me-Mungkin-kan Ciliwung Bebas Sampah 2020


(Penulis: Anggit Saranta)

Keriuhan perhelatan lomba mulung sampah Ciliwung (LMSC) Kota Bogor tahun 2017 memang sudah pungkas sebulan lalu. Gelaran yang memasuki pelaksanaan tahun ke-9 itu mencatatkan 1.648 karung sampah berhasil diangkat oleh 2183 warga Bogor. Sebuah catatan kecil kontribusi nyata pengurangan sampah bagi bangsa yang kabarnya bertekad bebas sampah tahun 2020.

*Bima Arya dan Sandiaga Uno pada pembukaan LMSC9. Foto : KPC Bogor

Bisa jadi apa yang ditunjukkan warga dari 13 Kelurahan se-Kota Bogor itu adalah wujud keseriusan menuju Indonesia Bebas Sampah 2020. Terlepas plus minus penyelenggaraan kegiatan lomba, aksi mereka dalam 2 jam itu saya nilai lebih nyata mengangkat sampah, lebih dari sekedar hura-hura seremoni ulang tahun kota. Meskipun catatan perolehan sampah menurun dari 2.161 tahun lalu menjadi 1.648 karung tahun ini, namun jumlah partisipasi justru meningkat dari tahun sebelumnya yaitu dari 2.183 menjadi 2,386 warga.

Mari berpikir positif...peningkatan jumlah warga dan penurunan jumlah karung semoga bisa diartikan bahwa kepedulian warga terhadap Ciliwung semakin meningkat, dan jumlah sampah di Sungai  Ciliwung semakin berkurang.

Bagi orang kebanyakan tekad Ciliwung Bebas Sampah 2020 tentu dianggap berat dan ‘imposible’ terlaksana. Sisa waktu 3 tahun secara logika memang tak logis dan wajar jika Walikota pun pesimis, tapi untuk sebuah tekad yang dibarengi tindakan nyata rasanya tak ada yang tak mungkin.

2020 terlalu cepat untuk deklarasi bebas sampah mengingat komitmen dan peran pemerintah serta prilaku masyarakat secara umum dan bagaimana komunitas yang ada. Seperti mimpi yang terlalu besar, kita jadikan simbol semangat saja, urusan tercapai atau tidak itu belakangan. Sisi positifnya ini (Ciliwung bebas sampah 2020) bisa dijadikan alat target.

“Sampah yang ada laut itu 80% berasal dari sungai. Terkait bisa atau enggaknya kita mewujudkan deklarasi bebas sampah 2020 tersebut, kita harus bergerak untuk menyelesaikan masalah sampah. Dalam waktu 3 tahun, kira-kira bisa nggak ya, deklarasi tersebut terealisasi ? Optimis bisa ya. Bisa!,” tegas Hardiyanti, ketua panitia LMSC 9 pada pelepasan relawan LMSC9, 20 Mei lalu.

Paling tidak Hardiyanti dan rekan-rekannya di Komunitas Peduli Ciliwung meyakini dari sisi positif, bahwa mereka telah mencatatkan diri sebagai bagian dari sejarah dan upaya mewujudkan bebas sampah. Tak semata retorika yang gagah dalam slogan semata.

Hal ini pun mendapat apresiasi khusus dari Walikota Bogor Bima Arya. Deklarasi Ciliwung bebas sampah 2020 bisa menjadi penyemangat untuk terus kolaborasi.

“Terimakasih kepada komunitas dan relawan, ini kekuatan yang paling tulus. Kekuatan yang paling ikhlas. Kita semua berharap bisa berkolaborasi. Karena apa yang kita lakukan sekarang, akan dirasakan tidak saja oleh warga Bogor tapi juga warga sekeliling Jakarta dan sekitarnya dan akan dirasakan masa depan. 2020 bukan tidak mungkin kita bebas dari sampah kalau kita bersama,” terangnya.


Semoga Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno yang juga turut hadir dalam pembukaan LMSC9. Benar-benar konsisten dengan paparannya pada pembukaan LMSC 9. Sandiaga memaparkan harapannya untuk bisa berkolaborasi dan berkoordinasi dengan warga Jakarta dalam kegiatan mulung serupa.

“LMSC ini berhubungan dengan Jakarta. Ciliwung bebas sampah itu yang nikmatin bukan hanya warga Bogor tapi justru warga Jakarta secara mayoritas. Jadi, hatur nuhun pisan. Tahun depan berarti kalau ada kegiatan ini, kita akan kerjasama,“

Semangat KPC Bogor beserta relawan dan warga kota melalui LMSC yang konsisten berbuat untuk Ciliwung tak cukup hanya dipuji dan dibanggakan. Sudah seharusnya hal yang demikian disikapi dengan ditiru dan diteruskan virusnya di oleh segenap penyelenggara kota dan warganya. 

(Anggit Saranta, relawan KPC Bogor)

Previous
Next Post »