Semuanya Mimpi...

Sebuah Catatan Kegiatan Kompetisi Bersih Ciliwung (1)
Ditulis oleh Een Irawan Putra
Editor Melly Nurmawati

Sekitar empat bulan yang lalu saya pernah berdiskusi dengan seorang teman. Kita sebut saja namanya Dwi. Saya sempat melontarkan pertanyaan kepada Dwi “Apakah bisa kita mengajak warga Bogor sekitar 500-1000 orang dalam waktu yang sama untuk turun ke ciliwung dan membersihkan ciliwung seperti yang kita lakukan selama ini? Sepertinya kita harus mencari cara untuk itu”.

Waktu berjalan tanpa terasa. Hari terus berganti seperti biasanya. Kegiatan komunitas ini tetap berjalan sewajarnya. Setiap minggu pagi kumpul ditempat yang berbeda-beda di pinggiran ciliwung untuk mencoba mengangkut sampah anorganik yang ada di sungai. Terkadang cukup ramai ada sekitar puluhan orang yang bergabung. Terkadang hanya berdua, bertiga dan tidak lebih dari enam orang. Tapi aktivitas ini memang diusahakan akan terus berjalan.

Agustus. Semua orang menyambut dengan antusias bulan Agustus. Dari pelajar, pegawai negeri, petani, tentara, warga di kelurahan, kampung dan pelosok desa. Mulai dari persiapan upacara bendera, berlatih gerak jalan agar kelompoknya menang nanti disaat lomba gerak jalan sampai dengan berbagai macam lomba yang biasanya diadakan pada bulan ini. Agustus membangkitkan jiwa kepatriotan di sanubari setiap orang yang merayakannya. 17 Agustus adalah hari perayaan kemerdekaan negara kita tercinta. Indonesia.


Akhir Juli 2009
Jam tangan menunjukkan pukul 15.00 WIB. Sambil duduk didepan komputer, saya memperhatikan beberapa email yang masuk. Email dari teman-teman komunitas peduli ciliwung masuk dengan topik membahas kegiatan dalam menyambut hari kemerdekaan. Ternyata orang-orang di komunitas saya juga sedang bangkit jiwa kepatriotannya. Kalau seandainya Negara Malaysia mengajak perang saat itu, mungkin mereka akan bergabung menjadi laskar jihad untuk melawan Negara Malaysia. Ini terlihat dari rangkain kata-kata yang mereka tulis di badan email dan di attachment.

Dari email yang ada, mereka ingin meramaikan hari kemerdekaan dengan mengadakan sebuah lomba. Tapi lomba ini berbeda dengan lomba-lomba yang ada. Lomba ini belum pernah diadakan oleh siapa pun. Bukan !. Bukan balap karung pakai rok, bukan pula panjat pinang yang hadiahnya merci. Lomba ini adalah lomba kebersihan. (ah, standar. Di RT gw juga sering). Kalo lomba kebersihan kali ciliwung? (waduh, apaan tuh?). Yup, ini adalah Lomba kebersihan kali Ciliwung atau nama kerennya “Kompetisi bersih ciliwung antar kelurahan se-Kota Bogor”. Gile, dahsyat gak tuh. Yang lebih kerennya lagi, mereka berencana untuk mengajak Walikota Bogor untuk membantu kegiatan ini dan membuat piala bagi kelurahan yang menang. Gagasan yang bagus. Pertanyaan selanjutnya adalah, Siapa yang akan menjadi komandannya?

Membaca email tersebut membuat saya termenung. Beberapa pertanyaan melintas. Akan seperti apa kompetisi ini dan bagaimana mewujudkannya. Ada berapa ya kelurahan disepanjang sungai ciliwung? Berapa orang yang akan diajak untuk ikut kompetisi. Sementara itu beberapa minggu lagi sudah memasuki bulan Agustus. “Dengan waktu yang sesempit itu bagaimana bisa mempersiapkan dan mengadakan event sebesar ini?” pikirku dalam hati.

Kata mbah, Impossible is impossible. Tidak ada yang tidak mungkin. Saya tidak mau menjadi orang yang pesimis. Saya yakin kegiatan ini dapat kita wujudkan bersama-sama. Secara tak sadar saya menggerakkan mouse ke tombol “reply all” dan meng-klik-nya. Perlahan dan pasti jari-jari saya menekan tombol-tombol yang ada di keyboard. Pikiran yang ada di otak seakan sudah kompak terhadap jari-jari saya. Dengan lancar membalas email tersebut. Seolah tidak memikirkan apa konsekuensi dari jawaban saya nanti.

Jawaban yang saya tulis adalah:

“Bagus sekali ide ini.. harus segera kita jalankan.
Klo memang tidak ada yang mau mengacungkan diri untuk koordinator acara ini, saya bersedia menggarap acara 17 an ini. Tentunya juga butuh support dari teman-teman lainnya untuk diajak jalan (manusia-manusia yang tidak normal dan pemikirannya luar standar). Saya ingin moment 17 an ini dan konsep yang sangat bagus ini bisa bermanfaat untuk warga bogor dan nama komunitas peduli ciliwung (ciliwung
community) bisa semakin dikenal orang-orang di Bogor dan Indonesia ini.”


Sent to all. KLIK!

Dalam beberapa jam kemudian semua orang-orang yang tidak normal dan pemikirannya tidak standar tersebut merespon email saya dan semua jawabannya hampir sama “Setuju… EN jadi koordinator.. Silahkan Komandan EN untuk menjalankan tugas mulia ini”

Saya hanya bengong membaca balasan-balasan email yang masuk. Hati saya protes kepada otak dan tangan saya. “Hey what are you doing? Do you know what the consequence for that?”

Bersambung…

Lukisan diatas dicuplik disini
Previous
Next Post »

3 Komentar

Click here for Komentar
Moes Jum
admin
27 Agustus 2009 20.41 ×

Weee lahhh ... menyimak tulisan ini membuatku pingin baca sambungannya. Asik dan seru juga cerita behind the scene ini.

Ayoo Een ... terusan cerita konsekuensinya gimana? Pasti seru dehh!!

Reply
avatar
28 Agustus 2009 00.09 ×

bagus lah kalau kita mau menelaah masalah mimpi. tjiliwoeng juga berasal dari negeri impian kan. ha ha ha ha ha ayo konco semua pada memimpikan ide ide yang cemerlang seru kan asyik kan mantap kan lanjutkan mimpinya

Reply
avatar
Ruby
admin
28 Agustus 2009 09.30 ×

bener En dalam waktu yang sesingkat itu ditambah banyaknya kesibukan....rasanya suliiiiiiiiit sekali mewujudkan acara itu. Apalagi waktu rapat, orang yang datang hanya 1, 2, 3, 4, 5, 6 mungkin paling banyak disertai persiapan yang terasa kurang (untung2 tuh piala akhirnya jadi juga...was2)...tapi dengan semangat yang ditunjukkan, acara itu berjalan lancar juga...alhamdulillah.. Seluruh "niat baik" itu akhirnya dibalas dengan setimpal...senang rasanya bisa selesai dan KPC semakin dikenal...apalagi sekarang masalah sampah sedang panas2nya di kota bogor...kalau KPC dapat segera menunjukkan "kebisaannya" dalam masalah ini...bener katamu, akan sakti mandraguna...bak membuat ribuan candi dalam satu malam...SUKSES untuk KPC kita tercinta ini..AMIN!!!

Reply
avatar