Pemulung Kecil Bayaran: Potret Kesadaran Kepedulian Lingkungan Generasi Penerus



Sabtu, 19 Des 2009

Sabtu (19/12/09) pukul 10:00 WIB tim pemulung KPC ditemani oleh beberapa pemulung kecil lokal yang saat itu sedang tidak bersekolah, karena saat itu sekolah mereka sedang membagi raport siswa. Keberadaan mereka ternyata cukup membantu team KPC yang saat itu hanya berjumlah tujuh orang, mereka ada empat orang, jadi total team pemulung sungai Ciliwung hari itu di lokasi jembatan Kedung Badak berjumlah sekitar 11 orang. Sehingga hingga pukul 11:30 WIB, sampah yang terkumpul berjumlah sembilan karung.

Terlihat pemulung kecil tersebut sangat antusias hingga kegiatan memulung selesai. Hingga mereka mengantarkan karung-karung hasil pulungan sampah mereka ketika dinas kebersihan Pemkot yang datang saat itu.

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya mereka bertanya,"Bang kalo kemaren katanya yang ikutan mulung mendapat uang Rp 50.000 untuk tiap karungnya, sekarang dapat berapa bang? Heeeh, terhenyak aku menyimak pertanyaan itu. Setelah ditanya lebih lanjut ternyata mereka anak-anak kecil pemulung tersebut telah mempunyai pengalaman sebelumnya, ketika perayaan kemerdekaan 17 Agustus 2009 lalu KPC mengadakan lomba mulung sungai Ciliwung mengajak masyarakat melalui kelurahan-kelurahan disepanjang sungai Ciliwung. Dan setelah ditanya lebih lanjut ternyata untuk kelurahan Kedung Badak saat itu warganya mendapat penghargaan atas partisipasi mulung mereka dengan mendapatkan Rp 50.000 untuk setiap karung mulung sampahnya.

Kondisi ini membuat saya terhenyak dengan kegiatan yang saya lakukan ini selama ini, ternyata yang menjadi keprihatinan yaitu; kegiatan ke-relawanan untuk kebersihan dan kelestarian lingkungan sungai Ciliwung seperti yang dilakukan komunitas peduli Ciliwung ini menghasilkan pemahaman di kalangan masyarakat terutama pada anak-anak pemulung Kedung Badak, bahwa kegiatan memulung KPC setiap minggunya ini akan mendapatkan kompensasi Rp 50.000 untuk setiap karungnya.

Sungguh menjadi tantangan kedepan dan bagaimana tantangan bersama kedepan berusaha menjelaskan dan meyakinkan kepada masyarakat Kota Bogor bahwa dengan memulung sungai Ciliwung dari sampah sebenarnya membiasakan diri untuk merawat dan menjaga lingkungan, dan itu membawa dampak positif kepada kehidupan mereka atau manusia itu sendiri. Apalagi mereka merupakan generasi penerus kehidupan nanti, sungguh miris meihat kenyataan kesehatan dan nyawa dihargai dengan selember Rp 50.000 untuk setiap karung sampahnya. (agungpsiko)
Previous
Next Post »

2 Komentar

Click here for Komentar
Moes Jum
admin
21 Desember 2009 09.33 ×

waduh ... kacau juga nih Kedung Badak. Miris rasanya baca cerita ini. Ternyata urusan sampah = urusan duit.

Reply
avatar
Anonim
admin
21 Desember 2009 14.01 ×

jangan jangan anak itu salah dengar kali atau bisa jadi hadiah yang di dapatkan kedung badak di bagikan dan masing masing kebagian 50 rb ewang hw hw apa memang kedung badak mendapatkan hadiah?

Reply
avatar