Bantarjati: Memang Layak Juara

Keseriusan upaya, keteguhan hati dan semangat tinggi memang selalu berbuah manis. Setelah (mungkin) ratusan liter peluh dikeluarkan, berpuluh bungkus sabun cuci, sabun mandi, beratus liter air minum, berbungkus2 nasi dan kue dikonsumsi ... akhirnya warga Kelurahan Bantarjati dapat merebut Piala Bergilir Kompetisi Mulung antar kelurahan se-kota Bogor tahun 2010 ini.

Bentuk pengorbanan itu memang masih belum seberapa, mereka punya berbagai cara lain (yang tentu saja sportif) sejak persiapan hingga saat kompetisi ini. Pak Lurah beserta jajarannya sudah jauh2 hari mengumpulkan para ketua RW utk bersatu memeriahkan kompetisi ini. Ada berkali-kali rapat yg telah diselenggarakan di kantor kelurahan sebelum kompetisi berlangsung. BABINSA kelurahan, TAGANA (Taruna Siaga Bencana) tingkat kelurahan, MUI kelurahan, LPM, kelompok2 SAR banjir pemuda, karang taruna, dan ibu2 PKK ternyata juga diikutsertakan. Ini adalah bentuk keseriusan dan kepedulian yang dilakukan dengan kesadaran penuh.


Keseriusan ini pun terjadi tak hanya saat persiapan. Saat kompetisi seluruh warga dan kelompok2 warga tersebut dengan semangat turut terlibat dalam mensukseskannya. Titik pemulungan sampah Ciliwung tak hanya berada di satu lokasi. Warga Bantarjati menyebar merata di tujuh wilayah RW yang dilintasi Sungai Ciliwung, dari mulai Bendungan Cibagoloh hingga depan Pasar Warung Jambu. Pada setiap titik setidaknya dijumpai lebih dari 20-an orang.

Sang Lurah pun turun ke sungai untuk memungut sampah dan menanam pohon. Demikian pula halnya dengan petugas kelurahan, BABINSA, Ketua RW, Ketua RT, MUI Kelurahan dan LPM. Para petinggi kelurahan ini ternyata tak hanya pandai memerintah dan mengintruksikan, tapi juga mengotori tangan mereka dengan sampah dan bermandi keringat.

Pada salah satu titik pemulungan yang berdinding tanggul terjal, para pemuda bahkan membersihkan sampah dengan bersemangat sekalipun harus menempuh resiko tinggi. Mereka bergantungan pada seutas tali plastik sembari membersihkan sampah-sampah yang terserak di dinding sungai itu.

Ibu-ibu PKK dan para warga perempuan tak tinggal diam. Mereka selalu siap sedia menyediakan minuman dan makanan ringan di setiap titik pemulungan sampah, walau tak harus dengan harga mahal. Pada beberapa titik pemulungan mereka hanya menyediakan sekedar air putih dan pisang. Namun apapun bentuknya, dukungan penuh kaum perempuan ini telah memompa semangat yang luar biasa bagi seluruh warga untuk bebersih runtah Ciliwung.

Sementara kelompok pemuda SAR sungai dan TAGANA bersiap dan waspada di titik2 rawan resiko bencana sepanjang sungai. Sehingga jika terjadi kecelakaan atau banjir bandang tiba-tiba, mereka dapat memberi peringatan bahaya ataupun melakukan evakuasi cepat.

Berbeda dengan kelurahan lain, Bantarjati melengkapi kreativitas keikutsertaan kompetisi ini dengan menanam pohon. Bukan sembarang pohon dan bukan sekedar menanam satu dua batang. Kelurahan Bantarjati berhasil memperoleh dukungan dari Kodim berupa 70 batang bibit pohon trembesi yg berguna sebagai peneduh dan penguat tepian sungai Ciliwung. Ketujuh puluh bibit tersebut pun langsung ditanam di sepanjang tepian Ciliwung pada 7 wilayah RW di kelurahan ini.

Rasanya tak ada kata yang paling tepat utk mengungkap apresiasi buat seluruh warga dan jajaran pemerintahan Kelurahan Bantarjati, kecuali ....

LUAR BIASA, SPEKTAKULER, MENAKJUBKAN, dan TOP MARKOTOP!!
Previous
Next Post »

1 Komentar:

Click here for Komentar
Anonim
admin
7 November 2010 00.17 ×

berarti setiap kelurahan punya peluang yang sama untuk menang donk. asal syaratnya dilaksanakan terutama pengorganisasian masyarakat dan kreatifitas. SLAMAT BUAT KLURAHAN BANTARJATI. salam: ruby

Congrats bro Anonim you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar