H-1 MENUJU HARI KIKOEK

Lanjutan MULUNG KESEBELAS??...behind the scenes

Seolah keesokan harinya tak akan berlangsung aksi mulung dan riset, pagi itu, Sabtu, 23 Mei 2009, kurasakan hari terasa sepi sekali, tak ada satupun perkembangan informasi yang masuk padaku. Sms yang masuk hanya datang dari Aul, salah satu anggota Tim Riset, yang menyatakan kesediaannya tuk mengikuti aksi Riset di Kedung Badak esok hari, Minggu, 24 Mei 2009. Kondisi ini berlangsung lama hingga hampir tengah hari.

Tepat pukul 11.30 WIB, rasa sepi ini pun berakhir ketika sebuah sms masuk ke HP-ku. “Kembali, KP Ciliwung undang anda utk ‘mulung’ sampah hr mggu, 24/5/09, di blkg Perum Kdung Badak bogor. Kmpul 07.30 di pintu msk perum kd badak baru (hapsoro)”, isi sms dari Djoeragan Onthelsat Sikilkoewat. Secara spontan, sms ini langsung memotivasiku agar tetap yakin dan optimis bahwa esok hari aksi akan terkoordinasi dengan baik dan berjalan lancar. Dengan harapan besar jumlah volunteers yang hadir bisa lebih banyak, Aku pun segera membalas sms tersebut, “Siap bos! Aq hadir! Aq bsk korlap bos. Tks”, jawabku singkat.

Petangpun akhirnya tiba, tidak lama setelah matahari membenamkan dirinya di sebelah Barat bumi, Aku sms Aan untuk menanyakan persiapan aksi Riset di Kedung Badak esok hari. “Gmn an? Udh diatur bsk? Aq brgkt duluan bsk. Lebih pagi. Anas ad dmn sh? Aq jg udh sms anak2 kpm bwt bsk. Tks”, sms-ku pada Aan. Tepat pukul 18.50 WIB, Aan pun membalas, “Rub lg dmn? Bentar lg Aq mo ke lab trs ke lawalata d mnta ngasih materi ekoper bwt ank diklat jam 8. bs ke lawalata ga?”. “Drumah. Ad rapat riset d L? Anas ad dsna jg bukan? Diklat ap? Ko malem2 gini?”, balasku. “Mereka minta Aq ngisi materi ekoper, fokusnya ke sungai, rencananya besok mo Aq ajak ke ciliwung..Aq ga tau annas ada di sekret ato enggak”, balas Aan selanjutnya. “Ok. Aq lg tunggu sms dr kafi (teman MSP ’39-ku lainnya-Red) dlu. Ntar Aq ksna. An jm brp ksna”, sms-ku lagi. Lama kutunggu, namun kini Aan tak membalas lagi sms-ku, begitupun dengan “Sahabat Seperjuangan-ku” di masa penelitian dulu, saudara Kafi.

Seiring terus berputarnya sang waktu, tiba-tiba masuk sebuah sms dari kawan MSP ’39-ku lainnya, namun kali ini bukan Annas, Kafi, apalagi Aan, mengajakku tuk ikut kumpul bersama di Rumah Makan Sulung Sari, Babakan Raya (BARA), Dramaga, yang menjadi tempat favorit kawan-kawanku sejak dulu tuk berkumpul. Karena sudah lama tak bertemu, akhirnya kuputuskan tuk menemui kawan-kawanku sebentar saja. Pikirku, “mungkin Aku bertemu kawan-kawan sampai jam 8 malam aja, terus Aku lanjutkan ke Lawalata menemui Aan”.

Sampai di Sulung Sari menggunakan sepeda gunung Adikku, Akupun langsung menyapa dan menjabat tangan semua kawan-kawanku. Tanpa banyak berbasa-basi lagi, akhirnya pertemuan itu pun kami lanjutkan dengan makan malam bersama diiringi gemuruh hujan deras yang turun menggantikan suara angkot dan motor yang berlalu lalang di BARA. Tak lupa Aku juga mempromosikan aksi-aksi Komunitas Peduli Ciliwung pada mereka, dan sebagian besar dari mereka tertarik ajakanku.

