Kota Bogor BEBAS SAMPAH

Wujudkan komitmen untuk membuat Sungai Ciliwung di Kota Bogor BEBAS SAMPAH

Warga Bogor tidak Buang Sampah lagi ke Sungai CIliwung
Satukan Gerak Langkah Warga - Ciliwung

Lokasi Kegiatan dan Acara:

Lapangan Lebak Kantin

SEMPUR - BOGOR

Minggu 14 Maret 2010
Semangat Pantang KenduRRR
oleh Anak Peri pada 28 Oktober 2009

Biar saja keadaan Ciliwung sekarang ini menjadi musuh bersama, karena mungkin hanya itulah cara untuk menjaga semangat tetap hot dan tindakan tetap seirama untuk memerdekakan diri bersama-sama. Ciliwung bersih akan menjadi budaya. Budaya yang memerdekakan orang beserta keturunannya dari bencana dan nasib buruk lainnya. Mari Merdeka ....

Logo komunitas Peduli Ciliwung
KompetiSi CiliwunG BersiH
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Juli - 25 - 2009

Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-64, sejumlah warga Bogor yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) akan menyelenggarakan kegiatan pembersihan sampah Ciliwung di Kota Bogor. Kegiatan ini berjudul Kompetisi Pemulungan Sampah Ciliwung Antar Kelurahan dengan tema “Ciliwung Bersih, Warga Merdeka”. ...

Ciliwung Bersih Warga Merdeka
Tjiliwoeng ber-Gojang
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Juni - 2 - 2009

“Ayoo Mang … jangan malu2. Kang Dadaaang … paling cakep, hayu goyang bareng saya. Jangan lupa mari kita goyang untuk Ciliwung tercinta …”

Orkes Melayu Gerobak Dorong
Impian Anda dan Kami
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 31 - 2009

'Sungai yang indah, berair bening dan sejuk bukanlah hal tidak bisa didapatkan'. Apalagi jika dihias pepohonan rindang dan pokok bambu di tepiannya. Bukankah ini mimpi yang kita dambakan ? ...

Mari turut dalam Aksi Ciliwung Bersih
Selamat Hari Air Sedunia
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 22 - 2009

Sungguh indah bisa meluangkan waktu, walau hanya beberapa saat, mengotori diri kita dari pagi hingga siang. Hanya ini lah yang dapat kami lakukan, melihat yang terjadi dan mencoba turut menganyunkan lengan, membuka jemari kita, dan meraih apa yang telah kita buang tuk tempatkan kembali ke tempatnya dengan baik.

Mari turut dalam Aksi Ciliwung Bersih
AKSI Pertama - Bersih Ciliwung
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 15 - 2009

Pada hari minggu 15 Maret 2009, kita telah turun membersihkan Sungai Ciliwung di beberapa titik. Acara dimulai dari jam 06:30 s/d 13:00 WIB, di sekitar lapangan sempur. Aksi bersih dan mulung sampah Ciliwung ini di dihadiri oleh lebih kurang 80 orang, yang terdiri atas bebrapa kelompok, tersebutlah Komunitas Kampoeng Bogor, Telapak, Gekko, Lawalata, Forest Watch Indonesia dan teman-teman dari TN Gunung Gede Pangrango dan kawan dari Kebun Raya Bogor. Sukes untuk kita semua, ....

Ciliwung Rusak - Hirup Balangsak
TJILIWOENG DREAMS
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Feb - 22 - 2009

wadah bagi upaya Mewujudkan Mimpi-Mimpi Warga tentang Sungai Ciliwung. Mimpi akan sungai yang indah, berair bening dan sejuk. Dihias rindang pepohonan dan pokok bambu di tepiannya. Ditingkah aktivitas warga yang memancing ikan, mandi dan mencuci. Tanpa tumpukan sampah kotor dan limpahan air coklat penyebab banjir di hilirnya

About Tjiliwoeng Dreams
Dari Katulampa hingga Pasar Bogor
Posted by Tjiliwoeng Dreams On March - 3 - 2009

Beberapa waktu lalu saya iseng2 mencoba menyusuri Ciliwung dari Katulampa sampai Pasar Bogor. Sebelumnya saya pernah bermimpi tentang Tjiliwoeng Tempo Doeloe yang asri, indah, airnya bening, banyak anak kecil yang mandi dan bermain di sungai, serta ibu2 yang asik mencuci pakaian di tepiannya. Penyusuran yang saya lakukan kali ini bukanlah mimpi, namun kenyataan sesungguhnya yang saya temukan. Tujuan saya kala itu hanya satu, ingin tahu darimana asal tumpukan sampah di Ciliwung (Kota Bogor) dan apa penyebab sulitnya memancing ikan di sana.

Debit air dari Bendungan Katulampa
Susur Ciliwung ... Asik
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Jan - 28 - 2009

Untuk kesekian kalinya saya bersama segerombolan kecil teman2 (tanpa nama) kembali turun kali Ciliwung. Masih dengan semangat membara menuju Ciliwung baik dan bersih, walau harus dilakukan sendiri. Kami memotret lokasi2 penumpukan sampahdi sepanjang Ciliwung dan sekaligus mencoba memetakannya secara sederhana. Tidak muluk2, hanya di seputar kota Bogor. Dari bendungan Katulampa, hingga ke perbatasan dengan Cilebut.

Ngapain tuh mbuntutin orang ...

