagai tempat sampah.

Ketua Panitia Lomba Mulung Ciliwung (LSMC) 9,  Hardiyanti mengatakan, meski belum diikuti seluruh warga yang berada di bantaran Ciliwung kompetisi ini telah menjadi momentum penting bagi Kota Bogor untuk menumbuhkan gerakan massa peduli Sungai Ciliwung. “Ciliwung adalah sungai penting yang mengalir di Kabupaten dan jantung kota Bogor. Sungai ini bersinggungan langsung dengan daerah-daerah pemukiman. 2020 Ciliwung bebas sampah, pasti bisa.”

Kegiatan mulung sampah ini merupakan gagasan yang dicetuskan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor, sebuah komunitas warga yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung. Sejak tahun 2009 hingga saat ini KPC Bogor terus aktif mengkampanyekan isu perlindungan sungai Ciliwung pada level pemerintah maupun para pihak lainnya. KPC Bogor juga pernah melakukan pemaparan tentang masalah sampah di sungai Ciliwung di Indonesia Marine Plastic Debris Summit (1-3 November 2016) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Maritim dan World Bank.
Pada Desember 2016, KPC Bogor bertemu dan berdialog langsung dengan Presiden Joko Widodo di Kebun Raya Bogor untuk menyampaikan permasalahan sampah yang masih terjadi di Sungai Ciliwung dan juga sungai lainnya di Indonesia. Informasi mengenai KPC bisa diakses di www.tjiliwoeng.blogspot.co.id .

Warga Sindangrasa dalam Lomba Mulung Ciliwung ke-9
 Kontak:

Hardiyanti, Koordinator Lomba Mulung Sampah Ciliwung 9
mobile phone: 081311148643, e-mail: hardiyanti@rangkong.org

Sudiyah Istichomah, permintaan dokumentasi dan kontak media
mobile phone: 081271827407, e-mail: nonette262@gmail.com


Previous
Next Post »