Tjiliwoeng On Air


Kata orang, bila seseorang gemar mengabarkan dan menceritakan sesuatu kepada orang banyak, maka ia dapat sebutan “mirip radio”. Memang radio adalah alat komunikasi tua yg paling dikenal luas bagi masyarakat kita. Oom dan tante kita tentu masih ingat dengan demam Butir-Butir Pasir di Laut atau Saur Sepuh. Aa' ataupun Teteh kita juga pastinya pernah demen sama Catatan Si Boy atau Bagito Show. Itu semua adalah program2 tenar di radio. Bahkan ada seorang Kiai yang menjadi kondang melalui siaran rutin di radio sampai punya julukan Kiai Sejuta Umat.

Radio punya daya jangkau yang luas dan merangsang imajinasi orang. Dengan radio orang bisa menyampaikan pesan dan harapan. Radio menjadi media bagi iklan dan promosi produk. Pada saat menjelang PEMILU, radio juga menjadi media kampanye untuk memperoleh dukungan suara. Informasi harga sayur-mayur dan hasil bumi pun menggunakan media radio. Demikian pula halnya dengan ajakan untuk mewujudkan mimpi Ciliwung agar menjadi lebih baik kondisinya.

Dengan semangat menyebarluaskan informasi, mengajak semua kalangan, dan menggalang dukungan, Tim Tjiliwoeng pun memakai media radio. BETE Radio, sebuah radio komunitas yang dikelola oleh teman2 KALAM di kawasan Tegal Gundil, menjadi ajang penyebaran informasi mengenai kegiatan “mulung sampah Ciliwung”. Tak cukup dengan radio di Bogor, Tim Tjiliwoeng bahkan mencoba tampil di Jakarta bersama sebuah radio bernuansa lingkungan, yaitu Green Radio. Lihat aja foto2 yang terpampang di posting ini. Semua itu dilakukan dengan sukarela, dan harapan agar warga sekitar Ciliwung semakin banyak yang peduli pada sungai ini.

Oke deuh bos, mugi meunang barokah jeung sukses wae lah! Tjiliwoeng ayeuna geus on air euyy!!
Previous
Next Post »