Hujan deras telah menunda rencanaku tuk pergi ke Lawalata. Disela-sela penantianku menunggu hujan reda, sms dari Ma, anggota Tim Riset, masuk. “Asw Ka maaf ganggu sya sms ka firin qo pending y ada yg mau d tnyain trus bsk tu ngmpul dmn jm brp? D bni bkn K? Mksi..”, isi sms Ma. “Ma Aq bsk brgkt sndiri duluan jm 6.30. Lbih pagi. Anak2 brgkt spt biasa. Kmpl bni brgkt Jm 7. Ank lwalata byk ikut. Hub aan 08129594294 atw anas 081381467856. Tks”, balasku.
Setelah hujan reda, Aku pun segera melaju mengayuh cepat sepeda gunungku menuju Lawalata. Sesampainya disana, langsung kuparkir sepedaku dan Aku pun langsung akan masuk ke dalam ruangan. Masih di depan pintu, kulihat Aan dan Ahmad, Tim Riset, sedang memberi materi kepada para anggota baru Lawalata.
“Wah banyak juga jumlah mereka, besok Minggu bisa rame donk!”, pikirku senang. Sedangkan Annas yang dari tadi bermain internet segera beranjak dari tempat duduknya menemui dan mencium tanganku tanda hormat…hehe (“Sungguh kau murid berbakti “Bo Kong”, whuahahaha, yang ini cuma penambah nikmat isi cerita saja,…hahaha). Kulihat juga anggota Lawalata lainnya sedang bermain gitar, internet, dan sebagian besar lainnya berkumpul di ruang belakang bersama Betta mengadakan rapat intern.

Aan dan Ahmad pun akhirnya selesai juga memberikan materi, kini giliran Annas menjelaskan teknis pelaksanaan riset esok hari. “Besok kita melakukan riset kualitas air mengukur parameter fisika, kimia, biologi, serta karakteristik sungai, di-handle Aan, Ahmad, dan Endah”, Annas memulai penjelasan. “Besok kita juga akan melakukan riset sosial budaya yang di-handle kawan-kawan dari HIMASIERA, dan riset Burung yang di-handle Muslich”, lanjut Annas. “Kalian sudah dapat materi ANVEG (Analisis Vegetasi) atau belum sih?”, tanya Annas pada para anggota baru Lawalata. Serempak mereka pun menjawab, “Sudah Kak, minggu kemarin”. “Ya udah, kalo gitu besok kalian riset ANVEG juga!”, lanjut Annas lagi. Kami (Aku, Aan, dan Ahmad) yang dari tadi mendengarkan serempak langsung tertawa. “Busyet ini orang buanyak buanged nyuruhnya?”, pikir kami…hehehe. Terakhir Annas menutup penjelasannya dengan, “Nanti data-data yang diambil besok diolah dan dikirimkan hari Selasa ke annas240@aman.or.id”, berulang kali alamat email tersebut dia teriakkan, “ga tau sombong punya email beda atau gimana sih ini orang??”, tapi yang pasti, lebih dari 20 kali sudah dia sebutkan…hehehe becanda, “ga segitu kale!!”. "Besok kita berangkat dari BNI jam 07.00 pagi", tak lupa Annas menyampaikan.

Selesai mendapat materi dan penjelasan teknis untuk aksi riset esok hari, para anggota baru Lawalata pun kini diajak Betta, Ria, So-Zubir (“Betaria Sonata paling!”...hehe) untuk berolahraga yang kemudian ditutup dengan beristirahat di tenda yang telah dibangun didepan Sekret Lawalata.

Tertanda Korlap hari itu,
Ruby Vidia Kusumah
(087878757205)
Previous
Next Post »