Beratus Orang Bogor Melawan Sampah Ciliwung


Dimulai dari janji dan komitmen tahun 2009 lalu.  Akankah Kompetisi Mulung Sampah Ciliwung antar Kelurahan se-Kota Bogor II di tahun 2010 ini dapat terlaksana?  Memang tak mudah untuk memenuhinya.  Jerih payah otak dan otot ditambah doa harus dicurahkan hingga yang direncanakan dapat terlaksana. 

Dengan slogan "Ciliwung Ruksak, Hirup Balangsak", alhamdulillah semua itu akhirnya dapat menampakkan hasilnya.  Kompetisi ini berhasil terlaksana dengan baik.  Hari Sabtu lalu, 30 Oktober 2010, sepuluh kelurahan, dari 11 yang diundang menurunkan warganya sebagai peserta kompetisi ini.  Ada ratusan orang yang berkumpul di tepi Ciliwung.  Situasi ini terlihat dari mulai Katulampa, Baranangsiang, Sukasari, Babakan Pasar, Sempur, Bantarjati, Tanah Sareal, Kedung Badak, Kedung Halang, dan Sukaresmi.


Tak sekedar berkumpul tanpa hasil.  Dengan penuh semangat mereka mengotori tangan, kaki, dan baju mereka karena tumpukan sampah Ciliwung perlu dibersihkan.  Sampah plastik, besi, karet, kaca, dan kain yang sebagian besar menyebarkan aroma busuk tak menghambat warga untuk membersihkannya.  Wajah mereka lelah, sebagian lagi tampak menyeringai mencoba menghindari sergapan uap busuk sampah itu.  Mereka kotor, mereka juga basah kuyup karena air sungai bercampur lumpur.

Tak hanya warga yg turut serta dalam hiruk-pikuk keaktifan dan kepedulian akan sampah Ciliwung.  Hari itu hampir di tiap kelurahan didukung langsung dengan kehadiran para lurahnya.  Pada beberapa kelurahan bahkan peserta mulung dibantu oleh para ketua RW, ketua RT, LPM, MUI, Babinsa, Babinkamtibmas, karang taruna, penggerak PKK, dan TAGANA.  Pihak dinas LH, dinas kebersihan, Polmas, bahkan RRI Bogor pun turut membantu acara kompetisi ini dengan menurunkan sejumlah stafnya.

Lalu ke mana para laskar karung yang biasanya setiap Sabtu mulung sampah di Ciliwung?  Apakah mereka sudah bosan mulung?  Tidak kawan ... mereka masih ada koq.  Kompetisi ini penyelenggara utamanya adalah teman2 laskar karung KPC.  Para laskar karung bertugas jadi panitianya.  Sehingga pada hari H kompetisi, KPC yang tadinya hanya terdiri atas para laskar karung, kini jadi lebih banyak anggotanya hingga ratusan orang dari 10 kelurahan yang ada di Bogor.

Maka hari Sabtu itu, sampah di sepanjang bantaran Ciliwung di Kota Bogor dibersihkan oleh ratusan warga Bogor.  Dibersihkan selama 3 jam sejak pukul 08.00 hingga 11.00.  Usai acara, semua peserta dan panitia tampak lelah.  Mereka pun beranjak meninggalkan lokasi dengan lega dan puas.  Kompetisi telah berakhir.  Tinggal menunggu saat2 diumumkannya kelurahan mana yg akan jadi pemenangnya.  Dan Ciliwung pun menjadi sedikit lebih bersih dibandingkan sebelumnya.

Beberapa jam setelah kompetisi ini seorang ibu penjual minuman di Lapangan Sempur berseru, ”Mas ... itu Ciliwung yang tadi jadi tempat mulung banjiiirr!”.  Saya bergegas menuju ke tepian sungai dan mendapati air bah Ciliwung yang mengamuk menutupi tiga per empat tinggi tebing sungai.  Kejadiannya begitu cepat.  Syukurlah kompetisi ini telah berakhir hingga kekhawatiran akan bahaya air bah saat kompetisi pun sedikit berkurang.


"Ciliwung Ruksak, Hirup Balangsak"

Previous
Next Post »