TEMBOK DAN TEMBOK LAGI

Pengirim rita mustikasari On Jumat, Februari 18, 2011


Penggunaan Prinsip Ownership Lahan Pinggiran Sungai dan Konsekuensi Enclosure (penembokan) di Hulu DAS Ciliwung.
Kenapa publik harus terlibat ke dalam pengelolaan air di Indonesia ini? Aku jawab dengan lantang karena publik pengguna air adalah pemilik langsung sungai, apalagi kalau para pengguna air ini benar-benar tinggal di sepanjang sungai dan menggantungkan nafkah hidupnya di sana. Ayo kita periksa apa konsekuensi dari berpikir dengan cara ini.

Seorang kawan mengoreksi. Hati-hati dia menjelaskan bahanya berpikir dengan prinsip ownership seperti itu. Enclosure itu yg akan terjadi. Kepemilikan pribadi akan memagari kawasan yg dirasa menjadi hak pribadinya. Mereka akan membuat tembok tinggi agar batas satu kawasan dengan kawasan tetangganya menjadi jelas. Mereka akan membatasi orang yg bukan hak nya untuk masuk dan menutup akses jalan atau fungsi lingkungan lainnya. Oalah pantas saja sepanjang nyusur Ciliwung kemarin yg kami temukan hanya tembok dan tembok melulu! Akhirnya kami harus malang-melintang melintasi sungai dan merasakan dingin dan arus deras Ciliwung, agar kami bisa melanjutkan nyusur.

Lahan pinggiran sungai berubah fungsi menjadi hanya komoditi semata. Lahan itu bisa diperjualbelikan, apalagi setelah diurus sertifikat tanah. Dengan mudah lahan bersertifikat itu dijual ke orang luar umumnya orang dari kota yg datang dengan kapital (baca: orang kaya atau pengusaha hotel atau pejabat yg punya duit segunung). Mereka membeli lahan pinggir sungai dan membangun vila di atasnya, baik untuk rekreasi keluarga di akhir pekan, disewakan ke tetangga dan handai taulan, atau secara serius dikelola menjadi hotel baik berbintang atau berbulan (nggak ada yah kategori hotel berbulan).

‘Tuh yg ngerusak sungai vila XXX (saya kurang nangkep nama vila yg dimaksud)’ dan lapangan golf (sambil menunjuk baliho besar tepat di pinggir jalan), kata seorang ‘pak ogah polisi cepek’ di perapatan Gadog. Waktu setengah jam karena terjebak buka-tutup arus searah hari Sabtu sore itu kupakai untuk ngobrol soal sungai. Bahayanya nongkrong di perapatan sambil ngobrol ngalor-ngidul seperti ini adalah keasyikan lupa diri. Ooo ibu tuh seperti dosen yg suka meneliti, ‘Kenapa atuh belum jadi dosen juga?’ Sempat-sempatnya lagi tuh preman nanyain begini: ‘Ibu tuh perempuan atau laki-laki?’

Mungkin tidak ada dalam memori di kepalanya konsep seorang perempuan yg bicara langsung melihat ke mata lawan bicaranya, nyaman saat digodain, dan bertanya sesuatu yg membuat dia bercerita yg sesungguhnya ingin dia ungkapkan. Nggak kebayang juga bagaimana dan kemana seseorang seperti dia yg pekerjaan sehari-harinya saja tidak tercatat di BPS (biro pusat statistik), tapi punya perhatian terhadap sungai dan perubahan alih fungsi-lahan seperti yg terjadi di tempat dia tinggal.

Saya pernah ngumpulin warga yg keberatan karena air sumur jadi berkurang dan mengering setelah sebuah vila nyedot air tanah untuk keperluan kolam renang water boom-nya. Akhirnya saya dan dua teman saya dipanggil ke kantor polisi dan dipertemukan dengan si pemilik vila. Dua orang teman saya jadi diam setelah mereka mendapat amplop. Saya sendiri yg akhirnya berurusan dengan polisi.

Ah nyaris menangis mendengar cerita orang ini. Dan beberapa menit setelah pukul 1500 arus naik ditutup, gantian arus turun yg dibuka. Giliran angkot yg kutumpangi melaju turun membawaku ke kota Bogor tercinta. Cukup lengkaplah petualangan hari ini. Melihat langsung bagaimana teori dan praktek pembangunan yg diterapkan pemerintah sesungguhnya terjadi di DAS Ciliwung.

Berita Terkait:




Tags : , , , , , ,
| edit post Print this post Bookmark and Share

2 Response to "TEMBOK DAN TEMBOK LAGI"

  1. Moes Jum Said,

    Betoel itoe jang dibilang sama freeman Gadog poen. Bijarpoen dia freeman tapi ternjata tjoekoep faham soal kali Tjiliwoeng, minimoem lebih berani komentaar.

    Djadi maimang Tjiliwoeng soedah dikoeasai tembok moelai dari hoeloe soengainja jaa ...

    Ini toelisan jang bagoes dan djoedjoer. Saloet boewat Itok!!!

     

  2. air oh air dirimu butuh wadah (tempat ) untuk mengalirkan gerak langkahmu. wadahmu adalah tempat berjalan mu berupa paritan entah kecil maupun besar dirimu tak perduli, yang penting dirimu berjalan menuju hilir. seperti itulah tjiliwoeng sekarang walaupun kanan kiri nya di tembok yang penting ada jalan pasti nyampai juga di hilir nya.

     

    Entri Populer

    Komoenitas Pedoeli Tjiliwoeng


    Saoeng Tepijan Soengaij Tjiliwoeng,
    Jalan Sempur Kaler No. 62,

    Kelurahan Sempur, Bogor

    Tel.0856 123 52 98

    +++ e-mail: tjiliwoeng@gmail.com

    +++
    kontak:

    • Sutisna Rey (0857-78431841),
    • M Muslich (0813-82134648),
    • Een Irawan Putra (0813-88014414),
    TopBottom